Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 30 Mei 2022 17:33 WIB ·

Polisi Ungkap Penimbunan 1,4 Ton BBM Solar Subsidi di Karimun, Sebabkan Kelangkaan


 Waka Polres Karimun, Kompol Saiful Badawi, mengecek barang bukti 1,4 ton BBM Solar ilegal. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Waka Polres Karimun, Kompol Saiful Badawi, mengecek barang bukti 1,4 ton BBM Solar ilegal. Foto: Khairul S/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Satreskrim Polres Karimun, Kepulauan Riau, mengamankan tiga orang pelaku yang diduga melakukan kegiatan ilegal penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi, Sabtu (28/5).

Total barang bukti BBM yang disita dalam kasus tersebut sebanyak 1,4 ton BBM solar subsidi, 3 unit truk pengangkut dan rekapan data penjualan.

Tiga pelaku yabg terlibat dalam kasus ini masing-masing berinisial EH yang merupakan pemilik. Sedangkan dua pelaku lainnya berperan sebagai supir sarana pengangkut truk, yakni MS dan YS.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi, mengatakan modus para pelaku dengan menyuling minyak jenis solar subsidi di SPBU Poros menggunakan 3 unit truk pengangkut.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Para tersangka melakukan penjualan BBM Solar subsidi, di mana mengambil BBM tersebut di SPBU Poros dan dibawa ke daerah Kolong. Di sana minyak ini mereka jual kembali dengan estimasi keuntungan Rp 60 ribu per jerigen,” ucapnya, Senin (30/5).

Dijelaskan Arsyad, kegiatan ilegal yang dilakukan para pelaku menjadi salah satu pemicu terjadinya kelangkaan minyak dan antrean panjang di SPBU Poros.

ADVERTISEMENT

“Kasus ini terungkap setelah maraknya kelangkaan minyak jenis BBM Solar subsidi. Aktivitas mereka dalam satu hari bisa tiga kali angkut dari SPBU, tergantung dari antrean saat pengambilan di SPBU,” kata dia.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih mendalami apakah ada keterlibatan petugas SPBU dalam kasus penimbunan BBM subsidi tersebut.

“Untuk keterlibatan itu kita masih dalam. Termasuk juga daftar nama-nama kepada siapa mereka menjual juga sudah kita amankan sebagai barang bukti. Apakah nanti juga akan kita mintai keterangan, kita lihat nanti,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

Atas kasus ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak, Gas, dan Bumi, dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda maksimal 60 miliar.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 1.181 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Polisi Tangkap Oknum Guru Ngaji di Batam Cabuli 10 Anak Bawah Umur

30 Juni 2022 - 21:41 WIB

3 Pelaku Curanmor di Batam Diringkus, Sudah Beraksi di 30 TKP

30 Juni 2022 - 20:36 WIB

Paksa Gadis Remaja Nonton Film Porno, Kakek di Tanjungpinang Ditangkap

27 Juni 2022 - 17:23 WIB

Mantan Karyawan Rumah Makan Sambal Ijo di Batam Curi Emas dan Uang Milik Bos

26 Juni 2022 - 13:09 WIB

Imigrasi Batam Deportasi Seorang Warga China

25 Juni 2022 - 14:29 WIB

BC Batam Bantu Gagalkan Penyelundupan Paket Ganja di Samarinda dan Bandung

24 Juni 2022 - 19:51 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement