Menu

Mode Gelap

Warta · 28 Feb 2022 17:09 WIB ·

Lewat Festival Batu Berdaun, Nizar Harap Lingga Dapat Perhatian Kemenparekraf


 Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat membuka Festival Batu Berdaun dengan kegiatan marathon. Foto: Dok Diskominfo Lingga Perbesar

Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat membuka Festival Batu Berdaun dengan kegiatan marathon. Foto: Dok Diskominfo Lingga

ADVERTISEMENT
advertisement

Bupati Lingga, Muhammad Nizar, optimis untuk membangun Kepariwisataan Bunda Tanah Melayu dan menjadikan Kabupaten Lingga sebagai tujuan wisata sejarah dan religi .

Rencana membangun pariwisata yang sedikit berbeda, dan dinilainya hanya Lingga yang punya potensi tersebut bahkan langsung disampaikan ke Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ari Juliano Gema, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Bumi Putra Nusantara Indonesia (ASPRINDO), H. Jose Rizal, MBA, serta Sekretaris Jendral, Ir. Irwansyah, MBA yang hadir di Kabupaten Lingga pada Festival Batu Berdaun Beach yang diselenggarakan oleh RG Peduli Wilayah Kepri berkerjasama dengan pemerintah daerah, di Pantai Batu Berdaun, Dabosingkep, Minggu (27/2).

Dia berharap, agenda kegiatan pariwisata di Kabupaten Lingga baik itu Tamadun Melayu Antar Bangsa, yang pernah digelar pemkab Lingga pada 2017 silam, dan Festival Batu Berdaun Beach, mendapat perhatian dari Kemenparekraf, atau memungkinkan masuk pada kalender pariwisata nasional.

“Kalau untuk kegiatan-kegiatan sangat sering dilakukan disini (Batu Berdaun). Namun untuk festival baru pertama kali, dan mudah-mudahan dari sini bisa menjadi masukan dan menjadi salah satu perhatian kemenparekraf, semisal masuk dalam kalender pariwisata,” kata dia.

ADVERTISEMENT
advertisement

Nizar mengaku pihaknya serius dalam upaya membangun pariwisata di Kabupaten Lingga, bahkan terus mendorong adanya terobosan-terobosan terkait pariwisata seperti kegiatan yang terlaksana di Batu Berdaun tersebut. Karena memang visi kedepan, Kabupaten Lingga harus menjadi daerah pariwisata yang populer, salah satunya menegakkan wisata sejarah, budaya dan religi sebagai tapak sejarah melayu.

Ia menyebutkan sebagaimana catatan sejarah membuktikan, akar kebudayaan Melayu bermula disini. Dan bahkan telah diakui oleh 6 negera serumpun sebagai Bunda Tanah Melayu tahun 1990-an.

ADVERTISEMENT

Sejak 1787, Kesultanan Lingga – Riau bertamadun di Daik, sebagai pusat pemerintahan selama 113 tahun. Baru pada tahun 1900 berpindah ke Pulau Penyengat dan akhirnya dihapus oleh Belanda pada 1913.

“Usaha kami dalam pengembangan wisata yang tidak ada di kabupaten lain di Kepri. Kalau pantai pengembangan wisata bahari, mungkin sudah ketinggalan selangkah. Ada wisata sejarah dan religi yang begitu sarat, dari peninggalan Kesultanan Riau lingga selama 113 tahun yang pusat pemerintahannya berada di Lingga dan itu wisata yang tidak ada di kabupaten lain di Kepri,” paparnya.

Lingga, menurut Nizar merupakan negeri para sultan, selain Daik sebagai Bunda Tanah Melayu. Ada beberapa makam Sultan yang bersemayam di Pulau Lingga termasuk pahlawan Nasional Sultan Mahmud Riwayat Syah III, yang namanya kini dipakai pemerintah Kota Batam, sebagai nama salah satu masjid agung disana.

ADVERTISEMENT

“Jujur, kami juga sempat berkecil hati, kehadiran pak menteri beberapa waktu lalu di Pulau Penyengat, dan atas pengakuan pulau penyengat. Namun yang nyatanya induk kebudayaan melayu itu berada di Kabupaten Lingga, dan telah diakui sebagai Bunda Tanah Melayu,” jelas dia dihadapan tamu dari kementerian.

Oleh karena itu, dia berharap staff ahli yang hadir bisa menyampaikan keinginannya yang ini mengundang Menteri Sadiaga Uno, agar dapat hadir di Kabupaten Lingga pada puncak peringatan HUT Kabupaten Lingga yang ke 19 pada Oktober mendatang.

