Menu

Mode Gelap

Advertorial · 28 Jun 2023 09:08 WIB

KUB bank bjb dengan Bank Bengkulu Telah Memasuki Proses Akhir


					KUB bank bjb dengan Bank Bengkulu Telah Memasuki Proses Akhir Perbesar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) memastikan kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 persen tidak berdampak terhadap rencana Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang diinisiasi oleh bank bjb.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto, memastikan bank bjb terus mematangkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan Bank Bengkulu yang saat ini telah memasuki proses akhir. Di mana bank bjb saat ini tengah mengurus izin penambahan Bank Bengkulu sebagai anggota KUB ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

ADVERTISEMENT

“Untuk KUB sendiri saat ini sedang dalam proses akhir, dimana saat ini bank bjb sedang mengajukan proses pengajuan izin penambahan Bank Bengkulu sebagai tambahan anggota KUB bank bjb ke OJK. Kebijakan mengenai suku bunga acuan sendiri tidak memiliki dampak apa-apa terhadap rencana KUB bank bjb,” kata Widi.

Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020, konsolidasi bank pembangunan daerah (BPD) dilakukan guna memenuhi modal inti minimum Rp 3 triliun pada 2024.

Proses peleburan bank-bank daerah perlu dilakukan karena masih banyak BPD yang kemampuan permodalannya terbatas, sehingga membatasi kemampuan BPD.

Hingga Desember 2022 lalu, ada 12 BPD yang belum memenuhi modal inti. Antara lain, BPD Bengkulu, BPD Banten, BPD NTB Syariah, BPD Sulawesi Tenggara, BPD Maluku, BPD Sulawesi Utara Gorontalo, BPD Kalimantan Tengah, BPD Jambi, BPD NTT, BPD Kalimantan Selatan, dan BPD DIY.

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan keputusan lembaganya mempertahankan suku bunga acuan konsisten dengan sikap kebijakan moneter. Hal ini untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran 3 persen pada sisa tahun 2023.

Untuk itu, BI akan fokus pada penguatan stabilisasi nilai rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor dan memitigasi ketidakpastian pasar keuangan global.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 Juni 2022 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen,” kata Perry, Kamis 23 Juni 2023.

ADVERTISEMENT

Keputusan BI ini mempertimbangkan berbagai faktor di dalam dan luar negeri. Antara lain ketidakpastian perekonomian global yang kembali meningkat dengan kecenderungan risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga moneter di negara maju yang lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan sebesar 2,7 persen secara tahunan dengan risiko perlambatan terutama di Amerika Serikat dan China.

Sementara di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung permintaan domestik dan kinerja ekspor. Nilai tukar rupiah juga terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh BI. Inflasi menurun ke dalam sasaran tiga persen lebih cepat dari perkiraan pemerintah.

“Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok. Inflasi inti Mei 2023 tercatat 2,66 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83 persen,” jelas Perry.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Konten ini merupakan Advertorial Bank bjb

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Kampung KB Tanjungpinang, Terbaik di Provinsi Kepri

4 April 2024 - 15:34 WIB

Kampung KB Abyakta

Foto: Ketua DPRD Karimun Hadiri Peresmian Nama dan Logo Baru BPR Tuah Karimun

10 Maret 2024 - 11:25 WIB

IMG 20240124 WA0009 11zon

Foto: Bupati Karimun Lantik Jabatan Fungsional dan Ambil Sumpah PNS

28 Februari 2024 - 20:26 WIB

Bupati Karimun ambil sumpah PNS dan lantik jabatan fungsional

Foto: Sekda Karimun Lantik Pengurus LAM Kecamatan Meral Barat

19 Februari 2024 - 18:52 WIB

Sekda Karimun Lantik Pengurus LAM Meral Barat sekaligus buka MTQ tingkat kecamatan Meral Barat

Hati-hati Hoaks Makin Banyak Pasca Pencoblosan, Teliti Sebelum Bagikan

14 Februari 2024 - 20:26 WIB

Gubernur Ansar Imbau Masyarakat Ikut Awasi Pesta Demokrasi, untuk Pemilu Bersih, Jujur dan Damai

12 Februari 2024 - 16:36 WIB

Gubernur Ansar di acara RRI