Warta ยท 19 Okt 2021 21:49 WIB

Penjelasan LAKRL Soal Pengukuhan Sultan Riau Lingga di Penyengat


Undangan pengkuhan Sultan Riau Lingga yang membuat heboh masyarakat Pulau Penyengat. Foto: Dok LAKRL/kepripedia.com Perbesar

Undangan pengkuhan Sultan Riau Lingga yang membuat heboh masyarakat Pulau Penyengat. Foto: Dok LAKRL/kepripedia.com

Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga (LAKRL) sebagai penyelenggara ‘Pengukuhan Sultan Riau Lingga’, yang semula direncanakan digelar Selasa (19/10) di Pulau Penyengat angkat bicara terkait penolakan masyarakat.

Bendahara LAKRL, Said Abdul Fatah yang juga narahubung kegiatan tersebut menerangkan jika pengukuhan sultan tersebut bukanlah sebagai sultan dalam sebuah kerajaan yang berkuasa di tempat tertentu. Melainkan hanya menjadi sultan dalam jabatan di LAKRL.

“Lembaga kita bernama Lembaga Adat kesultanan Riau Lingga (LAKR). Artinya ini rumah kita, maka hak kita kita nak baiat sultan. Orang lain tidak ada hak untuk larang kecuali ada ketentuan yg melarang itu. Dan kita juga jelas dari keluarga yg sangat dekat dengan Sultan Abdurrahman Muazamsyah, sultan terakhir kesultanan Riau lingga,” ujar Abdul Fatah kepada kepripedia, Selasa (19/10).

Menurutnya LAKRL sendiri adalah lembaga adat yang berteraskan pada kesultanan Riau Lingga, khusus setelah Sultan Abdurrahman. LAKRL sendiri memiliki tujuan untuk menggali nilai-nilai luhur peninggalan kesulatan tersebut. Salah satunya saat aktif di bidang kajian sejarah dan silsilah program penting yang sedang dijalankan.

ads

“Misalnya upaya untuk melahirkan perda (Peraturan Daerah) tanah adat,” paparnya.

Mengenai pengukuhan Sultan Riau Lingga, ia menyebut nantinya yang menjabat berperan secara administrasi dalam upaya mendorong Perda tanah adat atau ulayat ini.

Abdul Fatah juga menanggapi terkait penolakan masyarakat menjelang digelarnya kegiatan pengukuhan tersebut. Menurutnya itu adalah kesalahfahaman.

“Mereka tidak mengerti dan dipengaruhi kelompok tertentu,” ujarnya.

ads

Sedangkan mengenai prosesi pengukuhan, Abdul Fatah menyebut sama dengan pelantikan pada umumnya. Hanya saja, prosesi lebih identik dengan cara adat istiadat.

Diketahui saat ini pengukuhan tersebut ditunda karena mendapat penolakan keras masyarakat.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung

Penulis: | Editor: Hasrullah


ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Peringati Hari Juang Kartika, TNI AD di Karimun Gelar Aksi Sosial Donor Darah

9 Desember 2021 - 13:18 WIB

3 Remaja di Batam Terancam 7 Tahun Penjara karena Terlibat Aksi Curanmor

9 Desember 2021 - 10:47 WIB

Ilustrasi pencurian sepeda motor

Waspada COVID-19 Varian Omicron yang Lebih Cepat Menular

8 Desember 2021 - 20:50 WIB

Didemo Buruh Soal UMK, Gubernur Ansar: Berunjukrasalah dengan Tertib

8 Desember 2021 - 18:53 WIB

Pemulangan PMI Melalui Batam Diperketat Antisipasi Varian Omicron

8 Desember 2021 - 18:39 WIB

Para PMI Tiba di Batam melalui Pelabuhan Batam Center

Satgas: 7.000 PMI dari Malaysia Akan Pulang Melalui Batam

8 Desember 2021 - 18:21 WIB

Dandim 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan
Trending di Warta