Menu

Mode Gelap
ads

Event · 28 Okt 2021 14:50 WIB

Malam Ini Gedung Aisyah Sulaiman Kembali ‘Siuman’


Poster cover event kalamusika. Foto: Istimewa Perbesar

Poster cover event kalamusika. Foto: Istimewa

Dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Kota Tanjungpinang, Yayasan Kampung Seni Sekatap bersama sejumlah sastrawan Kepulauan Riau kembali membuat gedung kesenian Aisyah Sulaiman kembali siuman, setelah hampir 3 tahun mati suri dilanda pandemi Covid-19.

Dengan mengusung tema “kalaMusika” suguhan pertunjukan yang dikemas dalam bentuk hybrid ini membuat pementasan konser kata-kata, yang melibatkan penonton secara terbatas maupun siaran langsung di kanal virtual pada malam ini, Kamis (28/10).

Pendiri Yayasan Kampung Seni Sekatap, Husnizar Hood mengatakan bahwa konser kalaMusika merupakan wujud kerinduan dan keseriusan sejumlah seniman Kepulauan Riau ditambah dengan dukungan penuh dari Kejari Tanjungpinang.

“Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Joko Yuhono juga pecinta seni dan budaya, selain memberi dukungan penuh, beliau juga turun langsung untuk tampil dalam konser kalaMusika,” terang Husnizar.

ads

 

kalaMusika Konser kata-kata yang digelar malam ini, Kamis 28 Oktober 2021 di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman Kota Tanjungpinang.

 

Mengupas Makna Dibalik Konser KalaMusika

Pendiri Yayasan Kampung Seni Sekatap yang juga mantan ketua Dewan Kesenian Kepulauan Riau, Husnizar Hood membeberkan makna tersirat dari seguhan konser kalaMusika yang dipastikan pentas pada malam ini, Kamis (28/10) di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman.

Diakuinya, kalaMusika merupakan paduan dari dua kata, yakni kalam yang berarti kata-kata dan musik yang berarni lantunan nada. Namun, kalaMusika bukanlah suguhan musikalisasi puisi maupun visualisasi puisi. KalaMusika merupakan suguhan konser yang berbeda.

ads

Bagi Nizar, kata-kata yang secara sengaja disusun sedemikian rupa dan diucapkan olah para sastrawan juga merupakan bagian dari sebuah kekuatan dari seni.

“Kalau boleh saya bocorkan sedikit, kalaMusika ini adalah paduan antara gerak tubuh, rentak nada serta kata-kata yang dikemas dalam suguhan konser profesional,” Ujarnya.

Bertepatan dengan perayaan Sumpah Pemuda, kalaMusika tidak hanya menyuguhkan penyair handal dari orang-orang hebat seperti, Dato’ Sri Lela Budaya Rida K Liamsi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tanjungpinang hingga Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji, bahkan kalaMusika juga menghadirkan sestrawan muda Kepulauan Riau hingga bibit generasi penyair yang masih di usia belia.

“Saya tidak boleh membocorkan kalaMusika ini lebih detail, nanti tak seru jadinya. Yang bisa kami pastikan bahwa siapapun masuarakat yang menonton kalaMusika, baik secara streaming maupun yang datang langsung ke Gedung Aisyah Sulaiman akan pulang dengan selaksa kepuasan. Karena kita semua sudah cukup menderita menanggung rindu dari sebuah pementasan,” ujar Nizar.

 

Kajari, Gunakan Seni Sebagai Filter Taat Hukum

Jika kata pencinta mengandung makna orang yang mencintai, dan pecinta adalah orang yang bercinta, maka untuk di dunia seni, sosok Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tanjungpinang, Joko Yuhono lebih tepat menyandang kata kedua-‘pecinta’.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Joko Yuhono sedang latihan konser kalamusika beberapa waktu lalu. f-Yoan S Nugraha

Tidak sekedar menjadi penikmat seni dan budaya, Kajari satu ini tidak sungkan untuk tenjun langsung menjadi pelaku dalam sejumlah pementasan seni.

Hal tersebut diakuinya secara langsung, bahkan sempat beberapa kali nama Joko Yuhono disebut-sebut dalam sejumlah kegiatan kesenian di Kota Tanjunpinang bersama pelaku seni lainnya.

Dimata Joko, Kota Gurindam-Negeri Pantun Tanjungpinang memiliki kekayaan budaya yang patut untuk terus dilestarikan.

“Bagi saya, Tanjungpinang ini tak kurang satu apapun untuk soal seni, terutama dalam bidang sastra dan budaya. Bahkan cikal bakal Bahasa pemersatu bangsa, yakni Bahasa Indonesia yang kita gunakan saat ini juga berasal dari sini yakni Pulau Penyengat. Kurang apalagi kita? Ini adalah anugerah dari Tuhan yang harus kita banggakan dan lestarikan,” tuturnya yang mengaku turut tampil dalam konser kalaMusika.

Memilih menjadi pecinta seni, bukan tanpa alasan, sebab dimata Kajari Tanjungpinang ini, seni akan membuat kehidupan akan menjadi lebih baik dan teduh. Keragaman seni juga dapat disejalankan dengan upaya mencegah dari pelanggaran hukum.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Akhir Tahun Ada Lomba Memancing Piala Gubernur Kepri 2021, Buruan Daftar!

3 Desember 2021 - 18:36 WIB

Ilustrasi memancing

IOF Bintan-Tanjungpinang Bakal Gelar Jelajah Bumi Segantang Lada 5 Hari

28 November 2021 - 16:01 WIB

Wagub Kepri Dianugerahi Gelar Dato Wira Indera Puteri

27 November 2021 - 19:56 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto Akan Buka Puncak IDC AMSI 2021

22 November 2021 - 21:29 WIB

Ratusan Peserta Tropical Ride Bintan Dilepas di Lagoi Bay

20 November 2021 - 14:33 WIB

Pekan Kebudayaan Nasional 2021 Kembali Digelar Secara Virtual

19 November 2021 - 22:30 WIB

Trending di Event