Warta ยท 17 Nov 2021 11:31 WIB

Masyarakat Keluhkan Perbaikan Pelabuhan Roro Jagoh yang Belum Selesai


Salah satu tokoh masyarakat di papan nama proyek rehabilitasi Pelabuhan Roro Jagoh. Foto: Ist/kepripedia.com Perbesar

Salah satu tokoh masyarakat di papan nama proyek rehabilitasi Pelabuhan Roro Jagoh. Foto: Ist/kepripedia.com

Sejumlah masyarakat Kabupaten Lingga tampak mengeluhkan lamanya pengerjaan perbaikan Pelabuhan Roro, di Desa Jagoh Kecamatan Singkep, Barat. Pasalnya dengan semakin lama tidak beroperasinya pelabuhan Roro di Jagoh, dinilai menghambat mobilitas khususnya untuk angkutan kebutuhan masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Suryadi, menyesalkan lambatnya pengerjaan proyek senilai Rp 6,4 miliar itu. Bahkan ia menyebutkan proyek tersebut terkesan sengaja dilambatkan. Padahal Dinas Perhubungan sendiri sudah membuat pengumuman target pengerjaanya satu bulan.

“Kemarin dinas perhubugan memberikan pengumuman bahwa penutupan dermaga tersebut sampai tanggal 31 Oktober 2021, atau selama satu bulan, yang diterbitkan pada tanggal 04 Oktober 2021, dengan nomor surat 550/DISHUB/364,” ujar Suryadi.

Namun pada tanggal 26 Oktober 2021, Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga kembali menerbitkan surat dengan nomor 550/DISHUB/409, yang menyatakan bahwa penutupan Pelabuhan Roro tersebut diperpanjang karena pengerjaan proyeknya belum selesai. Dalam surat kedua tersebut, penutupan diperpanjang sampai tanggal 25 November 2021.

ads

Meski sudah diperpanjang dua kali, namun hingga hari ini Rabu (17/11) proyek tersebut, masih terlihat belum juga selesai dan pengerjaan diprediksi akan semakin lama, hal ini diduga adanya kelalaian dari dinas dan kontraktor dalam pengerjaannya.

“Tentu ini akan sangat berdampak pada perekonomian masyarakat di Kabupaten Lingga, karena biaya transportasi bahan-bahan pokok akan semakin besar dan bahan pokok yang selama ini masuk dari pelabuhan roro otomatis akan terhambat,” ujarnya.

Dampak tersebut menurut Suryadi juga akan memicu terjadinya inflasi, karena berkurangnya pasokan bahan pokok ke Kabupaten Lingga.

Jembatan penyeberangan dari kapal Roro ke pelabuhan yang sedang diperbaiki. Foto: Ist/kepripedia.com.

ads

Hal yang sama juga dikeluhkan Anton, salah satu pedagang di pasar Dabosingkep. Dengan tidak beroperasinya Kapal Roro dalam jangka waktu yang cukup lama, dampaknya barang-barang yang selama ini mengandalkan kapal roro baik dari Jambi maupun Batam menjadi terhambat.

“Kalau kapal Jambi itu sekarang sangat ketat usai terjadinya laka laut kemarin, sehingga barang-barang yang dibawa juga dibatasi, sehingga kapal roro ini menjadi andalan kita selama ini,” ujarnya.

Dengan tidak beroperasinya pelabuhan roro dalam waktu yang lama, tentu hal tersebut akan memberikan dampak harga barang yang akan meningkat.

“Ini sudah hampir dua bulan bang, biasanya itu kalau docking paling lama 30 hari, sekarang sudah hampir dua bulan, bayangkan kita tentu sangat berharap dengan pemerintah,” ujarnya.

Berdasarkan papan keterangan, proyek senilai 6,4 milyar tersebut, dikerjakan oleh PT Sumber Cipta Yoenanda yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lingga, tahun anggaran 2021 pada Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung

Penulis: | Editor: Redaksi


ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Waspada COVID-19 Varian Omicron yang Lebih Cepat Menular

8 Desember 2021 - 20:50 WIB

Didemo Buruh Soal UMK, Gubernur Ansar: Berunjukrasalah dengan Tertib

8 Desember 2021 - 18:53 WIB

Pemulangan PMI Melalui Batam Diperketat Antisipasi Varian Omicron

8 Desember 2021 - 18:39 WIB

Para PMI Tiba di Batam melalui Pelabuhan Batam Center

Satgas: 7.000 PMI dari Malaysia Akan Pulang Melalui Batam

8 Desember 2021 - 18:21 WIB

Dandim 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan

Berniat Kabur, Pelaku Cabul di Batam Ditangkap di Atas Kapal Tujuan Meranti

8 Desember 2021 - 17:13 WIB

Koramil 01/Balai Gelar Binter dan Binfung

8 Desember 2021 - 16:56 WIB

Trending di Warta