Menu

Mode Gelap

Viral · 25 Mei 2022 14:29 WIB ·

Pengusaha Minyak Asal Meral ‘Kuasai’ Kuota BBM Subsidi di Moro, Diduga Langgar Aturan


 Kapal sotong yang sempat ditahan warga nelayan Moro karena mengangkut BBM jenis Solar. Foto: Istimewa Perbesar

Kapal sotong yang sempat ditahan warga nelayan Moro karena mengangkut BBM jenis Solar. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Sekelompok nelayan di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, protes atas aktivitas angkut minyak jenis subsidi yang dilakukan pengusaha asal Meral, Karimun, berinisial AK.

Semula warga nelayan mendapati salah satu kapal tangkap sotong bernama KM Cipta Indah yang kandas di Perairan Desa Jang, Moro. Khawatir akan kerusakan terumbu karang, nelayan tersebut menghampiri kapal yang diketahui miliki pengusaha minyak asal Meral itu.

ADVERTISEMENT
advertisement

Namun berdasarkan keterangan nahkoda, bahwa kapal tersebut justru tengah mengangkut sebanyak 15 ton BBM jenis solar dari salah satu perusahaan penyalur BBM di wilayah Moro, yakni PT Permata Indragiri.

Kepala Dusun Desa Jang, Jahari, mengatakan jika aktivitas angkut minyak tersebut sangat mengganggu ketersediaan BBM untuk memenuhi kebutuhan nelayan di wilayah Moro.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Sedangkan Moro ini sering kekurangan minyak, sampai susah melaut. Masing-masing wilayah kita kan sudah ada kuotanya,” katanya kepada kepripedia, Rabu (25/5).

Ia menjelaskan, warga menilai janggal karena adanya keterangan yang berbeda antara nahkoda dengan pemilik kapal mengenai besaran muatan minyak solar yang diangkut menggunakan kapal sotong tersebut.

ADVERTISEMENT

“Nota muatan juga sudah kita foto ada 15 ton. Kita hubungi pemiliknya katanya hanya 5 ton aja. Nah ini sudah gak beres, kapalnya kita tahan agar jangan pergi dulu,” jelasnya.

Mengetahui hal itu, warga sepakat untuk tidak memperbolehkan kapal tersebut berlayar kembali hingga dilakukan pemeriksaan oleh instansi terkait.

“Tapi begitu air pasang, kapal ini pergi begitu saja. Saya telpon kaptennya ini perintah bos. Dari sini kita melihat udah tidak beres. Udah mengambil kuota minyak di Moro, ditambah lagi merusak karang. Sementara kita menjaga karang ini, karena desa Jang sudah menjadi desa wisata,” terangnya.

ADVERTISEMENT

Kuat dugaan kapal tersebut telah melanggar aturan. Sebab, berdasarkan penelusuran bahwa izin yang diterbitkan Dinas Perikanan atas kapal tersebut diperuntukan melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Kepripedia telah melakukan konfirmasi kepada pengusaha pemilik kapal sotong tersebut. Sayangnya, belum mendapat jawaban apapun.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 781 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Heboh Begal Jerat Leher di Tanjungpinang, Korban Malah Tak Yakin Dibegal

3 Juli 2022 - 13:23 WIB

Ajaib! Jantung Pisang di Dabo Ini Tumbuh Tanpa Batang dan Daun

2 Juli 2022 - 16:48 WIB

Viral Fasilitas Wisata Mangrove di Tanjungpinang Dirusak Sekelompok ABG

1 Juli 2022 - 17:10 WIB

Seorang Nelayan di Karimun Tewas Disambar Petir saat Melaut

28 Juni 2022 - 17:48 WIB

Warga Sei Lekop Temukan Bayi Dalam Kotak Kardus, Diduga Sengaja Ditelantarkan

19 Juni 2022 - 14:49 WIB

Janin Bayi Ditemukan di TPS Bandara  Hang Nadim

14 Juni 2022 - 11:21 WIB

Trending di Viral
advertisement