Menu

Mode Gelap
ads

Warta · 5 Nov 2021 15:25 WIB

Kepri Bakal Punya Rumah Sakit Jiwa


Ilustrasi pasien Rumah Sakit Jiwa. Foto: ANTARA FOTO/Jojon Perbesar

Ilustrasi pasien Rumah Sakit Jiwa. Foto: ANTARA FOTO/Jojon

Rencana pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Provinsi Kepulauan Riau sepertinya sudah memperlihatkan titik terang.

Hal itu diketahui saat Gubernur Kepri, Ansar Ahmad melakukan pertemuan bersama Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI, dr. Celestinus Gigya Munthe, di ruang kerjanya, Kamis (4/11) kemarin.

Gubernur Ansar mengungkapkan jika awalnya pada Agustus lalu saat rapat pembahasan persiapan pembangunan RSJ di 6 Provinsi yang dipimpin oleh Menko PMK Muhadjir Effendi. Pemprov Kepri hanya diminta menyediakan lahan saja untuk pembangunan rumah sakit tersebut.

Namun, sesuai arahan terbaru pembangunan RSJ tersebut telah diserahkan kepada Pemprov Kepri. Sementara, pihak Kementrian akan menyediakan peralatan pendukung pengoperasian rumah sakit jiwa tersebut,

ads

“Dikarenakan ada perubahan rancangan pembangunan RSJ tersebut yang awalnya Pemprov Kepri hanya diminta untuk menyediakan lahan, namun arahan terkini adalah Pembangunan RSJ juga diserahkan ke Pemprov, maka perlu dipetakan langkah jangka pendek dan menengahnya,” ungkapnya dalam pertemuan tersebut.

Ia menerangkan, selama ini masih banyak pasien gangguan jiwa di Kepri yang tidak mendapatkan perawatan. Karena, RSUD Engku Haji Daud (EHD) Tanjung Uban yang melayani pasien dengan gangguan jiwa hanya memiliki kapasitas 20 tempat tidur. Atas keterbatasan itulah, sebanyak 50 orang penderita gangguan jiwa harus dikirim ke Pekanbaru untuk mendapat perawatan yang lebih memadai.

Selain itu, masih banyak lagi angka pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa yang tidak mendapatkan perawatan di Kabupaten dan Kota.

Oleh karena itu, lanjut Ansar, langkah jangka pendek untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menambah kapasitas perawatan pasien gangguan jiwa di RSUD EHD Tanjung Uban.

ads

Menurutnya, saat ini angka BOR perawatan pasien khusus Covid-19 sudah jauh menurun. Maka, bisa dikurangi kapasitas perawatan khusus tersebut untuk menambah jumlah perawatan pasien dengan gangguan jiwa. Selanjutnya, Pemprov akan menyurati pemerintah kabupaten/kota untuk mengirimkan pasien gangguan jiwa yang tidak mendapatkan perawatan tersebut ke RSUD EHD Tanjung Uban.

“Untuk langkah jangka menengahnya kita akan segera menyurati Kemenko PMK mengenai keberlanjutan pembangunan RSJ di Kepri. Masalah lahan juga akan segera kita selesaikan,” tutur Ansar.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Pemprov Kepri, dr. Vitta Deskawaty, menyebut di Kepri tenaga Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa sudah cukup mumpuni dengan total 12 orang.

“SPKJ kita tersebar di Tanjungpinang, Batam, Karimun, dan Natuna” ungkap Vitta.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kemenkes RI, dr. Celestinus Gigya Munthe, mengatakan urgensi dibangunnya RSJ di 6 Provinsi, termasuk Kepri dikarenakan tingginya treatment gap, disebabkan karena kurangnya ketersediaan layanan Kesehatan jiwa.

“Juga berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, yang mewajibkan Pemerintah Daerah Provinsi mendirikan paling sedikit 1 rumah sakit jiwa, dan Pemerintah dapat membantu Pemerintah Daerah Provinsi dalam mendirikan rumah sakit jiwa sebagaimana dimaksud,” tutupnya.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Baca Lainnya

Kejari Batam Lirik Penggunaan Dana Insentif COVID-19

28 November 2021 - 08:46 WIB

PT Timah dan BKSDA Lepasliarkan Burung Elang hingga Perkutut di Batam

28 November 2021 - 08:24 WIB

Makam di Sei Temiang Terancam Ditimpa, Ahli Waris Diminta Regitrasi Ulang

28 November 2021 - 07:17 WIB

Speed Boat Bermuatan 7 Ton Sayur Terbakar di Perairan Batam

28 November 2021 - 06:58 WIB

KPPAD Harap Lingga Jadi Kota Layak Anak Tingkat Madya

27 November 2021 - 16:34 WIB

KPPAD: Januari-November 2021 Ada 12 Kasus Kekerasan Anak di Lingga

27 November 2021 - 16:08 WIB

Trending di Warta