Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 19 Jan 2024 09:15 WIB

Perlu Pengawasan Ketat, Pelabuhan Tikus Diduga Jadi Jalur Primadona Masuknya Barang Ilegal ke Karimun


					Kompilasi penampakan aktivitas pengangkutan barang melalui ekspedisi dari gudang di Kota Batam hingga bongkar muatan dari kapal di Karimun. Foto: Ist/kepripedia.com Perbesar

Kompilasi penampakan aktivitas pengangkutan barang melalui ekspedisi dari gudang di Kota Batam hingga bongkar muatan dari kapal di Karimun. Foto: Ist/kepripedia.com

Praktik jasa angkut barang-barang atau kapal ekspedisi yang masuk ke wilayah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, saat ini diduga marak terjadi.

Modusnya pun terbilang hampir serupa, seperti pengiriman paket dengan jasa angkut barang-barang campuran yang dibawa dari wilayah Kota Batam hingga ke Karimun.

ADVERTISEMENT

Diduga barang-barang tersebut diangkut tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan dari wilayah Free Trade Zone (FTZ) di wilayah Batam. Bahkan, terkesan menghindari pungutan pajak.

Barang-barang paket logistik yang diangkut menggunakan kapal-kapal kayu itu pun cukup beragam.

Dalam aksi pemuatan barang-barang itu, para pemain bisnis ini tidak serta merta memuat secara ilegal. Beberapa di antaranya telah memenuhi pungutan pajak, namun perlu adanya pemeriksaan secara masif terhadap kesesuaian dokumen yang telah dilaporkan dengan barang yang diangkut di atas kapal.

Apabila minimnya pengawasan, hal itu bisa saja menjadi kesempatan bagi para ‘pemain’ bisnis ini untuk membawa barang-barang ilegal seperti halnya rokok tanpa pita cukai, pakaian bekas, bahkan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Apakah hal ini bisa terjadi? Atau bahkan sudah dilakukan?

Berdasarkan penelusuran, salah satu aktivitas ini dapat dijumpai di kawasan kampung Kam Kong, Kecamatan Meral.

Di lokasi, terdapat jalur pelabuhan tikus yang biasa digunakan untuk sandarnya kapal pengangkut serta membongkar barang muatan dari atas kapal menuju daratan.

ADVERTISEMENT

Jelas saja aktivitas ini dilakukan secara tertutup untuk menghindari pemeriksaan petugas terkait.

“Begitu kapal sampai biasa akan dibongkar oleh pekerja-pekerja yang sudah diakomodir,” ungkap seorang sumber.

Dalam sehari, 2 hingga 3 unit kapal akan sandar di lokasi itu. Para pekerja telah siap untuk melakukan pembongkaran terhadap muatan di atas kapal tersebut.

ADVERTISEMENT

Dari amatan, aktivitas ini berada tidak jauh dari komplek Bea Cukai. Sejatinya sebagai lembaga negara yang memiliki otoritas dan wewenang sesuai Perundang-undangan untuk melakukan pengawasan bahkan penindakan, tentu praktik itu sudah seharunya ditertibkan.

“Yang jelas aktivitas seperti ini sudah harus menjadi perhatian pihak terkait yang berwenang,” terangnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Terungkap! Pelaku Kasus Pembuangan Bayi di Karimun Ternyata Sepasang Kekasih

16 Juni 2024 - 14:52 WIB

IMG 20240616 WA0079 11zon

Desak Kepastian Hukum Kasus Halimah, Tim 15 Kembali Datangi Denpom Batam

13 Juni 2024 - 14:13 WIB

IMG 20240613 WA0010 11zon

2 Pelaku Penyelewangan BBM Subsidi di Batam Diamankan Polisi, Begini Modusnya

13 Juni 2024 - 10:25 WIB

Barang bukti penyelewengan BBM Subsidi yang diamankan Ditreskrimsus Polda Kepri

Pria di Batam Culik dan Cabuli Gadis 14 Tahun

11 Juni 2024 - 12:48 WIB

IMG 20240611 WA0012 11zon

Pemuda 24 Tahun di Karimun Ditangkap Usai Gondol Besi Penutup Selokan

10 Juni 2024 - 13:30 WIB

IMG 20240610 WA0005 11zon

Dugaan Kasus Pemalsuan Surat Tanah, Hasan Terancam 8 Tahun Penjara

10 Juni 2024 - 09:16 WIB

Kadiskominfo Kepri Hasan
Trending di Hukum Kriminal