Hukum Kriminal · 19 Nov 2021 11:04 WIB

KPPAD Batam Bentuk Tim Investigasi Usut Pelanggaran di SPN Dirgantara


Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Foto: Net

Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam, Abdilah, mengatakan bahwa bakal membentuk tim investigasi untuk mengungkap kejadian dugaan kekerasan di SPN Dirgantara.

“Jadi hasil rapat (pembahasan) bersama tadi terdapat pembentukan investigasi yang melibatkan semua unsur,” ujar Abdilah pada kepripedia, Kamis (18/11).

Terbentuknya tim investigasi karena diduga ada pelanggaran maladministrasi, serta tindak pidana dan perdata di lingkungan sekolah tersebut.

“Nah, nanti dibedah oleh tim investigasi apakah ada ditemukan pelanggaran,” ujar dia.

ads

“Tim terbentuk adalah dari kepolisian dan aparat terkait. Semua unsur untuk ungkap kasus ini terang benderang, dan keadilan dapat ditegakkan seadilnya,” tambah dia menyebut hasil putusan rapat di kantor gubernur siang tadi.

Baca: Polda Kepri Selidiki Dugaan Kekerasan di SPN Dirgantara Batam

Sebelumnya terkuak kasus kekerasan itu bermula 10 orang tua wali murid ke KPPAD) Kota Batam dan dilakukan koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta pemerhati anak.

Dari hasil pengembangan mengumpulkan bukti-bukti dan turun ke lapangan melihat lokasi sekolah. Di sana terdapat ada jejak sel yang sudah direnovasi, bahkan triplek yang baru saja dicat.

ads

“Pengaman yang berlapis bak penjara hewan dan sudah di sulap ruangannya,” ujar dia.

Selain itu dari aduan korban juga proses belajar di sana tidak layak untuk jenjang SMK.

“Jadi proses belajar tidak layak dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak,” ucap dia.

Baca: Kepala Sekolah SPN Dirgantara Bantah Lakukan Kekerasan ke Siswa

Sebelumnya diberitakan Kepala SMK Penerbangan Nasional (SPN) Dirgantara Batam, Dunya Harun, mengklaim tudingan dari Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait adanya dugaan kekerasan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pihaknya tidak pernah melanggar aturan yang ada di sekolah berbasis ilmu penerbangan tersebut. Lebih lagi tindakan yang bersifat melecehkan anak didik.

“Itu tidak benar adanya kejadian tersebut, tak pernah kita melanggar aturan di sekolah apa lagi hal-hal yang bersifat melecehkan anak didik kami,” tegasnya saat ditemui awak media di ruangannya, Kamis (18/11).

 

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung

Penulis: | Editor: Redaksi


ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

3 Terduga Penipu Lowongan Kerja di Karimun Diperiksa Polisi

7 Desember 2021 - 21:04 WIB

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi

Pengaruh Alkohol, Pemuda Ini Nekat Perkosa Gadis Desa Kelong

7 Desember 2021 - 19:01 WIB

260 Orang di Karimun Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja

7 Desember 2021 - 12:12 WIB

Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemalsuan Surat Kapal Seniha yang Dibajak di Batam

7 Desember 2021 - 08:10 WIB

KPK Sebut Terima Pengembalian Uang Rp 3 M dari Kasus Kuota Rokok di Bintan

4 Desember 2021 - 20:49 WIB

Tega! 2 Pemuda di Batam Cabuli Anak SD Secara Bergilir

3 Desember 2021 - 22:19 WIB

Trending di Hukum Kriminal