Menu

Mode Gelap

Nasional · 19 Okt 2021 01:44 WIB

Libur Maulid Nabi Digeser Jadi 20 Oktober, Ini Pedoman Perayaannya di Masa Pandemi


Ilustrasi kalender. Foto: Detikcom/Dikhy Sasra. Perbesar

Ilustrasi kalender. Foto: Detikcom/Dikhy Sasra.

Peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW atau yang dikenal dengan istilah Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1443 hijriah jatuh pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Meski demikian, perayaan bagi umat muslim yang masuk dalam hari libur nasional ini digeser sehari. Pemerintah resmi menetapkan libur Maulid Nabi menjadi pada hari Rabu, 20 Oktober.

Pergeseran libur Maulid Nabi ini pun telah disahkan berdasarkan SKB 3 menteri.

“Maulid Nabi Muhammad SAW tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M,” kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

ads

Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah pun merilis pedoman dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2021 di masa pandemi COVID-19 tahun ini

Pedoman tersebut merujuk ke Surat Edaran Menteri Agama (Menag) Nomor 29 Tahun 2021 dan ditandatangani pada 7 Oktober 2021 tentang pedoman kegiatan keagamaan.

Berikut ketentuan dan pedoman perayaan kegiatan keagamaan:

  1. Peringatan Hari Besar Keagamaan pada daerah dengan kriteria Level 2 dan Level 1 penyebaran COVID-19 dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
  2. Peringatan Hari Besar Keagamaan pada daerah dengan kriteria Level 4 dan Level 3 penyebaran COVID-19 dianjurkan dilaksanakan secara virtual/daring.
  3. Dalam hal daerah dengan kriteria Level 4 dan Level 3 penyebaran COVID-19 tetap melaksanakan Peringatan Hari Besar Keagamaan secara tatap muka hendaknya:
    • Dilaksanakan di ruang terbuka;
    • Apabila dilaksanakan di tempat ibadat (masjid/mushalla, gereja, pura, vihara, kelenteng/litang, dan tempat lain yang difungsikan sebagai tempat ibadat) atau ruang tertutup lainnya, jumlah peserta yang hadir paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas ruangan atau 50 (lima puluh) orang;
    • Peserta yang hadir diutamakan berasal dari warga daerah sekitar; dan
    • Pelaksanaan kegiatan dan peserta sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan telah dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat.
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

KSPI Bakal Gugat SK Gubernur se-Indonesia Terkait UMP dan UMK 2022

4 Desember 2021 - 14:43 WIB

TV Analog Akan Dimatikan Tahun Depan Secara Bertahap, Ini Jadwalnya

29 November 2021 - 14:57 WIB

Ilustrasi nonton TV

Mulai 1 Desember, WNI Sudah Bisa Terbang ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari

26 November 2021 - 22:16 WIB

Kabar Duka, Legenda Bulu Tangkis Indonesia Verawaty Fajrin Meninggal Dunia

21 November 2021 - 12:57 WIB

BPOM Keluarkan Izin Darurat Vaksin Asal India Bernama Covovax

20 November 2021 - 07:02 WIB

Ilustrasi vaksin COVID-19

Upah Minimum Provinsi Naik Rata-rata Nasional 1,09 Persen di 2022

16 November 2021 - 23:35 WIB

Menaker, Ida Fauziyah Konferensi Pers upah minimum provinsi
Trending di Nasional