kepripedia
Home / Sosial Budaya / Mahasiswa Kukerta UNRI di Sekupang, Batam Donasikan 100 LITER Handsanitizer

Mahasiswa Kukerta UNRI di Sekupang, Batam Donasikan 100 LITER Handsanitizer

Handsanitizer yang dibagikan ke masjid di Kecamatan Sekupang, Batam. Foto: kepripedia.com

Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) yang tergabung kedalam Tim Kukerta Relawan Desa Lawan Covid-19 Kecamatan Sekupang, Kota Batam mendonasikan sekitar 100 liter handsanitizer  ke sejumlah Masjid dan masyarakat di Kecamatan Sekupang, Kamis (25/6) lalu.

“Program kukerta yang masih baru ini tentu memiliki peran khusus agar mahasiswa yang tergabung di dalam lembaga kerelawanan dapat membantu mengurangi dampak pandemi yang terus mengkhawatirkan bangsa ini.”

“Melalui penugasan di kampung masing-masing diharapkan tentunya kepada kita sebagai mahasiswa dapat lebih mengenal daerahnya dan dapat memajukan kampungnya setelah lulus nanti,” tegas Firdaus selaku Koordinator Tim.

Sekitar 20 Masjid yang berada di tujuh Kelurahan se-Kecamatan Sekupang menjadi target penyaluran handsanitizer oleh Tim Kukerta Universitas Riau ini. Handsanitizer yang berjumlah 100 Liter dikemas menjadi dua, yaitu dalam bentuk jerigen yang berisikan 4-5 Liter sejumlah 20 jerigen dan dalam bentuk botol spray yang berukuran 100 mili Liter sejumlah 50 botol. Total keseluruhan handsanitizer jerigen yang berjumlah sekitar 95 Liter dibagikan ke setiap Masjid masing-masing mendapat 1 jeirgen berisi sekitar 4-5 Liter yang dilengkapi dengan keterangan yang tertera pada label kemasan tersebut. Penyerahan yang dilakukan disetiap masjid ini  melalui perantara pengurus Masjid yang bersangkutan.

ads

“Tim juga menargetkan agar handsanitizer dipergunakan kepada jamaah Masjid secara masif sesuai protokol kesehatan saat menyelenggarakan ibadah berjamaah disetiap Masjid tersebut,” tambahnya.

Selain itu, 5 Liter sisanya Tim membagikan sejumlah handsanitizer yang telah dikemas dalam botol berukuran 100 mL sebanyak 50 botol kepada masyarakat umum sekaligus melakukan sosial eksperimen kepada masyarakat terdampak covid-19. Beberapa pertanyaan pun dilontarkan guna mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat mengenai pandemi ini. Adapun penyebaran ini dilakukan di daerah Kecamatan Sekupang, mulai dari pelabuhan, halte, pasar, SPBU dan sebagainya.

Penyerahan handsanitizer ke salah satu masjid di Kecamatan Sekupang, Batam. Foto: kepripedia.com

“Ya, kalau untuk dampak sih bagi kami tentunya sangat berdampak terutama saat pandemi seperti ini, pengunjung sepi, otomatis parkiran sepi, pendapatanpun tentu berkurang. Harapan, yaa semoga pandemi ini cepat berlalu, vaksin cepat ditemukan, supaya aktifitas kembali seperti dulu” ujar Ahmad, salah satu Tukang Parkir di Pasar Tiban Centre.

Beberapa masyarakat lainnya juga mengutarakan pendapat yang hampir sama saat dilakukan sosial eksperimen oleh Tim Kukerta UNRI ini. Salah satunya mulai dari dampak ekonomi, dampak sosial, serta juga harapan masyarakat yang umumnya yaitu agar pandemi ini cepat berlalu dan vaksin segera ditemukan.

ads

Adapun Tim Kukerta Relawan Desa Lawan COVID-19 Kecamatan Sekupang ini terdiri dari sembilan mahasiswa UNRI berasal dari berbagai daerah di Kota Batam. Kesembilan orang mahasiswa itu adalah Firdaus (Tiban Lama), Khadijah (Tiban Lama), Reza (Tanjung Uma), Alya (Tiban), Septi (Batam Centre), Anggun (Batu Aji), Aini (Batu Aji), Nadia (Bengkong), dan Wulan (Tanjung Riau).

Mereka berkumpul menjadi satu Tim Relawan COVID-19 di Kecamatan Sekupang bekerja sama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sekupang yang dipandu oleh Bapak Wahyono selaku salah satu tim TKSK Sekupang.



Penulis: Hasrullah

Editor: Hasrullah

BERI KOMENTAR