kepripedia
Home / Pojok / Melihat Adaptasi di Atas Kereta Api Indonesia

Melihat Adaptasi di Atas Kereta Api Indonesia

Petugas KAI mengecek tiket penumpang dengan menerapkan prokes. Foto: dok KAI

Pandemi COVID-19 membuat orang menjadi berubah dalam beradaptasi, menerapkan kebiasaan baru, sebagai salah satu langkah mencegah penyebaran COVID-19.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau (KAI) bergerak di sektor jasa transportasi berubah total. Misalnya, seperti tempat duduk kelas ekonomi antara penumpang begitu jarak dibuat dan juga tak lagi berdesak-desakan.

Seluruh ruangan juga telah disediakan alat cuci tangan hingga cek suhu tubuh. Selain itu ada juga fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses, oleh calon penguna kereta api.

Setiap calon penguna kereta api jarak jauh diwajibkan mengantongi surat tes PCR dan antigen yang hasil non-reaktif COVID-19 serta ditunjukan ke petugas saat berada di stasiun kereta.

ads

Semua itu disediakan agar penguna jasa KAI tidak khawatir mengenai penyebaran virus corona selama masa perjalanan. Bahkan itu semua dapat mencegah potensi penyebaran virus corona serta tidak ada kluster baru dalam masa perjalanan di atas kereta.

Petugas KAI menyemprotkan disinfektan di Kereta Api. Foto: Dok KAI.

VP Corporate Public Relations PT KAI Joni Martinus mengatakan, meski penumpang anjlok di tengah pandemi COVID-19 namun pihaknya tetap optimis badai ini akan cepat berlalu dan akan kembali normal.

“Kalau untuk penumpang saat ini turun drastis, sudah terasa sejak wabah virus corona merebak di tanah air,” kata Joni pada kepripedia saat dihubungi.

Dia mencatat tingkat volume penguna kereta api jarak jauh, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat serta level 4 mengalami penurunan.

ads

Hal itu, kata dia, terlihat dari bulan Juli hingga 5 Agustus 2021,sebanyak 9.140 pelanggan per hari yang mengunakan jasa kereta api. Jumlah itu, turun 92% dibanding pada tahun Maret lalu sebanyak 116.1550.

Dia menambahkan, dengan penurunan itu operasional KAI selama PPKM Darurat dan level 4 dibatasi yang hanya 56 KA per hari beroperasional.

“Ini turun 78% dibanding sebelum pandemi COVID-19 pada bulan Januari hinga Maret 2020 sebesar 249 KA per hari,” tambah dia.

Kendati penumpang turun, lanjutnya, namun KAI tetap melayani masyarakat berpergian baik jarak dekat maupun jarak jauh dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan sesuai pedoman protokol kesehatan.

“Kita tetap layani dengan adaptasi yang baru dengan disiplin protokol kesehatan yang kita tekankan di kereta api,” pungkasnya.



Penulis: Zalfirega

Editor: Redaksi

BERI KOMENTAR