Menu

Mode Gelap

Warta · 3 Jun 2022 16:52 WIB ·

Ketahanan Proyek Aspal Jalan di Karimun Diminta Uji Laboratorium


 Proyek pembangunan jalan di kawasan industri, Meral. Foto: Istimewa Perbesar

Proyek pembangunan jalan di kawasan industri, Meral. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Pembangunan ruas jalan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mendapat sorotan dari penggugat anti korupsi, M. Hafidz. Ia menduga jika proyek yang dikerjakan baik provinsi dan kabupaten diduga dikerjakan asal-asalan.

Menurutnya, berdasarkan hasil investigasinya di salah satu proyek pembangunan jalan di kawasan industri, Meral, spesifikasi ketahanan proyek aspal sangat diragukan.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Kita lihat langsung, kondisi jalan yang dikerjakan pada Maret 2022 saja sudah seperti ini, bahkan, ketebalan aspal hanya 5 inci di beberapa titik. Kita pertanyakan juga, jalan yang dibangun baru ini apakah jalan Negara, Provinsi, Kabupaten atau jalan desa?,” katanya Kamis (2/5).

Ia menduga jika kualitas bahan yang digunakan pada proyek itu tidak relevan dengan ketentuan dan standarisasi yang merujuk pada Kementerian PUPR melalui Dirjen Bina Marga.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Standarisasi pengaspalan tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang norma, Standar, prosedur dan Kriteria (NSPK). Semuanya ada di dalam PP itu.

Maka dengan ini kami meminta pihak inspektorat daerah, ataupun kementrian PUPR melalui dirjen bina marga agar melakukan uji laboratorium terhadap seluruh proyek jalan di kabupaten Karimun. Jika tidak bersedia, maka kami yang akan mengujinya di Laboratorium secara independen,” tambah dia.

ADVERTISEMENT

Dijelaskannya, jika dalam PP Nomor 38 tersebut, dikatakan jika tahapan pembangunan jalan baru memiliki tiga lapisan utama sebagai penentu kualitas.

“Seperti dalam aturan itu, pembangunan jalan baru ada tiga lapisan utama setelah wadah pembangunan (tanah), yakni Agregat kasar (batu kali) di bawah, Agregat halus (kerikil berpasir) lapisan ke dua, serta Aspal pada lapisan terakhir. Apalagi di kondisi tanah timbunan, jelas ada jangka waktu pematangan lahan atau pengerasan. Yang kita lihat saat ini, belum ada dua tahun, bahkan hitungan bulan, banyak ruas jalan yang sudah amblas, retak dan bahkan terkelupas,” ucap dia.

Ia juga mengaku telah mengambil beberapa sampel aspal yang akan di uji labor secara independen untuk melihat Agregat serta kualitas aspal yang digunakan.

ADVERTISEMENT

” Kita akan uji di tiga laboratorium di kabupaten kota yang berbeda, agar independensinya terjamin. Dari hasil inilah kita bisa tahu, apakah sesuai RKA atau tidak proyek yang menghabiskan anggaran ratusan miliar di tahun 2020 hingga 2022 diseluruh kabupaten Karimun baik dari APBN dan APBD” pungkasnya.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 127 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Bawaslu Lingga Gelar Sosialisasi Undang-undang Pemilu 2024

5 Juli 2022 - 23:30 WIB

SMAN 1 Batam Umumkan Kelulusan PPDB, 288 Siswa Diterima

5 Juli 2022 - 20:51 WIB

Rutan Tanjungpinang Kembali Buka Jam Besuk Bagi Anggota Keluarga

5 Juli 2022 - 20:34 WIB

Penyebaran Hewan Kurban di Tanjungpinang Diperketat, Sapi Diperiksa Sebelum Dijual ke Masyarakat

5 Juli 2022 - 20:20 WIB

Lapas Perempuan Batam Kembali Buka Kunjungan Tatap Muka

5 Juli 2022 - 13:14 WIB

HUT ke 76 Bhayangkara, Bupati Rafiq Beri Penghargaan ke Polres Karimun

5 Juli 2022 - 12:37 WIB

Trending di Warta
advertisement