Menu

Mode Gelap

Sosial Budaya · 9 Feb 2024 10:59 WIB

Komunitas Kalamelayu Hidupkan Kembali Tradisi Berhikayat


					Komunitas Kalamelayu hidupkan kembali Tradisi Berhikayat. Foto: kepripedia.com Perbesar

Komunitas Kalamelayu hidupkan kembali Tradisi Berhikayat. Foto: kepripedia.com

Dalam rangka memperingati Hari Isra Mikraj 27 Rajab 1445 H yang bertepatan dengan tanggal 8 Februari 2024, Komunitas Kalamelayu menyelenggarakan acara Tadarus Hikayat Nabi Mikraj di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau-Kota Tanjungpinang.

Komunitas ini merupakan klub pegiat manuskrip Melayu yang berada di bawah naungan Lembaga Pelestari Nilai Adat dan Tradisi (Pesilat) Provinsi Kepulauan Riau. Komunitas Kalamelayu rutin bergerak di bidang pelestarian dan pengembangan manuskrip. Beberapa kegiatan yang menjadi program dari komunitas ini antara lain membaca aksara Arab-Melayu, jalan-jalan dan diskusi sejarah yang bersumber dari manuskrip, serta pembacaan hikayat.

ADVERTISEMENT

Pada peringatan Hari Isra Mikraj ini, Komunitas Kalamelayu menghadirkan pembacaan hikayat yang bertajuk “Hikayat Nabi Mikraj”. Hikayat ini bersumber dari manuskrip tulisan tangan yang kini tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nomor kode W 78.

Pembacaan manuskrip tersebut sekaligus menjadi upaya revitalisasi pembacaan hikayat karena sekarang sudah sukar dijumpai dan eksistensinya mengalami penurunan. Padahal, pada masa lalu tradisi pembacaan hikayat sangat rutin dilakukan. Ada orang yang bekerja sebagai “tukang hikayat”. Mereka membacakan hikayat dengan diupah dari majelis ke majelis dan dari rumah ke rumah. Pada perayaan hari besar keagamaan kerap dibacakan hikayat atau syair untuk meriwayatkan nabi atau nasihat-nasihat kebajikan.

Revitalisasi merupakan upaya untuk menghidupkan kembali tradisi yang pernah ada sebelumnya. Dengan adanya pembacaan hikayat ini, Komunitas Kalameyu tentu memiliki maksud untuk melestarikan tradisi itu di tengah gempuran arus modernisasi.

Dalam kalam pembuka yang disampaikan oleh Ketua Kalamelayu, Priyo Joko Purnomo, S.S., disebutkan bahwa ibarat telaga jernih yang mampu memantulkan sinar rembulan, semoga pembacaan manuskrip Hikayat Nabi Mikraj juga mampu memantulkan nilai-nilai adat dan tradisi yang termuat di dalamnya.

Acara ini memperoleh apresiasi yang baik dari Pengurus LAM Kepulauan Riau-Kota Tanjungpinang. Selain itu, para tamu undangan yang hadir juga turut menyampaikan kesan yang positif, antara lain dari Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IV, Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Riau, Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang, dan Program Studi PAI STAIN Sultan Abdurrahman.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Sekda Karimun Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Masalah di Lingkungan Sosial

22 Maret 2024 - 10:45 WIB

IMG 20240322 WA0002

Pemda Bintan Mulai Salurkan BLT Lansia ke 5.068 Lansia se-Kabupaten Bintan

19 Maret 2024 - 15:09 WIB

Penyerahan sertifikat tanah gratis ke warga busung

Festival Lampu Colok di Karimun Kembali Digelar Ramadhan Tahun Ini, Total Hadiah Ratusan Juta

15 Maret 2024 - 13:28 WIB

Lampu Colok di Karimun

Semarak Idul Fitri di Penyengat Tetap Dilaksanakan Tahun Ini

14 Maret 2024 - 11:33 WIB

IMG 20240314 WA0003

Bupati Rafiq Safari Ramadhan 1445 H Perdana di Masjid Agung Karimun

11 Maret 2024 - 21:39 WIB

IMG 20240311 WA0040 11zon

Pemda Karimun Gelar Kenduri Sambut Ramadhan 1445 Hijriyah

9 Maret 2024 - 12:49 WIB

IMG 20240309 110901 11zon
Trending di Sosial Budaya