Sekaligus ingin memantapkan Tamadun Melayu Antar Bangsa menjadi bagian pariwisata nasional, sebagaimana yang pernah disampaikan ke Menparekraf, Sandiaga Uno beberapa waktu lalu saat dirinya masih berstatus Plt Bupati.

ADVERTISEMENT

“Sampaikan salam takzim dari pemerintah Kabupaten Lingga kepada pak Mentri, kami mengundang ulang tahun Kabupaten Lingga agar dapat hadir di Kabupaten Lingga hadir pada kegiatan HUT Lingga ke 19, yang memang telah kami kemas sebaik mungkin pariwisatanya dan UMKM-nya. Termasuk ingin memantapkan kegiatan Tamadun Melayu Antar Bangsa, dan pemakaian 1.000 tudung Manto, agar masuk rekor muri. Bahkan masuk pada kegiatan tahunan kementerian,” ucap dia.

Hal tersebut disambut positif Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ari Juliano Gema, yang mengapresiasi terselenggaranya Festival Batu Berdaun dengan lancar dan baik.

Dia mengatakan festival atau tamadun bisa dilakukan secara terus menerus, atau menjadi program tahunan daerah. Namun dia tetap merekomendasikan keinginan Bupati Lingga, untuk disampaikan ke Menparekraf, Sandiga Uno.

ADVERTISEMENT

“Mudah-mudahan, beliau (pak Mentri) dilain kesempatan bisa hadir disini. Namun saya kagum atas kerjasama RG peduli Kepri, dan pemerintah daerah, kegiatan berjalan baik. Dengan banyaknya potensi pariwisata, supaya bisa dikemas dan dilakukan dengan kolaborasi dan ekonomi kreatif, agar tetap terus terlaksana,” kata dia.

Sementara Ketua Umum DPP ASPRINDO, H. Jose Rizal, MBA memperkuat keinginan Bupati Lingga. Dengan visi menjadikan pribumi tuan dinegeri sendiri, pihak ASPRINDO mendukung penuh penggelaran festival Batu Berdaun Beach dengan tagline Mewujudkan Desa Wisata
Indonesia Maju dan Mendunia itu.

Keterkaitannya hadir pada festival ini, adalah mengingat misi mengangkat kembali kejayaan kesultanan kerajaan melayu Lingga-Riau melalui warisan seni budaya, kearifan lokal, pariwisata dan sejarah serta kuliner khas yang perlu di kembangkan.

“Melayu adalah pribumi. Sebagai organisasi pengusaha pribumi, ASPRINDO selalu menaruh perhatian atas segala hal yang terkait dalam upaya mengangkat harkat dan martabat kaum pribumi,” papar dia.

Selain itu ASPRINDO, kata dia merupakan partner yang dipilih oleh kemenparekraf dalam strategi memajukan pariwisata di Indonesia.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Tentu saja kita berharap pariwisata diperbatasan terus digeliatkan, itu penting. Apalagi Lingga dekat dengan Singapura dan Malaysia,” kata dia.

Untuk diketahui, Bupati Lingga hadir melepaskan peserta Run Dabo 7 dan 10 Km, serta turut menyemarakkan Fun Bike bersama keluarga dengan rute dari Lapangan Merdeka, Dabosingkep finis di pantai Batu Berdaun. Disela-sela kegiatan, Nizar juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah dan guru yang telah berhasil menyelesaikan penulisan buku pada program Satu Guru Satu Buku

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 86 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

MTQ IX Tingkat Provinsi Kepri 2022 di Anambas Bakal Mundur dari Jadwal

19 Mei 2022 - 21:59 WIB

Upaya Cegah Stunting, UPT Puskesmas Posek Luncurkan Program PALACS

19 Mei 2022 - 21:53 WIB

Siap Tampung Keluhan Layanan Publik, Ombudsman Kepri Akan Gelar PVL on The Spot di Lingga

19 Mei 2022 - 21:38 WIB

Ratusan Penumpang Berangkat Dalam Pelayaran Perdana Karimun-Malaysia

19 Mei 2022 - 20:12 WIB

DPD KNPI Kota Batam Segera Bentuk Pengurusan PK KNPI

19 Mei 2022 - 17:06 WIB

Lahan Seluas 138.661 Hektare di Perairan Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

19 Mei 2022 - 16:56 WIB

Trending di Warta
advertisement