Menu

Mode Gelap

Warta · 22 Mei 2022 21:02 WIB ·

Penjelasan RSUD Dabo Soal Tudingan Tolak Rawat Inap Pasien: Sudah Dicek Diarahkan Rawat Jalan


 UGD RSUD Dabo Perbesar

UGD RSUD Dabo

ADVERTISEMENT
advertisement

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo memberikan penjelasannya terkait tudingan telah menolak rawat inap salah satu pasien beberapa waktu lalu.

Sebelumnya diberitakan, seorang pasien bernama Zariah (62) yang merupakan warga Bukit Keliling mengidap sakit lambung sejak 2 bulan lalu kemudian di bawa ke RSUD Dabo.

ADVERTISEMENT
advertisement

Pasien ini semula dirawat di Puskesmas Raya dan telah pulang ke rumah. Namun karena dinilai semakin melemah, pasien kemudian di bawa ke RSUD Dabo.

Ketika di RSUD Dabo, harapan keluarga untuk mendapat perawatan inap berbeda dengan penilaian dokter jaga saat itu.

ADVERTISEMENT
advertisement

Karena merasa tidak sesuai dengan keinginannya, keluarga menganggap RSUD Dabo menolak rawat inap pasien, serta juga menuding dokter jaga saat itu tidak melakukan pengecekan.

Baca: Cerita Keluarga Pasien Asal Bukit Keliling yang Keluhkan Layanan UGD di RSUD Dabo

Menanggapi kabar tersebut, Direktur RSUD Dabo, dr Rony, menyebutkan jika memang benar ada pasien bernama Sariah (62) yang masuk ke UGD dengan keluhan sakit lambung.

ADVERTISEMENT

Ia pun mengaku telah menerima langsung informasi dan kritik keluarga pasien tersebut. Lalu segera mengecek kebenarannya dan memanggil dokter jaga saat itu, kemudian melakukan evaluasi.

Dari inspeksinya ini, dr Rony menyebutkan bahwa ada kesalahfahaman keluarga pasien dengan petugas dan dokter di UGD.

“Sudah saya tindaklanjuti, benar pasien datang sekira pukul 19.00 WIB. Kemudian saat masuk tetap dilakukan pemeriksaan terhadap pasien sesuai prosedurnya,” jelas dr Rony saat dihubungi, Minggu (22/5).

ADVERTISEMENT

Dijelaskannya, kabar kalau pasien  langsung disuruh pulang dan tidak diperiksa tidak benar dan terjadi miskomunikasi.

Sesuai prosedur pasien tetap mendapatkan penanganan atau observasi hingga diputuskan apakah rawat inap atau tindakan medis lainnya.

Karena wewenang untuk memberikan tindakan lanjutan ini, kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di UGD.

ADVERTISEMENT

“Diperiksa dulu, pasien juga sempat disuruh makan dan masih bisa makan. Lalu dilihat kondisinya.”

“Sekitar satu setengah jam kemudian baru diberikan keputusan tidak rawat inap dan diperbolehkan pulang dengan diarahkan oleh dokter jaga atau petugas bahwa pasien bisa rawat jalan untuk pengobatan penyakit lambung tersebut,” jelasnya.

Ia pun menegaskan bahwa RSUD Dabo senantiasa akan memberikan pelayanan khususnya di UGD sesuai prosedur yang ada.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, lanjutnya, RSUD Dabo membuka pintu untuk kritik saran masyarakat terutama di sisi pelayanan. Peningkatan kualitas pelayanan ini menurutnya masih akan terus dibenahi semaksimal mungkin untuk memberikan kenyamanan terhadap pasien.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 439 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Daftar Pemilih di Kepri per Juni 2022 Bertambah 1.947 Orang dari DPT 2020

6 Juli 2022 - 20:23 WIB

Karimun Dapat Suplai 75 Ekor Sapi dari Natuna untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban

6 Juli 2022 - 14:15 WIB

Ini Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan di Batam

6 Juli 2022 - 13:42 WIB

HUT Bhayangkara ke-76, Ansar Berharap Kepri Semakin Kondusif

6 Juli 2022 - 12:17 WIB

28 Guru di Bintan Diberi Promosi, Naik Jabatan Jadi Kepala Sekolah

6 Juli 2022 - 11:38 WIB

Dana Pinjaman PT SMI Belum Cair, Sekdaprov: Sudah Diajukan, Cairnya Bertahap

6 Juli 2022 - 11:30 WIB

Trending di Warta
advertisement