Menu

Mode Gelap

Buzz · 12 Okt 2021 14:13 WIB

Penolong Kami di Saat Pandemi


Driver Gojek di Tanjungpinang saat mengantar pesanan Go Food. Foto: kepripedia.com Perbesar

Driver Gojek di Tanjungpinang saat mengantar pesanan Go Food. Foto: kepripedia.com

Disebuah warung kecil di sudut Kota Tanjungpinang itu terlihat begitu ramai para pelanggan silih berganti datang setiap pagi, di awal bulan Maret 2021 ketika kepripedia singgah di situ terlihat beberapa orang sedang membicarakan virus yang berbahaya yang kabarnya sudah masuk ke Indonesia.

Sejak bulan Januari higga Februari berita dari berbagai media massa online, televisi, koran, radio hingga media sosial memang sudah dipenuhi dengan informasi penyakit menular yang katanya sangat berbahaya yang berasal dari Provinsi Wuhan, salah satu negara bagian Republik Rakyat China (RRC).

Saat itu kepripedia, juga sedang menyibukkan diri dengan update data terkini dari Natuna tentang berita mahasiswa yang datang dari Wuhan sejak awal bulan Februari 2020, yang terus menjadi polemik bagi masyarakat di Kabupaten Natuna, karena dianggap membawa virus Corona.

“Virus itu sebegitu berbahayanya jika sampai masuk kedaerah kita yang kecil ini,” ujar Ibu Rasti salah satu pedagang di warung itu.

ads

Tidak berapa lama, kalimat itu menjadi awal nyaris bangkrutnya warung kecil yang menjual sarapan pagi itu bagi masyarakat sekitar dan dari luar.

Pada pertengahan bulan Maret 2021, Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau mulai membuat surat edaran untuk menutup beberapa tempat usaha, kantor, sekolah dan warung-warung serta tempat hiburan di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Dampak tersebut tentu memberikan efek yang luar biasa bagi usaha-usaha kecil seperti warung penyedia sarapan pagi atau makanan lainnya. Ibu Rati menjadi salah satu korban dari kebijakan tersebut, dirinya terpaksa harus menutup warung yang sudah menghidupi keluarga selama belasan tahun.

Saat ditemui Rati mengaku selama satu bulan penuh menutup warung, dan selama itu juga dirinya bersama keluarga harus memutar otak untuk mencari penghasilan lain, karena sudah tidak dapat lagi berjualan. Berbekal semangat, melihat kondisi dirinya mendapat informasi untuk berjualan online, dengan media sosial dan beberapa aplikasi salah satunya milik perusahaan ojek online Gojek.

ads

Belajar Jualan Online

Sempat berfikir Gaptek (Gagap teknologi) membuat ibu-ibu pemilik warung ini minder untuk menggunakan aplikasi berbasis online tersebut, namun untuk penggunaan media sosial tentu bukan barang yang asing lagi bagi sebagian besar masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua, berbekal semangat pasti ada jalan media sosial dan internet memberi solusi ditengah pandemi.

Setelah melakukan instal aplikasi ojek online (Gojek) yang awalnya hanya digunakan untuk bepergian, karena keterbatasan kendaraan akibat terhimpit ekonomi dimasa pandemi.

“Motor hanya tinggal satu waktu, itu karena ada dua punya anak kami kembalikan ke dealer karena tidak ada pemasukan untuk membayar angsuran, jadi kemana-kemana kalau tidak ada kendaraan kami pakai ojek online (Gojek),” sebutnya.

Aplikasi ini mulai masuk ke wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam pada 14 September 2016 dan pada awal Januari 2018 aplikasi Gojek juga masuk ke Kota Gurindam Tanjungpinang, siapa menyangka aplikasi tersebut memberikan inspirasi sekaligus solusi bagi penjaja makanan kecil di wilayah tersebut.

“Awalnya kami hanya tau Gojek itu untuk pesan ojek, dan mobil secara online, dan kita tidak tahu kalau bisa jualan juga disitu,” ujar Yanti salah satu ibu-ibu penjual lainnya.

Selama satu bulan menggunakan aplikasi tersebut, dirinya mengaku melihat beberapa restoran dan rumah makan disekitar tempat tinggalnya menjajakan makanan melalui aplikasi tersebut, hal itu seakan menjadi inspirasi sekaligus solusi bagi kelangsungan usaha jualan sarapan paginya.

Setelah hampir sebulan tidak berjualan, Rati mencoba mengikuti jejak restoran dan rumah makan yang tersedia di Go Food, aplikasi Gojek tersebut, namun saat mencoba mencari cara untuk mendaftar di aplikasi tersebut, dirinya mendapat kendala, yang rumit di situs https://www.gojek.com/go-food/bisnis#!/registration.

“Aplikasi tersebut meminta beberapa persyaratan lengkap, mulai dari akta perusahaan dan beberapa persyaratan lainnya yang kami tidak punya, karena hanya warung kecil penjaja makanan sarapan pagi,” ujarnya.

Namun hal tersebut tidak membuatnya putus asa, belajar dari Go Food, dirinya mencari jalan untuk dapat berjualan online, kemudian dapatlah solusi untuk menjajakan makanan melalui grup-grup WhatsApp dan kemudian melalui beranda Facebook pribadi, yang memang sudah dimilikinya beberapa tahun setelah memiliki ponsel android.

“Meski kami posting di Facebook dan jualan di grup-grup WhatsApp untuk pengantarannya kami tetap menggunakan layanan ojek online, karena selain mudah juga aman,” ujarnya.

