Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 29 Okt 2021 14:14 WIB

Merasa Aneh Kliennya Dijadikan Tersangka, Kuasa Hukum Bos Mikol Minta Bea Cukai Terang-terangan


Kuasa hukum terdakwa Albert Johanes, Filemon Halawa, menunjukkan berkas perkara kliennya. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Kuasa hukum terdakwa Albert Johanes, Filemon Halawa, menunjukkan berkas perkara kliennya. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Kuasa hukum terdakwa Albert Johanes yang dijadikan tersangka atas kasus kepemilikan rokok dan minuman beralkohol (Mikol), Filemon Halawa meminta pihak Bea Cukai untuk terang benderang mengungkap kasus tersebut.

Diketahui, kasus yang menjerat kliennya itu telah masuk meja hijau. Dalam agenda persidangan, majelis hakim telah memeriksa para saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Empat saksi dihadirkan kala itu di antaranya dua petugas Bea Cukai dan saksi Burawi Hasyiem selaku nakhoda dan Irwan Arif Zainal selaku ABK.

“Dalam persidangan empat orang saksi tidak ada yang kenal dengan klien saya. Anehnya kenapa bisa ditetapkan tersangka hingga akhirnya menjadi terdakwa,” ujar Filemon pada wartawan, di Batam Center, Kamis (28/10).

ads

Kata dia, proses penetapan status klien jadi tersangka tidak berdasar secara hukum. Ia menilai penetapan itu hanya berdasarkan keterangan dari dua orang saksi. Ditambah manifest dari perusahaan Singapura yang dinilainya janggal.

“Jadi kami temukan tanda tangan klien kami, hanya karena alamat rumah dan nama Albert. Pertanyaannya, apakah sudah diperiksa pemilik perusahaan di Singapura?” ujar pria yang disapa Leo itu.

Ia menilai sepanjang belum ada pemeriksaan terhadap pihak perusahaan Singapura yang mengeluarkan manifest, penetapan kliennya menjadi tersangka hingga terdakwa tergolong prematur.

“Dan klien kami sudah bantah itu. Tapi terkesan dipaksakan klien untuk mempertanggungjawabkan dakwaan jaksa itu,” kata Leo.

ads

Selain itu, lanjutnya, seharusnya juga pemilik kapal dan pemilik barang juga harus diperiksa. Tujuannya agar kasus ini terang benderang, serta tidak hanya ABK dan klien saja yang bertanggung jawab.

“Kita minta keadilan itu ada dengan dapat mengungkap sampai ke akarnya. Sudah jelas alamat dan namanya dalam BAP klien kami. Jika tidak ditangkap, ada apa? Ini kami kawal terus. Jangan sampai klien kami hanya menjadi korban,” tegas dia.

Untuk diketahui dalam dakwaan JPU, Albert Johanes, diduga terlibat penyeludupan sebanyak 455 karton rokok dan 85 kardus minuman alkohol tanpa dilekati cukai.

Barang tersebut berasal dari Singapura yang diangkut KM. Budi GT 34. Dan ditangkap Bea dan Cukai Tipe B Batam pada 20 Februari 2021 lalu sekira pukul 04.30 WIB. Bertempat di Perairan Tanjung Sengkuang Kota Batam.

Dalam perkara tersebut, dua terdakwa lain sudah lebih divonis hakim tiga tahun penjara. Kedua terdakwa lainnya yakni Burawi Hasyiem selaku nakhoda dan Irwan Arif Zainal selaku ABK.

Terdakwa Albert Johanes didakwa Pasal 50, 56, 54 Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan/atau Pasal 102 huruf a Undang-Undang RI No.17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Terpisah, Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Undani, menyebut terkait hasil penyidikan berada di ranah tim penyidik dalam kasus tersebut. Bahkan untuk menetapkan seorang menjadi tersangka telah mengantongi alat bukti yang lengkap.

“Jadi penetapan seseorang menjadi status tersangka telah melalui proses panjang pada saat penyidikan dengan berdasar pada keterangan sejumlah saksi dan bukti permulaan yang kuat,” kata Undani pada kepripedia.

Ia menerangkan jika penyidik sendiri tidak semena-mena dalam menetapkan status seseorang sebagai tersangka. Apalagi jika tidak ada alat bukti yang kuat sesuai dengan prosedur yang ada.

“Jadi begitu proses panjang serangkaian penyelidikan dan penyidikan sehingga berkas dinyatakan lengkap (P21) berkas penyidikan oleh kejaksaan. Ketika berkas sudah P21 kita menyerahkan sepenuhnya pada pengadilan untuk proses lebih lanjut,” tutup dia.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

KPK Sebut Terima Pengembalian Uang Rp 3 M dari Kasus Kuota Rokok di Bintan

4 Desember 2021 - 20:49 WIB

Tega! 2 Pemuda di Batam Cabuli Anak SD Secara Bergilir

3 Desember 2021 - 22:19 WIB

2 Pencuri di Dabo Singkep Ditangkap Polisi, 1 Sempat Sembunyi di Kelong

3 Desember 2021 - 20:34 WIB

Konferensi pers pengungkapan kasus pencurian di Dabo Singkep

Polres Bintan Tangkap Bandar Narkoba di Tanjungpinang

3 Desember 2021 - 18:35 WIB

Gara-gara Cemburu, 2 Pria di Batam Keroyok Suami Rekan Wanitanya

3 Desember 2021 - 06:11 WIB

ABK yang Loncat ke Laut Saat Dikejar Bea Cukai Bawa 488 Ribu Rokok Ilegal

2 Desember 2021 - 16:44 WIB

Trending di Hukum Kriminal