Menu

Mode Gelap
ads

Warta · 29 Okt 2021 20:53 WIB

Penjelasan Panbil Group Soal Berita Miring Isu Lingkungan


Lahan pengerjaan cut and fill di belakang kawasan Panbil, Sei Beduk, Kota Batam. Foto: Istimewa Perbesar

Lahan pengerjaan cut and fill di belakang kawasan Panbil, Sei Beduk, Kota Batam. Foto: Istimewa

Isu miring menerpa perusahaan ternama di Kota Batam, Panbil Grup. Isu tersebut terkait aktivitas lahan pengerjaan cut and fill di belakang kawasan Panbil, Sei Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Lingkungan Panbil, Teddy Tambunan, mengatakan jika seluruh aktivitas yang dilakukan lahan tersebut telah memiliki izin resmi. Menurutnya, isu yang beredar luas seolah tendensius dan tidak sesuai fakta.

“Kita tegaskan bahwa seluruh kegiatan pengembangan lahan yang dilakukan telah dilengkapi dengan izin yang diperlukan, termasuk perizinan terkait status legalitas lahan, lingkungan hidup, dan pematangan lahan,” ujar Teddy, Jumat (29/10)

“Kita tegaskan bahwa seluruh kegiatan pengembangan lahan yang dilakukan telah dilengkapi dengan izin yang diperlukan, termasuk perizinan terkait status legalitas lahan, lingkungan hidup, dan pematangan lahan,” ujar Teddy, Jumat (29/10)

ads

Hal itu juga diperkuat melalui unit usaha pengembang dan pengelola kawasan melakukan aktivitas persiapan untuk pembangunan kawasan industri dan hunian di atas lahan seluas kurang lebih 50 hektare.

Hal itu juga diperkuat melalui unit usaha pengembang dan pengelola kawasan melakukan aktivitas persiapan untuk pembangunan kawasan industri dan hunian di atas lahan seluas kurang lebih 50 hektare.

Pengembangan ini, kata dia, juga telah direncanakan secara matang, permohonan perluasan lahan tersebut diajukan di tahun 2015 kepada BP Batam, selaku lembaga yang bertugas dan berwenang di bidang perizinan.

“Setelah melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan, permohonan tersebut disetujui oleh BP Batam tahun 2018, dengan pelaksanaan pengembangan diinisiasi di awal 2021, sampai dengan kegiatan pematangan lahan yang saat ini berlangsung,” kata dia.

ads

Penetapan Lokasi (PL) yang diterbitkan oleh BP Batam dapat dipastikan bahwa bukan berstatus kawasan hutan.

Begitu juga dengan tudingan tidak berdasar mengenai kegiatan pengembangan yang dianggap mempengaruhi ketersediaan air baku, dapat disampaikan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Panbil Group telah dilengkapi dengan kajian teknis dan lingkungan hidup (AMDAL, RKL-RPL) yang telah dipaparkan dan dibahas dengan seksama dan mendapatkan persetujuan dari instansi yang berwenang.

Termasuk pelaksanaan untuk mendapatkan pembinaan dan pengawasan melekat dari instansi terkait, termasuk BP Batam dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan usaha Panbil Group yang berdampak terhadap kelestarian lingkungan, dipastikan instansi-instansi tersebut akan melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan,” tegas dia.

Selain itu, Panbil Group, kata dia, secara rutin koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk memastikan kepatuhan dan ketaatan terhadap kaidah-kaidah pelestarian hutan dan lingkungan hidup.

Panbil Group yang diberikan tanggung jawab dan kepercayaan oleh KLHK mengelola dan mengembangkan taman wisata alam muka Kuning sebagai kawasan konservasi alam.

“Dalam menjalankan kegiatannya, unit-unit usaha di bawah naungan Panbil Group memastikan pelaksanaan yang berwawasan lingkungan, dengan upaya sistematis dan terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup,” tutup dia.



ads
Baca Lainnya

Gubernur Kepri Sampaikan Persoalan Biaya Penanganan PMI ke BNPB

26 November 2021 - 21:29 WIB

Menteri KKP Kunker ke Kepri, Sosialisasi Industri Perikanan Mandiri

26 November 2021 - 21:09 WIB

Kodim 0317/TBK Bantu Fasilitasi Bedah Gadis di Karimun yang Tertelan Jarum Pentol

26 November 2021 - 17:57 WIB

Truk Pengangkut Pakan Ternak Terbalik di Pendakian Bukit Daeng Batam

26 November 2021 - 16:47 WIB

Gadis yang Tertelan Jarum Pentol di Karimun Masih Tunggu Aktivasi BPJS

26 November 2021 - 15:26 WIB

Fitri gadis di Karimun tertelan jarum pentol

Seorang Gadis Remaja di Karimun Tertelan 2 Jarum Pentol saat Minum Air

26 November 2021 - 15:00 WIB

Trending di Warta