Menu

Mode Gelap
 

Netizen · 2 Mei 2021 22:52 WIB ·

Makna Tunaikan Zakat Bagi Umat Muslim


 Ilustrasi. Foto: ekonomisyariah.org Perbesar

Ilustrasi. Foto: ekonomisyariah.org

Zakat merupakan hal urgent. Bahkan salah satu kewajiban umat muslim adalah membayarkan zakat fitrah yang di setiap bulan Ramadhan. Zakat dibayarkan dengan 3,5 liter makanan pokok dari daerah tempat Anda tinggal, dalam hal ini di Indonesia adalah beras.

Zakat sendiri memiliki bermacam-macam jenis yang wajib anda ketahui beserta ketentuannya. Berikut penulis paparkan untuk menjadi pengetahuan kita bersama.

Zakat Fitrah

Salah satu jenis zakat yang wajib ditunaikan umat muslim adalah zakat fitrah. Di Indonesia biasanya orang akan memberikan beras. Ada juga yang memberikan biji-bijian, gandum, hingga kurma kering untuk diberikan sebagai zakat fitrah.

Fungsi zakat fitrah itu bertujuan mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan kotor dan perbuatan dosa. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan makan kepada fakir miskin dengan cara membantu mencukupi kebutuhannya.

ads

Ketetapan Zakat Fitrah

Zakat fitrah sebetulnya memiliki ukuran tersendiri yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim, yaitu sebanyak satu Sha’ (sekitar 2,5 Kg) dari makanan pokok.

Nah, bila pada zaman dahulu kala, diketahui melalui berbagai hadits ada ketetapan makanan untuk zakat fitrah, yaitu kurma kering, sya’ir, susu kering yang tidak dibuang buihnya, serta kurma basah.

Ada juga riwayat yang menetapkan mengenai gandum, dan biji-bijian. Namun, dewasa ini para muslim mengeluarkan zakat fitrah sesuai dengan makanan pokok yang berlaku di daerah masing-masing, makanan yang dimakan di waktu pagi dan petang, seperti beras dan lainnya.

Zakat Fitrah di Masa Kini

Dengan berkembangnya zaman, kini zakat lebih sering dibayarkan dengan uang, namun harus tetap sesuai dengan nilai dari kewajiban zakat fitrah yaitu bahan makanan.
Hal ini, menurut sebagian orang karena uang lebih istihsan (menganggap lebih baik), dan bermanfaat untuk orang miskin ketimbang bahan makanan.


ads

Ilustrasi Zakat. Foto: Hipwee

Zakat Maal

Selain zakat fitrah, ternyata ada macam-macam zakat lainnya yakni zakat maal (harta). Zakat maal adalah zakat penghasilan. Selanjutnya, ada beberapa jenis zakat penghasilan yaitu zakat hasil pertambangan, hasil pertanian, hasil laut, hasil ternak, perak, dan ternak. Masing-masing jenis zakat memiliki ketentuan dan perhitungannya sendiri.

Pengelolaaan zakat bahkan sudah diatur dalam perundang-undangan di Indonesia. Di dalam Undang-undang (UU) pengelolaan zakat nomor 38 tahun 1998 “Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya.”

Zakat maal atau zakat harta merupakan segala sesuatu yang diinginkan oleh manusia untuk dimiliki, dimanfaatkan, serta disimpan. Untuk menunaikan zakat maal, kamu harus memenuhi syarat berikut:

  1. Milik penuh, bukan bersama.
  2. Bebas dari hutang.
  3. Sudah lebih dari satu tahun.
  4. Sudah cukup nisab (sudah mencapai nilai tertentu).
  5. Mempunyai potensi berkembang.

Selanjutnya, UU tersebut juga menjelaskan tentang pengelolaan zakat, fungsi zakat dan siapa yang berhak mengatur zakat. Berikut beberapa ketentuan zakat yang ada di Indonesia:

Emas dan Perak
Ketentuan zakat yang pertama adalah ketentuan zakat emas dan perak. Anda diwajibkan membayar zakat yang cukup nisabnya dan telah dimiliki selama setahun. Perhitungannya adalah sebesar 2,5% dari nilai emas tersebut. Sebagai contoh jika Anda memiliki emas sebesar 100 gr, maka zakat yang wajib dibayarkan adalah harga 2,5 persen dari emas.

Sebagai contoh 1 gr emas berharga Rp 50.000, maka besaran zakat yang harus dibayarkan yaitu adalah 100gr x Rp 50.000 x 2.5 persen = Rp 125.000.

Binatang Ternak

Selanjutnya, zakat penghasilan yang harus Anda bayarkan adalah hasil ternak. Hewan ternak yang terkena wajib zakat adalah dengan hewan yang memberikan manfaat bagi manusia, digembalakan, mencari makan sendiri melalui gembala, telah dimiliki satu tahun dan mencapai nishab.

Masing-masing hewan ternak berbeda-beda. Sebagai contoh sapi, jika jumlahnya mencapai 30 ekor, maka zakatnya berupa seekor anak sapi satu tahun.

Zakat Perdagangan atau Tijarah

Zakat perdagangan atau zakat tirakat yaitu zakat yang berkaitan dengan komoditas perdagangan. Zakat ini memiliki ketentuan yakni diambil dari modal, dan dihitung dari total penjualan barang sebesar 2,5 persen.

Anda bisa membayarkan uang dengan seharga nilai tersebut atau berupa barang dagangan.

Nah itu tadi beberapa jenis zakat yang wajib kamu ketahui dan jangan lupa untuk menunaikan semua ketentuan zakat ya, karena tak cuma menyucikan diri tapi juga membantu sesama lewat zakat.
Baik infaq maupun sedekah mempunyai hikmah yang sangat besar bagi kehidupan.

 



Artikel ini ditulis oleh Satrio, M.A
Dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau
Mahasiswa S3 UIN STS Jambi

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Penulis:

Editor: Redaksi


Baca Lainnya

Bagaimana Pendidikan Olahraga Selama Pandemi COVID-19

18 Juni 2021 - 15:40 WIB

Disebut dalam al-Quran dan Hadist, Ini 5 Keutamaan Bersedekah

12 Mei 2021 - 01:04 WIB

7 Keajaiban dari Infaq dan Sedekah

8 Mei 2021 - 22:12 WIB

Toxic Positivity: Kalimat Positif Menjadi Toxic Bagi Seseorang

29 April 2021 - 23:41 WIB

Musrenbang Kurang Diminati Anak Muda, Aktivis Minta Pemkab Lingga Gelar Festival Gagasan

8 April 2021 - 21:14 WIB

Menangkal Terorisme Sejak Dini dari Tingkat Pelajar

29 Maret 2021 - 17:47 WIB

Trending di Netizen