Menu

Mode Gelap

Warta · 5 Jul 2022 20:20 WIB ·

Penyebaran Hewan Kurban di Tanjungpinang Diperketat, Sapi Diperiksa Sebelum Dijual ke Masyarakat


 Ilustrasi sapi. pertanian.go,id Perbesar

Ilustrasi sapi. pertanian.go,id

ADVERTISEMENT
advertisement

Pemerintah Kota Tanjungpinang memperketat pengawasan hewan kurban menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha pada 10 Juli 2022 mendatang. Pengawasan tersebut bertujuan untuk memastikan agar hewan ternak yang dikurbankan yang dibeli dan dikurbankan masyarakat bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri, mengatakan selain memberikan label sehat layak (SL) kepada hewan kurban yang sehat, pihak juga memberikan tanda barcode kepada hewan ternak.

Dengan begitu, pembeli bisa mengakses informasi mengenai hewan kurban yang akan dibeli melalui barkode tersebut melalui gawai-nya.

“Nanti di barcode itu ada informasi tertulis asal hewan ternaknya, peternaknya siapa, pemiliknya siapa, diperiksa oleh dokter mana, dan tanggal berapa diperiksanya,” jelasnya.

ADVERTISEMENT
advertisement

Saat ini, lanjut Yoni, pihaknya sudah memberikan label SL dan barcode kepada sekitar 300 ekor sapi. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan terus dilakukannya pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban di masing-masing penjual.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat terutama panitia kurban yang sudah terlanjur membeli sapi atau kambing yang belum berlabel SL atau barkode agar segera menghubungi DP3 Kota Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

“Bagi hewan kurban yang belum diberi tanda SL tapi sudah dibeli, dapat menginformasikan ke DP3. Nanti, tim kami akan turun melakukan pemeriksaan dan diberikan tanda barcode,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DP3 Tanjungpinang, Wan Tin Diarni, menyebut pemeriksaan hewan kurban dilaksanakan mulai 29 Juni hingga 5 Juli 2022.

Hingga kini, hewan kurban yang sudah terjual mencapai 78 persen. Diimbau bagi masyarakat yang masih membutuhkan hewan kurban, dapat mengubungi DP3, sehingga bisa diarahkan ke peternak yang masih memiliki ketersediaan sapi.

ADVERTISEMENT

“Karena kita punya data, kami membantu peternak agar sapi kurbannya terjual. Nanti kita arahkan langsung ke peternaknya. Jadi, masyarakat tidak perlu bingung mencari sapi kurban yang sehat juga layak,” sebutnya.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 24 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Polres Bintan Sukseskan Gerakan 10 Juta Bendera

15 Agustus 2022 - 06:32 WIB

Wings Air Mulai Terbang di Karimun Tahun Ini, Berikut Rute Penerbangannya

14 Agustus 2022 - 15:29 WIB

Curhat Sulitnya Dapat Kerja di Batam, Pencaker: Harus Ada Orang Dalam

14 Agustus 2022 - 15:10 WIB

Pemerintah Agendakan Bawa Forum Pemred ke Batam Akhir Agustus

14 Agustus 2022 - 14:48 WIB

Ribuan Pencaker Padati Job Fair di Universitas Putera Batam

13 Agustus 2022 - 21:46 WIB

Warga Citra Indomas Batam Geger Temukan Mayat Membusuk di Indekos

13 Agustus 2022 - 21:33 WIB

Trending di Warta
advertisement