kepripedia
Home / Musrenbang Kurang Diminati Anak Muda, Aktivis Minta Pemkab Lingga Gelar Festival Gagasan

Musrenbang Kurang Diminati Anak Muda, Aktivis Minta Pemkab Lingga Gelar Festival Gagasan

Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang, Muhammad Firman Aqrabi, Foto: Istimewa

Kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Lingga resmi dilaksanakan di Aula Kantor Bupati, Selasa (6/4) lalu.

Namun, agenda tahunan yang dilakukan berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan sampai dengan tingkat kabupaten tersebut dinilai kurang partisipasi kelompok muda.

Aktivis sekaligus Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang, Muhammad Firman Aqrabi, menyebut jika Pemkab Lingga harus membuat inovasi untuk meningkatkan minat anak muda agar ikut berpartisipasi.

Ia menilai kegiatan formal dalam Musrenbang kurang efektif dalam menyaring aspirasi. Bahkan menurutnya kegiatan tersebut seakan hanya sebatas forum bagi orang orang berkepentingan.

ads

Padahal aspirasi bahkan keterlibatan kaula muda baik berupa ide gagasan, bahkan sumbangsih positif menjadi prospek kemajuan daerah.

“Kami menilai kegiatan semacam ini mulai kurang efektif, usang, dan kurang diminati anak muda, musrenbang sendiri merupakan forum bagi pemangku kepentingan saja, sementara partisipasi anak muda dan masyarakat luas masih sangat rendah,” jelasnya.

Dari sudutpandangnya, Firman menyebut jika banyak aspirasi anak-anak muda yang harus didengarkan oleh pimpinannya. Ditambah lagi, Kabupaten Lingga dipimpin oleh sosok muda.

“Alhasil banyak aspirasi anak muda tak tersalurkan dalam proses pembangunan, padahal banyak sekali aspirasi anak-anak muda di Kabupaten Lingga  ini yang ingin didengar oleh pemimpinnya yang juga sama-sama anak muda,” terang dia.

ads

Hematnya, celah antara pemimpin muda dan anak-anak muda sangat perlu dicarikan solusinya, agar pembangunan di Kabupaten Lingga ini turut dihiasi oleh kolaborasi pemikiran-pemikiran anak-anak muda.

Semangat muda bagi Firman, diisi dengan ideo yang fresh dan penuh dengan kreatifitas, inovasi, dan pembaharuan. Namun perlu pula dibentengi dengan tak meninggalkan nilai kearifan lokal yang ada.

Maka dari itu, dia mengusulkan kepada pemerintah daerah agar membuat event seperti “Festival Gagasan” untuk dapat menyerap aspirasi dari kalangan muda yang selama ini tidak didengar dengan baik.

“Secara teknisnya para pesertanya adalah seluruh masyarakat Kabupaten Lingga, baik perorangan, komunitas, organisasi, LSM, OKP dan ormas-ormas. Semua elemen dilibatkan, maupun mahasiswa,” ujar Firman.

Setelah itu, dapat disaring 5 dari beberapa gagasan terbaik yang akan menjadi rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk diadopsi dalam proses pembangunan.

“Saya kira pemerintah Kabupaten Lingga harus membuka diri lebih luas dan mengakomodir partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan,  mengajak peran serta masyarakat untuk berbagi gagasan untuk Lingga yang lebih baik,” pungkas dia.



Penulis: Hasrullah

Editor: Hasrullah

BERI KOMENTAR