Warta · 15 Okt 2021 22:41 WIB

Komisi IV DPRD Batam Soroti Kasus Puskesmas Tanjung Buntung Tidak Ada Dokter


Ketua Komisi IV DPRD Batam Ides Madri. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Batam Ides Madri. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri, menyayangkan layanan di Puskesmas Tanjung Buntung yang menjadi sorotan akhir-akhir ini.

Kabar puskesmas ini mencuat ketika seorang pasien berusia 12 tahun yang tidak sadarkan diri masuk ke IGD, Kamis (14/10). Namun pasien tidak mendapat  penanganan intensif karena tidak ada dokter jaga di IGD melainkan hanya bidan.

Pasien yang diduga korban tenggelam itu sempat akan dirujuk. Namun, supir ambulans puskesmas juga tidak standby. Bidan jaga tersebut mencoba menelfon dokter, kepala puskesmas serta supir ambulans. Namun tidak ada yang menjawab, sampai akhirnya pasien dikabarkan meninggal dunia.

“Itu pelayan publik ya, sarana prasaran sudah lengkap diberikan pemerintah. Serta uang begitu banyak dikucurkan ke (sana) untuk memenuhi fasilitas, jadi itu kesalahan yang fatal, tak ada dokter, ” ujar Ides menyoroti, Jumat (15/10).

ads

Ides mengaku Komisi IV selaku partner Dinas Kesehatan ikut sedih atas peristiwa tersebut apalagi menyangkut nyawa manusia yang lambat ditangani.

“Ini kasus menjadi contoh untuk ke depan agar hal serupa tak terulang di Puskesmas yang lain,” jelas dia.

Politikus Golkar itu berjanji akan memanggil Dinas Kesehatan serta seluruh kepala UPT Puskesmas ke DPRD Kota Batam dalam waktu dekat untuk menggelar Rapat Gelar Pendapat (RDP).

Hal itu, menurutnya harus dilakukan untuk mengevaluasi kejadian tersebut dan mencegah hal serupa kembali terjadi.

ads

Sementara itu, Ides mengapresiasi tindakan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, yang langsung mencopot jabatan Kepala Puskesmas (Kapus) Tanjung Buntung, Bengkong. Meski begitu, ia menilai harus pula dilakukan pendalaman, bukan sekedar menonjobkan kapus.

“Saya apresiasi yang dilakukan pak Wali, tapi pergantian kapus apakah kaitan masalah itu? Apakah mutasi normal saja,” ucap dia.

Dia meminta peran Dinas Kesehatan yang berhubungan langsung dengan Puskesmas untuk dapat mengevaluasi kinerja setiap puskesma, dan lebih aktif dalam melakukan pengawasan.

“Kita minta pengawasan dari Dinas lebih ekstra supaya tidak ada lagi masalah seperti ini di pelayanan publik,” pinta dia.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung

Penulis: | Editor: Hasrullah


ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Peringatan Dini, Polisi di Karimun Imbau Warga Pesisir Waspada Banjir Rob

9 Desember 2021 - 16:27 WIB

Peringati Hari Juang Kartika, TNI AD di Karimun Gelar Aksi Sosial Donor Darah

9 Desember 2021 - 13:18 WIB

3 Remaja di Batam Terancam 7 Tahun Penjara karena Terlibat Aksi Curanmor

9 Desember 2021 - 10:47 WIB

Ilustrasi pencurian sepeda motor

Waspada COVID-19 Varian Omicron yang Lebih Cepat Menular

8 Desember 2021 - 20:50 WIB

Didemo Buruh Soal UMK, Gubernur Ansar: Berunjukrasalah dengan Tertib

8 Desember 2021 - 18:53 WIB

Pemulangan PMI Melalui Batam Diperketat Antisipasi Varian Omicron

8 Desember 2021 - 18:39 WIB

Para PMI Tiba di Batam melalui Pelabuhan Batam Center
Trending di Warta