Menu

Mode Gelap

Warta · 15 Okt 2021 19:42 WIB

Melihat Persiapan Pertamina di Bandara Hang Nadim Sambut Travel Bubble


Proses pengisian avtur ke pesawat. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Proses pengisian avtur ke pesawat. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Di bawah terik matahari, berpakaian baju kuning khas petugas lapangan ‘Pertamina’ dilengkapi helm, sarung tangan, dan kaca mata hingga sepatu baru yang dinamakan ‘safety briefing’ begitu ketat melengkapi liputan kali ini. Pasalnya memang harus seperti itu standarnya saat berada di area yang digelari ‘terlarang’ ini.

“Belum pernah ke sini ya, liputan di Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Hang Nadim Batam ini,” ujar Sales Area Manager Pertamina Kepri, Fahrizal, menyambut para wartawan, Kamis (14/10) siang itu.

“Ini janji saya kepada wartawan kala itu baru pertama kali bertemu sapa (tugas) di Kepri untuk berkesempatan reportase pengisian minyak avtur di depot,” lanjut Fahrizal mengingat janjinya.

Ya, kali ini kepripedia pun diajak untuk melihat langsung kerja-kerja para awak Pertamina di Bandara Hang Nadim, Batam. Sesuatu yang baru namun sudah dibayang-bayang sejak dulu. Mungkin sepintas, hanya mengira-ngira proses pengisian minyak avtur ke pesawat layaknya mengisi bensin di SPBU.

ads

Fahrizal yang saat itu secara langsung akan memandu liputan para kuli tinta ini juga mulai memberikan penjelasan. Ia menerangkan, pengisian avtur tak semudah yang dibayangkan. Menurutnya, ibarat bayi baru lahir yang harus dipapah dan dijaga sebaik mungkin. Begitu pun proses perawatan avtur hingga sampai pada tangki bahan bakar pesawat. Tak lain, proses ini untuk memastikan kualitas yang maksimal.

Eits, untuk masuk kawasan depot yang terlarang bagi orang umum ini tidak sembarangan. Beberapa hal perlu dipastikan, seperti tidak boleh membawa handphone, apalagi korek api serta barang-barang lain yang dinilai berpotensi membahayakan.

Di masa-masa pandemi ini, pihak Pertamina juga tidak hanya memperhatikan ‘safety’ saja. Meski area ini tidak semua bisa masuk, namun tetap wajib mematuhi protokol kesehatan. Tetap mengunakan masker, menjaga jarak, meskipun baju berlabel Pertamina yang tebal itu telah dipasang.

“Ini masih pandemi COVID-19 jadi kita tetap mematuhi protokol kesehatan, untuk dapat mencegah penyebaran virus corona. Jadi kita minta selalu mengunakan masker dan jaga jarak,” kata Operasional Head (OH) DPPU Hang Nadim, Sigit Andrianto, ikut memandu para wartawan.

ads

Di lokasi, mata pun mulai tak tahan untuk melirik sana sini. Pipa besar (pompa) dan tangki minyak lapisan baja yang dipastikan aman mengelilingi.

Tanki dan pipa baja di depot penimbunan avtur. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Ada beberapa hal yang menarik disini. Seperti menyaksikan langsung bagaimana pekerjaan sehari-hari orang-orang penting di balik padatnya penerbangan pesawat di Hang Nadim. Memang jarang terlihat, justru merekalah yang bekerja merawat dan memastikan bahan bakar pesawat ini dapat digunakan tanpa kendala. Bahkan untuk memastikan kualitas avtur yang baik setara dunia, juga disediakan alat ukur khusus untuk melihat kualitas.

Beberapa jam di situ, dengan sebuah mobil kemudian pihak Pertamina mengajak awak media menuju landasan yang berjarak sekitar 2 KM dari DPPU

“Jadi prosesnya itu begitu panjang ya. Ada mobil yang langsung distribusi ke pesawat. Bahkan terbaru kita mengunakan sistem project digital ground operation (DG) dalam pengisian avtur,” lanjut Fahrizal menerangkan.

Selain untuk berbagi mengenai proses pengisian avtur, Fahrizal pun menyebut tujuannya mengajak para jurnalis ini juga untuk melihat langsung persiapan dibukanya Travel Bubble yang notabenenya akan ikut meningkatnya trafik penerbangan keluar masuk Kepri melalui Batam.

Disela-sela pembicaraan, ia pun berharap ketika Travel Bubble dibuka akan membawa pengaruh positif kepada seluruh mobilitas perekonomian Indonesia, khususnya Kepri.

“Jadi kita sudah siap apa bila Travel Bubble di buka,” ucap dia.

Sementara itu, Sigit Andrianto menambahkan jika avtur di Kota Batam saat ini cukup untuk aktivitas penerbangan hingga 40 hari ke depan, bahkan di masa dibukanya Travel Bubble kelak. Sekarang Pertamina memiliki persediaan Bahan Bakar Avtur sebanyak 13.500 Kiloliter (KL). Selain itu juga masih ada persediaan di depot Kabil, sebanyak 20.000 KL Avtur yang siap didistribusikan apabila diperlukan.

“Selain ketersediaan stok Avtur, juga terus menjaga standar pelayanan penyediaan bahan bakar maskapai agar tetap optimal. Mulai dari standar safety dan service yang tidak berkurang sama sekali sejak tempo dulu. Ini yang kami utamakan,” kata dia.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Mulai Desember Ini, Layanan Kemoterapi di RSUP RAT Sudah Layani Peserta BPJS Kesehatan

4 Desember 2021 - 15:31 WIB

RSUP Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang

Aksi Berbagi Bunga Anak Difabel di Karimun

4 Desember 2021 - 13:43 WIB

Vaksinasi COVID-19 Serentak BINDA Kepri di 3 Lokasi

4 Desember 2021 - 12:21 WIB

Tanggapan Komisi III DPRD Kepri Terkait Pemadaman Listrik di Batam

3 Desember 2021 - 21:56 WIB

Irwansyah DPRD Kepri

Komisi II DPRD Kepri Monitoring Samsat Batu Aji

3 Desember 2021 - 19:02 WIB

Bansos COVID-19 Masih Masuk Dalam APBD 2022

3 Desember 2021 - 18:18 WIB

Trending di Warta