Menu

Mode Gelap

Warta · 25 Apr 2022 10:27 WIB

Perjuangkan Nasib PTT dan THL di Lingga Wabup Sambangi Kementerian PANRB


					Wakil Bupati Lingga bersama staf MSDM Kementerian  PANRB. Foto: Istimewa Perbesar

Wakil Bupati Lingga bersama staf MSDM Kementerian PANRB. Foto: Istimewa

Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy beberapa waktu yang lalu menyambangi Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB), berharap agar pemerintah pusat dapat meninjau kembali tentang larangan pengangkatan tenaga PTT dan THL yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

“Sebenarnya tidak hanya konsultasi tapi kita ingin menolak aturan yang dibuat tersebut, karena tidak semua daerah di Indonesia itu SDM nya sama, tenaga PTT dan THL masih sangat kita butuhkan khususnya di Lingga,” ujarnya saat kembali ke Lingga, Senin (25/04).

ADVERTISEMENT

Menurut mantan Ketua Komisi I DPRD Lingga ini, permasalahan Sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Lingga khususnya para PTT dan THL terjadi karena kondisi geografis Kabupaten Lingga yang merupakan daerah dengan pulau-pulau terpencil sehingga mempengaruhi budaya masyarakat yang masih belum begitu peduli pendidikan formal.

“Jadi kalau kita ikuti aturan tersebut, maka PTT dan THL yang ada sekarang ini harus mengikuti tes untuk dapat menjadi pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan itu tidak semua SDM kita mumpuni jika dilakukan tes, khususnya untuk bidang-bidang tertentu,” ujarnya.

Bidang tertentu yang dimaksudkannya adalah seperti tenaga kebersihan dan tenaga-tenaga cleaning service serta beberapa bidang lainnya yang rata-rata di Kabupaten Lingga sumber SDM nya masih belum mumpuni dari aspek administrasi.

“Jika kita paksakan mengikuti aturan yang ada dalam PP nomor 54 tahun 2018 tersebut, saya kuatir putra-putri di daerah kita akan kesulitan untuk lolos menjadi PPPK sesuai aturan tersebut, dan hal itu berpotensi memicu polemik di daerah kita,” jelasnya.

Meskipun baru-baru ini pemerintah membolehkan tenaga dibidang-bidang tertentu seperti pramusaji, tenaga kebersihan dan tenaga keamanan atau bidang lainnya yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah dibolehkan diangkat melalui tenaga alih daya dari pihak ketiga atau outsorching namun hal tersebut masih belum ada regulasi yang jelas.

“Untuk outsorching itu harus ada regulasi, dan jika mengacu pada regulasi tentang alih daya atau outsourching di Kementerian tenaga kerja, saya kira APBD kita saat ini masih belum mumpuni dan kita masih belum siap khususnya untuk anggaran, karena masih banyak kebutuhan lainnya untuk masyarakat di APBD kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy di sambut oleh Staf Deputi Bidang MSDM Kementerian PANRB Muhammad Aulia, dan menyampaikan beberapa persoalan tentang peraturan pemerintah tersebut, yang dikuatirkan akan mendiskriminasi putra putri di Kabupaten Lingga yang saat ini menjadi PTT dan THL di bidang-bidang tertentu.

ADVERTISEMENT

“Semoga di bulan Ramadhan ini apa yang kita perjuangkan dapat membuahkan hasil,” ujarnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Kapal Kargo Terbakar di Perairan Batam, 15 Kru Selamat

21 Februari 2024 - 17:56 WIB

IMG 20240221 WA0019

Sebuah Rumah Warga di Panggak Darat Ludes Terbakar

18 Februari 2024 - 22:22 WIB

Sebuah rumah warga di panggak darat ludes terbakar

TPS 008 Meral Kota Gelar PSU, Dikawal Ketat Bawaslu, KPU hingga Polisi

18 Februari 2024 - 11:33 WIB

IMG 20240218 090419 11zon

4 Unit Rumah Kontrakan di Kampung Harapan,Tebing, Ludes Terbakar

17 Februari 2024 - 12:27 WIB

IMG 20240217 WA0006 11zon

Dibuat di Batam, 2 Kapal TNI AL Ini Akan Beroperasi di Nias dan Banyuwangi

17 Februari 2024 - 11:44 WIB

Peresmian 2 Kapal TNI AL Sembulungan dan Hinako

Delapan TPS di Tanjungpinang Gelar Pemungutan Suara Ulang

16 Februari 2024 - 15:01 WIB

TPS di kawasan Meral Kota, Karimun. Foto: Khairul S/kepripedia.com
Trending di Warta