Menu

Mode Gelap

Kiriman Pembaca · 26 Feb 2022 11:34 WIB ·

Peran Layanan dalam Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Self Awarness pada Siswa

Tulisan ini tidak mewakili redaksi kepripedia. Seluruh properti dan isi merupakan tanggungjawab penulis


 Ilustrasi. Foto: Canva Perbesar

Ilustrasi. Foto: Canva


Ditulis oleh Izna Faizarahma Sajidulloh, S.Pd

Mahasiswi PPG Prajabatan Universitas Ahmad Dahlan


ADVERTISEMENT
advertisement

Memasuki era transformasi digital yang mana merupakan era perubahan berkaitan dengan penerapan teknologi digital pada seluruh aspek kehidupan dalam masyarakat menjadi tantangan tersendiri terutama bagi seorang pelajar.

Kemudahan akses teknologi yang didapat tentunya akan menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif dalam bidang pendidikan yaitu kemudahan mencari referensi belajar dan mencari sumber ilmu pengetahuan (Akbar & Noviani, 2019).

ADVERTISEMENT
advertisement

Sedangkan dampak negatifnya berkaitan dengan pelanggaran asusila oleh pelajar, tentunya berawal dari akses teknologi yang disalahgunakan yaitu pada berbagai sosial media seperti Facebook, Youtube, dan lainnya.

Kemudian menimbulkan pula perilaku menyimpang pada remaja yang selalu bermain Game Online, Facebook, Chatting sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar terbuang sia-sia (Kristiawan, 2015).

ADVERTISEMENT
advertisement

Dampak negatif lainnya dari kemudahan akses teknologi bagi remaja yaitu dapat menimbulkan kecanduan, interaksi tatap muka yang menurun, kerentanan hoax, menurunnya etika, bahkan menimbulkan masalah kesehatan, dan cyberbullying (Maharani & Musda, 2022).

Sesuai dengan pendapat Santrock bahwa masa remaja adalah masa-masa penuh dengan konflik dan suasana hati yang selalu berubah-ubah. Ini akan memengaruhi kesehatan mentalnya jika remaja tersebut tidak mampu mengatasi perubahan perilakunya (Yuliasari, 2020).

ADVERTISEMENT

Hal ini dikarenakan remaja merupakan masa-masa yang masih dalam tahap perkembangan yang menginginkan kebebasan menjadi diri sendiri tanpa didasari oleh self awareness dalam melakukannya.

Adapun pengertian self awareness menurut Listyowati adalah keadaan seseorang yang dapat memahami dirinya sendiri secara tepat yaitu terkait dengan perasaan, pikiran, dan penilaian diri.

Seseorang dengan self awareness yang tinggi maka mempunyai kemampuan untuk mengontrol diri yang mana seseorang tersebut mampu melihat dan membaca situasi lingkungan sosial dalam memahami dan mengerti orang lain, serta harapan orang lain terhadap dirinya (Salam, dkk 2021).

ADVERTISEMENT

Sedangkan, self awareness yang rendah menyebabkan kesulitan dalam keseharian hidupnya, seperti sulit untuk mengenali dan merefleksikan kekuataannya, kelemahannya, sulit mengenali kognitifnya, perasaannya, perilakunya, sikap, serta motivasinya sehingga dapat menimbulkan kondisi psikologis dan ketidakseimbangan dalam hidupnya (Kalaiyarasan & Solomon, 2016).

Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut diperlukannya upaya untuk meningkatkan self awareness (kesadaran diri).

Adanya Bimbingan dan Konseling di sekolah menjadi wadah untuk memberikan pemahaman terkait dengan self awareness. Selain itu, dapat pula membantu untuk mengentaskan permasalahan yang terjadi pada siswa jika permasalahan self awareness membutuhkan penanganan segera.

ADVERTISEMENT

Mengingat layanan dalam bimbingan dan konseling bersifat preventif dan kuratif. Preventif (pencegahan) seperti pemberian layanan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok. Sedangkan, yang bersifat kuratif (pengentasan) seperti pemberian layanan konseling kelompok dan konseling individu (Permendikbud No.111, 2014).

Beberapa penelitian seperti penelitian dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok berbasis nilai karakter lokal jawa terbukti efektif untuk meningkatkan self awareness siswa (Dewi, 2016), bimbingan kelompok menggunakan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) efektif untuk meningkatkan self awareness dalam bersosial media (Sirri, dkk 2021), bimbingan kelompok dengan strategi buzz group efektif untuk meningkatkan self awareness siswa (Putri & Naqiyah), bimbingan kelompok dengan teknik role playing berpengaruh signifikan terhadap self awarnees siswa (Fitriyani, dkk 2019), etc.

Selanjutnya ada pula beberapa penelitian seperti penelitian dengan menggunakan layanan konseling kelompok dengan pendekatan behavioral teknik latihan asertif terbukti berpengaruh untuk meningkatkan self awreness perilaku seks bebas pada siswa (Fitriani & Minarni, 2018), konseling kelompok rational emotif dapat meningkatkan self awareness peserta didik (Nugroho, 2018), penggunaan konseling kelompok dengan pendekatan Gestalt dapat meningkatkan self awareness siswa (Sari, dkk 2019), etc.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut, terbukti bahwa layanan dalam bimbingan dan konseling memiliki peranan dan berpengaruh signifikan serta efektif untuk meningkatkan self awareness pada siswa baik melalui layanan bimbingan kelompok maupun layanan konseling kelompok.

 

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 199 kali

ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Pentingnya Layanan Bimbingan Konseling Bagi Peserta Didik

14 Juni 2022 - 22:52 WIB

Problematika Guru dan Siswa dalam Proses Pembelajaran

11 Juni 2022 - 12:40 WIB

Teknik Sosiodrama Sebagai Upaya Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa

27 Mei 2022 - 23:10 WIB

Kejenuhan Belajar dan Solusinya

25 April 2022 - 16:39 WIB

Pelayanan e-Konseling Bagi Guru BK

13 April 2022 - 22:06 WIB

Meningkatkan Komunikasi Interpersonal dengan Metode Problem Based Learning

24 Maret 2022 - 22:07 WIB

Trending di Netizen
advertisement