Driver Gojek di Tanjungpinang saat mengantri pesanan Go Food di salah satu merchant. Foto: kepripedia.com

Hadirnya Mitra Merchant Go Food

Memasuki tahun 2021 pandemi masih tetap menghantui, kerinduan akan membuka warung seperti semula, tidak kunjung terwujud juga setelah pada pertengahan tahun kasus COVID-19 di Indonesia dan Kepulauan Riau kembali meningkat bahkan peningkatannya berlipat-lipat dibandingkan tahun 2020 yang lalu.

Yanti penjual sarapan pagi tersebut, pesaing yang menjajakan makanan melalui media sosial pun kian meningkat, ditambahkan lagi kebijakan media sosial salah satunya Facebook yang paling tinggi penggunaannya di Kepulauan Riau, mulai membatasi penggunanya yang berjualan melalui beranda.

Sementara untuk meningkatkan penjualan melalui laman atau Fanpage akun bisnis membutuhkan skill yang cukup sulit bagi pengguna awal, berjualan live streaming juga biasa dilakukan melalui akun biasa bukan melalui Fanpage. Meski cara mendaftarkan akun laman bisnis atau Fanpage mudah, namun untuk meningkatkan pengikut tentunya membutuhkan biaya iklan dan kemampuan mengasah konten dan copywriting yang baik.

Mau tidak mau pengguna media sosial yang biasa menggunakan akun biasa harus mencari inovasi baru.

Setelah mengutak ngatik ponsel untuk mengetahui lebih detail tentang penjualan di Gojek, dirinya menemukan program mitra merchant Go Food salah satu solusi yang diberikan perusahaan yang didirikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut.

“Akhirnya kita dapat cara daftarnya, yang sangat mudah tidak harus melampirkan data-data perusahaan, yaitu melalui Gobiz,” ujarnya.

 

Belajar Tentang Gobiz

Dalam situs resmi gobiz.co.id program tersebut merupakan Super App dari Gojek yang menyediakan layanan pesan antar makanan dengan Go Food, menerima berbagai pembayaran non-tunai dari Go Pay, atau melakukan pencatatan penjualan secara otomatis dengan Go Kasir.

Dari rilis tersebut diakui bahwa 34% pemilik usaha belum terbiasa menggunakan internet dan 23.8% pemilik usaha perlu menambah wawasan seputar berjualan online.

Adapun keunggulan Go Biz para pelaku UMKM dapat mengaktifkan layanan Go Food, resto yang memiliki target lebih dari 190 juta pelanggan aplikasi Gojek di seluruh Indonesia. Go Food juga bisa menerima pesanan dengan lebih cepat, buat promo dengan mudah, juga monitor transaksi secara real-time.

E-money atau E-wallet dengan aplikasi Go Pay yang disediakan Gojek dimasa sekarang ini, perkembangannya begitu pesat hampir semua orang di perkotaan menggunakan E-money untuk kemudahan transaksi dan keamanan transaksi karena tanpa harus membaya uang tunai.

Hadirnya Go Pay tentu saja menjadi pilihan pembayaran nontunai dengan satu kode QR berstandar pembayaran nasional. Selain itu bagi UMKM juga dapat memanfaatkan Go Kasir.

Bahkan dalam situs resminya, gobiz.co.id juga menyediakan beragam e-book, tips berbisnis dan tersedia komunitas sesama UMKM, untuk mendapatkan jaringan dan berbagi pengalaman dalam menjalankan bisnis dan berjualan secara online.

 

Driver Gojek di Tanjungpinang saat berhenti di lampu lalu lintas ketika mengantar pesanan Go Food. Foto: kepripedia.com

UMKM di Kepulauan Riau

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM) Provinsi Kepri, Agusnawarman, dalam beberapa kesempatan, mengaku senang dengan kemajuan teknologi saat ini untuk membantu UMKM di Provinsi Kepulauan Riau. Saat dihubungi kepripedia dirinya mengaku pada tahun 2021 ini dan tahun 2022 mendatang sudah mempersiapkan beberapa regulasi dan anggaran untuk fokus pada digitalisasi UMKM.

“Pada tahun ini kita di 2021 fokus di program digitalisasi pemasaran dan pengemasan untuk para pelaku UMKM di Kepri, dan tahun depan kita akan terus tingkatkan lagi, melalui dana pinjaman dan digitalisasi UMKM,” sebutnya.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat, harus benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, dari data yang dihimpunnya saat ini, penjualan melalui aplikasi maupun media sosial meningkat drastis tidak hanya di daerah perkotaan, namun sudah menyentuh ke daerah-daerah pulau yang ada di Kepulauan Riau.

“Ini sudah tentu menjadi angin segar bagi kita, bagaiman meningkatkan lagi, saat ini kita menjalin kerjasama dengan OPD lainnya, untuk dapat meningkatkan penyediaan jaringan internet khususnya,” sebutnya.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Agusnawarman mengatakan saat ini Pemprov Kepri juga sedang bersungguh-sungguh dalam melakukan peningkatan UMKM, salah satunya dengan mempersiapkan infrastruktur yang handal.

“Kita baru saja menandatangani MoU dengan Bank Riau Kepri (BRK) untuk penyaluran pinjaman tanpa bunga kepada UMKM di Kepri,” ujarnya.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Terjebak Pinjol Ilegal? Lapor via Whatsapp ke Nomor Ini

23 November 2021 - 13:30 WIB

Wajib Tau Nih! Ternyata Ada 16 Arah Mata Angin

14 November 2021 - 07:10 WIB

Luangkan Waktu Yuk! Ini 5 Manfaat Membaca

13 November 2021 - 09:26 WIB

Vanessa Angel Tewas, Begini Kronologi Polisi

4 November 2021 - 16:31 WIB

Trending di Buzz