kepripedia
Home / Ekonomi Bisnis / Meski Pandemi, Usaha Hewan Kurban Ramai Pembeli

Meski Pandemi, Usaha Hewan Kurban Ramai Pembeli

Sapi yang akan dijual untuk kurban di Sei Temiang, Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Menjelang Idul Adha yang jatuh pada tanggal 2o Juli 2021 mendatang, harga beli hewan qurban semakin meroket. Salah satu faktor naiknya harga beli tersebut diakibatkan oleh dampak pandemi COVID-19.

Melalui penjajakan kepripedia, salah satu pedagang sapi di Sei Temiang Batam, Kadi mengakui adanya kenaikan harga beli yang dilakukannya. Namun demikian, Kadi tidak menaikkan harga jual, mengingat sulitnya kondisi ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

Menurutnya, faktor penyebab kenaikan harga sapi, dikarenakan tingkat populasi ternak yang kian hari berkurang ditambah bibit yang melambung naik, terlebih dalam kondisi pandemi.

Kadi menjelaskan untuk kenaikan kambing yang dibelinya mencapai Rp 200 ribu dan sapi mencapai Rp 500 ribu per ekor. Itu merupakan ternak yang didatangkan dari Pulau Jawa, Sumatra, dan daerah lainya yang ada di Indonesia.

ads

“Kalau di kandang kami ini didatangkan dari Lampung, sekitar 200 ekor jenis sapi Bali,” bebernya.

Meski harga sapi naik di daerah asal, lanjutnya, pihaknya tidak menaikan harga jual kepada konsumen. Pasalnya tentu para konsumen akan lari ke yang lain.

“Lebih baik kita pertahankan saja, dari pada (konsumen red) lari nanti,” bebernya.

Meski pandemi, peminat masyarakat untuk kurban cukup signifikan, hal itu terlihat dari penjualan sapi dan kambing yang tidak ada surut.

ads

“Untuk harga sapi kita jual per ekor rata-rata Rp 21 juta, sementara kambing dengan ragam harga dimulai Rp 2,6 juta,” jelasnya.



Penulis: Zalfirega

Editor: Yoan S N

BERI KOMENTAR