Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 18 Nov 2021 12:43 WIB

KPAI Ungkap Tindak Kekerasan di Sekolah Penerbangan di Batam


Ilustrasi anak dikurung dalam sel. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi anak dikurung dalam sel. Foto: Istimewa

Kabar tak mengenakkan datang dari dunia pendidikan di Kota Batam, Kepulauan Riau baru-baru ini. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan KPPAD Kota Batam menemukan adanya dugaan kekerasan terhadap anak didik di sekolah penerbangan, SPN Dirgantara Batam.

Berdasarkan keterangan tertulis KPAI yang diterima kepripedia, kasus ini terungkap setelah 10 orang tua anak didik yang menyampaikan laporan kekerasan di SPN Dirgantara Batam tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan Komisioner KPAI, Retno Listyarti, kekerasan yang dilakukan berupa pemenjaraan dengan memasukkan anak didik ke dalam sel tahanan. Selain itu, disebutkan pula ada kekerasan fisik berupa ditampar, ditendang, dan sebagainya. Anak didik yang dihukum bisa sampai berbulan-bulan di dalam sel tahanan. Tergantung tingkat kesalahan yang dibuat.

“Sel tahanan menurut para orangtua pengadu di fungsikan saat ada peserta didik yang melakukan pelanggaran disiplin, di sel penjara tersebut, seorang siswa bisa dikurung berminggu-minggu bahkan berbulan tergantung kesalahannya dan dianggap sebagai konseling. Selain dikurung anak-anak juga akan mengalami hukuman fisik seperti pemukulan, bahkan ada korban yang rahangnya sampai bergeser,” ujar Retno dalam siaran pers, Kamis (18/11).

ads

Ia menerangkan, dari pengaduan 10 orang tua siswa tersebut, lalu KPAI berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal KemendikbudRistek untuk melakukan pengawasan dan penanganan kasus kekerasan tersebut.

Langkah itu dilakukan mengingat komitmen kementerian pendidikan itu untuk menangani kasus kekerasan, kekerasan seksual dan intoleransi.

“KPAI mengapresiasi Itjen KemendikbudRistek yang merespon sangat cepat saat menerima pengaduan dari KPAI. Rapat koordinasi daring segera dilakukan dan sepakat untuk melakukan pengawasan langsung ke lapangan, bahkan pengawasan dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Itjen KemendikbudRistek, KPAI, KPPAD Batam, KPPAD Provinsi Kepri dan Maarif Institute,” tambah Retno.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

KPK Sebut Terima Pengembalian Uang Rp 3 M dari Kasus Kuota Rokok di Bintan

4 Desember 2021 - 20:49 WIB

Tega! 2 Pemuda di Batam Cabuli Anak SD Secara Bergilir

3 Desember 2021 - 22:19 WIB

2 Pencuri di Dabo Singkep Ditangkap Polisi, 1 Sempat Sembunyi di Kelong

3 Desember 2021 - 20:34 WIB

Konferensi pers pengungkapan kasus pencurian di Dabo Singkep

Polres Bintan Tangkap Bandar Narkoba di Tanjungpinang

3 Desember 2021 - 18:35 WIB

Gara-gara Cemburu, 2 Pria di Batam Keroyok Suami Rekan Wanitanya

3 Desember 2021 - 06:11 WIB

ABK yang Loncat ke Laut Saat Dikejar Bea Cukai Bawa 488 Ribu Rokok Ilegal

2 Desember 2021 - 16:44 WIB

Trending di Hukum Kriminal