Menu

Mode Gelap
ads

Ekonomi Bisnis · 4 Nov 2021 17:40 WIB

Lahan 156 Hektare untuk Petani di Kepri Kembangkan Pertanian Terpadu


Lahar pertanian untuk program integrasi pertanian terpadu di Kepri. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Lahar pertanian untuk program integrasi pertanian terpadu di Kepri. Foto: Ismail/kepripedia.com

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menyiapkan lahan seluas 156 hektare untuk mendukung program integrasi pertanian terpadu berbasis Integrated Farming System. Program tersebut merupakan sistem yang pengintegrasian antara pertanian, perikanan serta petenakan dalam satu kawasan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, mengatakan pengembangan sistem ini merupakan gagasan dari Kementerian Pertanian (Kementan). Dimana, sistem ini cukup efektif dilakukan pada masa pandemi COVID-19.

“Artinya dalam satu kawasan titik hasil pertanian, perikanan dan peternakannya juga bagus,” katanya, belum lama ini.

Ia menyebut, saat ini tengah melakukan uji coba penerapan program tersebut guna meningkatkan produktivitas pertanian. Bahkan, DKP2KH juga turut bekerjasama dengan Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang dan stakeholder terkait lainnya guna menggaet investor agar mau berinvestasi pada sektor pertanian.

ads

“Kita coba tawarkan ke Singapura, Kepri punya lahan pertanian yang luas. Mereka menyambut baik dan tertarik berinvestasi,” ujarnya.

Dijelaskannya, Singapura berpotensi menjadi salah satu pangsa pasar ekspor pertanian terbesar dari Kepri. Mengingat, secara geografis letak Singapura dan Kepri cukup dekat dan hanya membutuhkan satu jam menggunakan transportasi laut.

Di samping itu, Kepri juga sudah memiliki pengalaman mengekspor komoditas hortikultura seperti buah dan sayur ke Singapura. Namun, sempat terhenti dalam beberapa tahun ke belakang karena kendala teknis.

Padahal, produk hasil pertanian Kepri sangat berkualitas dan diyakini mampu memenuhi kebutuhan ekspor pertanian ke negara tetangga.

ads

“Makanya, ekspor pertanian ke Singapura harus didorong lagi. Kita sedang berkoordinasi dengan agensi makanan Singapura terkait persyaratan ekspor pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, mendukung penuh konsep Integrated Farming System sebagai upaya mendorong kualitas serta kuantitas pertanian di Kepri.

Ia pun sudah berbicara melalui zoom virtual dengan perwakilan Singapore Consulate General Lim YiHonh menyangkut teknis ekspor pertanian hingga peluang-peluang investasi sektor pertanian di Kepri.

“Beliau (Lim YiHonh) dengan senang hati akan memfasilitasi pertemuan lanjutan Pemprov Kepri dengan Pemerintah Singapura yang membidangi masalah pertanian,” sebut Raden.

Dia optimis Kepri dan Singapura dapat memperkuat kerjasama khususnya di sektor pertanian, mengingat negeri berjuluk Kota Singa itu pun sudah berinvestasi di sektor peternakan babi di Pulau Bulan, Batam.

“Kepri hampir setiap hari ekspor sekitar 1.000 ekor babi ke Singapura. Bahkan tercatat sebagai pengekspor babi terbesar di Indonesia,” katanya menegaskan.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Program Pinjaman Tanpa Bunga Dimulai, UMKM Bisa Ajukan Langsung ke Bank Riau Kepri

2 Desember 2021 - 14:21 WIB

Ilustrasi Bank Riau Kepri

UMK Batam 2022 Naik Rp 35.429 Menjadi Rp 4.186.359

2 Desember 2021 - 13:00 WIB

Ilustrasi uang

Ini Daftar UMK 2022 Kabupaten/Kota se-Kepri

2 Desember 2021 - 12:32 WIB

Ilustrasi uang

PAD Karimun Masih Bertopang Pada Sektor Tambang

29 November 2021 - 14:14 WIB

Tambang granit di Karimun

Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,3 Persen Tahun Ini

25 November 2021 - 18:10 WIB

Rencana Pemprov Kepri Membangun Industri Perikanan Tanpa Pinggirkan Nelayan

23 November 2021 - 19:37 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis