Menu

Mode Gelap

Warta · 15 Feb 2022 07:05 WIB ·

Mulai Antisipasi Varian Baru COVID-19, Pemkab Lingga Gelar Rakor


 Bupati Lingga saat rakor antisipasi COVID-19 varian baru. Foto: Dok Pemkab LIngga Perbesar

Bupati Lingga saat rakor antisipasi COVID-19 varian baru. Foto: Dok Pemkab LIngga

ADVERTISEMENT
advertisement

Meski saat ini masih berstatus nihil kasus aktif COVID-19, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga tampak tetap berantisipasi dengan masuknya varian baru COVID-19 atau Omicron yang sudah meluas di beberapa daerah di Kepri.

Upaya antisipasi ini pun dimulai dengan menggelar rapat Kordinasi Satuan Gugus Tugas (Satgas) COVID-19 bersama Forkompinda di Gedung Daerah, Dabo Singkep, Senin (14/2).

“Di Kepulauan Riau, kecuali Lingga dan Anambas belum ada kasus covid. Apalagi Batam dan Tanjungpinang sebagai pintu masuk, yang sudah tercatat ada kasus (Omicron). Jadi wajar kita hari ini berupaya, sebagai langkah kesiagaan. Bukan karena lalai, atau sudah ada kasus COVID-19. Jadi ini sebagai langkah persiapan diri, dan antisipasi itu,” kata Bupati Lingga, Muhammad Nizar.

Menurut Nizar, ada sejumlah masukan yang diterima dari Rakor tersebut. Masukan-masukan itu akan menjadi catatan serta pertimbangan untuk segera diselesaikan. Seperti penginputan data vaksinasi yang hari ini masih belum tuntas sepenuhnya.

ADVERTISEMENT
advertisement

Ia pun mengklaim bahwa secara manual capaian vaksinasi di Lingga sudah terbilang cukup baik. Namun dalam input data secara online Lingga masih minim vaksinasi. Begitu juga, terkait kendala pada penggunaan mesin PCR dia berharap agar segera diselesaikan. Dan optimalisasi isolator yang sudah tersedia, sebagai ruang isolasi pasien, jika ada temuan kasus.

“Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, berkaitan dengan data input vaksinasi dan PCR inikan teknis. Jadi segera lakukan rapat, nanti hasilnya diberitahukan,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Berkaitan dengan hasil capaian vaksinasi dari tahap pertama, kedua dan boster serta vaksinasi pada jenjang usia, dibeberapa kecamatan dan puskesmas yang masih belum maksimal, karena beberapa kendala. Nizar berharap, dapat segera ditindaklanjuti, dengan membentuk teamwork yang solid. Perbanyak sosialisasi sebagai langkah persuasif.

Selain itu, izin keramaian juga perlu dievaluasi dan diperketat dengan protokol kesehatan, walaupun Lingga masih berada di level 1.

“Salah satu solusi itu door to door, tim vaksin harus kompak. Walaupun sakit-sakit, karena ini tanggungjawab harus segera dikejarkan,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan itu, Nizar pun mengakui bahwa oada tahun 2022 tidak ada anggaran yang diposkan untuk penanganan COVID-19. Kekurangan itu bisa diantisipasi dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan menetapkan status bencana, jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kendati demikian, Nizar berharap hal tersebut dikomunikasikan dengan tim satgas COVID-19 di tingkat provinsi, apakah dibenarkan atau tidak atau ada petunjuk lainnya dari sisi anggaran. Karena dalam penggunaan BTT harus benar-benar pada hal yang signifikan.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 99 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Pria Pemecah Batu Tewas Terjatuh dari Ketinggian 10 Meter di Bukit Panglong, Bintan

16 Mei 2022 - 20:45 WIB

Presiden Jokowi Diagendakan Datang ke Tanjungpinang-Bintan Rabu Besok

16 Mei 2022 - 20:13 WIB

Pemprov Kepri Antisipasi Masuknya Hepatitis Akut

16 Mei 2022 - 19:43 WIB

Korban Kebakaran di Kavling Lama Batam: Tidak Ada yang Tersisa

16 Mei 2022 - 19:37 WIB

Ini Jumlah Korban Kebakaran di Simpang Opung Kavling Lama

16 Mei 2022 - 19:28 WIB

108 Narapidana Beragama Budha di Kepri Dapat Remisi Waisak

16 Mei 2022 - 19:11 WIB

Trending di Warta
advertisement