kepripedia
Home / Nasional / Menaker Targetkan Bantuan Tenaga Kerja Mikro untuk 100 Ribu UMKM di Tahun 2021

Menaker Targetkan Bantuan Tenaga Kerja Mikro untuk 100 Ribu UMKM di Tahun 2021

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah. Foto: Dok. Kemnaker

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengungkapkan tengah menyiapkan bantuan untuk tenaga kerja mikro (TKM) bagi para pelaku yang bekerja informal maupun UMKM.

Bantuan dari program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini ditarget menyasar ke sebanyak 100 ribu pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Program ini untuk menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang usaha untuk masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 serta kebijakan dari PPKM.

TKM ini telah termasuk bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial, yang memang secara langsung menangani dampak sosial yang diakibatnya pandemi COVID-19.

Program ini diberikan kepada oleh kelompok usaha ultra mikro dan mikro, serta pedagang kaki lima, contohnya seperti warung makan, ternak lele petani, kuliner kekinian, warung kopi, dan sembako.

ads

“Secara keseluruhan pada program TKM itu akan menyasar 100 ribu pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Pelaksanaannya disesuaikan dengan potensi daerah tersebut, agar memacu kreativitasnya masyarakat setempat demi untuk memperbanyak kesempatan kerja,” ujar Ida Fauziyah, Senin (23/8) dilansir kumparan.

Selain itu, TKM juga diberikan kepada pekerja yang informal yang memang tidak mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji.

“Kemenaker hanya memberikan bantuan subsidi upah (BSU) bagi 12,4 pekerja yang telah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan pada akhir tahun 2020,” tambahnya.

Sejak pandemi COVID- 19 dua tahun yang lalu, gelombang pemutusan hubungan kerja terus berlangsung. Data BPS menyebutkan, sebanyak 2,56 juta orang telah menjadi pengangguran akibat pendemi COVID-19 di Indonesia. Dampak yang tak menguntungkan ini, juga dirasakan para pelaku pekerja usaha mikro dan ultra mikro.

ads

Merujuk hasil survei Kemnaker yang digelar di tahun 2020, sektor itu mengalami penurunan drastis pada permintaan, produksi, dan keuntungan, hingga mencapai lebih dari 90 persen.

Pemerintah pun meluncurkan berbagai hal kebijakan untuk mengatasi keadaan itu. Salah satu di antaranya adalah Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang merupakan bagian Jaring Pengaman Sosial dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Program yang mulai dikenalkan pada tanggal 3 Oktober 2020 untuk bertujuan memberdayakan pelaku usaha kerja, sekaligus untuk mengurangi angka pengangguran. Termasuk, mencetak wirausahawan baru melalui bantuan usaha.


 

Baca selengkapnya di kumparan

Berita ini dikutip dari kumparan.com



Penulis: Tim

Editor: Hasrullah

BERI KOMENTAR