Menu

Mode Gelap

Warta · 4 Sep 2023 19:41 WIB

Polisi Akui Kesulitan Ungkap Kasus Dugaan Malapraktik di RSUP RAT Tanjungpinang


					Ilustrasi tangan bayi. Foto: Lovepik Perbesar

Ilustrasi tangan bayi. Foto: Lovepik

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Mohamad Darma Ardiyaniki, mengakui pihaknya agak merasa kesulitan dalam penanganan kasus dugaan malapraktik oleh tenaga kesehatan di RSUP Raja Ahmad Thabib (RAT) Tanjungpinang.

Hal itu pula yang membuat perkembangan kasus tersebut agak terkesan mengalami keterlambatan.

ADVERTISEMENT

“Kasus dugaan malapraktik ini memang perkara yang sulit, dan memerlukan waktu relatif yang panjang proses penyelidikannya,” ungkapnya, Senin (4/9).

Ia menuturkan, saat menerima laporan pada 13 Mei 2023 lalu, pihaknya langsung membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Dari situ, penyidik langsung melakukan analisis terhadap rekam medis persalinan orang tua bayi (korban dugaan malapraktik).

Dari hasil analisis itu,lanjutnya, penyidik memang menemukan ada prosedur yang tidak dilaksanakan, hingga mengakibatkan luka berat pada bayi.

“Di fase analisis ini memang membutuhkan waktu yang relatif lama. Karena, kami harus lebih jeli memeriksa rekam medis yang cukup tebal tersebut,” katanya.

Selain itu, Ardiyaniki melanjutkan, hingga kini pihaknya telah memeriksa 15 saksi, mulai dari korban, terlapor, tenaga kesehatan yang menangani persalinan dan dokter RSUP RAT.

Saat ini, tim penyidik masih akan meminta keterangan ahli forensik dan pidana dari Polda Kepri.

“Setelah itu, penyidik akan gelar perkara untuk pastikan pidananya. Tidak ada kendala tapi prosesnya yang lama,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

Kasat Reskrim menambahkan dalam kasus ini pihaknya menerapkan Pasal 84 ayat 1 Undang-Undang nomor 36 tahun 2004 tentang kelalaian tenaga kesehatan yang mengakibatkan pasien luka berat, dengan ancaman pidana maksimal 3 tahun penjara.

Diketahui, belum lama ini Ibu bayi korban dugaan malapraktik, Winda buka mengeluhkan penanganan kasus yang menimpa bayinya terkesan lambat.

Menurutnya, sudah sekitar 3 bulan sejak ia melaporkan kasus tersebut. Namun, belum ada perkembangan yang signifikan mengenai kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, ia pun meminta keadilan dan kejelasan hukum atas kasus dugaan malapraktik yang menimpa anaknya tersebut kepada Presiden dan Kapolri.

“Kepada bapak Presiden, Kapolri, Bareskrim beserta bapak Kapolda Kepri dengan ini saya selaku ibu bayi yang lahir pada tanggal 5 Mei 2023, meminta tolong keadilan untuk anak kami,” ungkapnya dalam unggahan video terbuka.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Insiden “Pengusiran” Wartawan Berakhir Damai, KPU Lingga Minta Maaf: Harap Tak Terulang

2 Maret 2024 - 17:17 WIB

Ketua KPU Lingga bertemu sejumlah wartawan

NasDem Paling Banyak, Berikut 25 Nama Bakal Duduki Kursi DPRD Lingga

2 Maret 2024 - 16:21 WIB

Kantor DPRD Lingga

Hasil Lengkap Perolehan Suara Pemilu DPRD Kabupaten Lingga 2024

1 Maret 2024 - 21:36 WIB

Hasil Pemilu 2024 DPRD Kabupaten Lingga

Asyik! Ada Beasiswa untuk 1.500 Mahasiswa Kepri Berprestasi di Tahun 2024

1 Maret 2024 - 14:28 WIB

images 6

Polda Kepri Gelar Operasi Keselamatan Seligi 2024 Selama 14 Hari ke Depan

1 Maret 2024 - 14:21 WIB

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Asep Safrudin. Foto: Ist/kepripedia.com

Ribuan Pencaker Ikuti Job Fair 2024 di Bintan, Begini Harapan Roby Kurniawan

1 Maret 2024 - 12:37 WIB

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengunjungi Job Fair 2024
Trending di Warta