Pemadaman Listrik Batam Hari Ini Bikin Warga Kesulitan Mandi Sebelum Kerja

Batam — Senin pagi seharusnya jadi awal rutinitas seperti biasa. Namun, bagi warga Batam dan sekitarnya, pagi itu berubah jadi mimpi buruk. Sekitar pukul 06.30 WIB, listrik tiba-tiba padam di hampir seluruh wilayah Kota Batam. Bukan hanya sebentar, pemadaman itu datang di jam sibuk, saat orang-orang bersiap mandi, sarapan, dan berangkat kerja.

Sekretaris PLN Batam, Rudi Antono, melalui pesan singkat menyampaikan, “Bapak/ibu saat ini sedang gangguan beberapa lokasi tersebar di Batam padam sedang dalam pengecekan. Segera kami lakukan penormalan.”

ADVERTISEMENT

Namun, bagi warga, penjelasan itu tak serta-merta meredakan keresahan. Pasalnya, listrik yang mati turut memutus pasokan air di banyak rumah. Sumur pompa tak bisa menyala, air tak mengalir. Warga yang hendak mandi dan bersiap ke kantor pun terpaksa menahan diri.

“Semua mati listrik, oiii PLN pagi-pagi sudah padam listrik kami mau bekerja, air tidak bisa ngalir kalau listrik padam!” tulis seorang warga di media sosial, mewakili kekesalan yang ramai menggema di dunia maya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Batamnews.co.id, gangguan ini bukan hanya berdampak di Batam. Pemadaman mendadak juga dilaporkan terjadi hingga Tanjungpinang, bahkan seluruh wilayah Batam dan Bintan mengalami blackout total. Ibu kota Provinsi Kepulauan Riau itu ikut gelap.

Informasi awal yang beredar menyebutkan, gangguan berasal dari pembangkit listrik di Batam. Akibatnya, aliran listrik ke seluruh kota terputus. Anggota DPRD Kepri melalui akun media sosialnya menyebutkan, PLN Tanjungpinang sedang mengaktifkan genset cadangan. Namun, daya yang mampu dipasok hanya 30–40 persen.

“PLN Tpi sedang mengaktifkan genset cadangan tetapi hanya bs supply 30-40% sehingga sampai supply listrik dari Batam normal akan ada pemadaman bergilir sementara,” tulisnya.

Sampai berita ini diturunkan, tingkat kerusakan masih ditindaklanjuti oleh PLN Batam. Warga berharap pasokan listrik segera kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak semakin terganggu. Pagi yang seharusnya produktif, kali ini harus dimulai dengan keluhan dan penantian.


Penulis: | Editor: Redaksi


TAGGED:
Share This Article