kepripedia
Home / Nasional / PP 56 Diteken: Cafe, Toko hingga Usaha Karaoke yang Putar Musik Ciptaan Orang Dikenakan Royalti

PP 56 Diteken: Cafe, Toko hingga Usaha Karaoke yang Putar Musik Ciptaan Orang Dikenakan Royalti

Ilustrasi. Foto: Pixabay/skitterphoto

Presiden Joko Widodo resmi menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.

PP 56 ini hadir untuk menjamin perlindungan dan kepastian hukum terhadap hak ekonomi pencipta, pemegang Hak Cipta, dan pemilik Hak Terkait atas lagu dan musik. Dimana, melalui aturan tersebut ada mekanisme pengelolaan royalti yang transparan, berkualitas, dan tepat sasaran serta melalui sarana teknologi informasi.

Salah satu bentuk PP ini ialah mengenai kewajiban pembayaran royalti oleh semua orang yang menggunakan lagu atau musik secara komersil dalam bentuk layanan publik. Royalti tersebut dibayarkan kepada pencipta, pemegang hak cipta, atau pemilik hak.

“Setiap orang dapat melakukan Penggunaan Secara Komersial lagu dan/atau musik dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersial dengan membayar Royalti kepada Pencipta, Pemegang Hak Cipta, dan/atau pemilik Hak Terkait melalui LMKN,” demikian tertulis dalam ayat 1 pasal 3,” Selasa (6/4).

ads

Sementara, pada ayat 2 pasal 3 dijelaskan bahwa bentuk layanan publik yang bersifat komersial tersebut berupa:

a. Seminar dan konferensi komersial;

b. Restoran, kafe, pub, bar, bistro, kelab malam, dan diskotek;

c. Konser musik;

ads

d. Pesawat udara, bus, kereta api, dan kapal laut;

e. Pameran dan bazar;

f. Bioskop;

g. Nada tunggu telepon;

h. Bank dan kantor;

i. Pertokoan;

j. Pusat rekreasi;

k. Lembaga penyiaran televisi;

l. Lembaga penyiaran radio;

m. Hotel, kamar hotel, dan fasilitas hotel;

n. Usaha karaoke.

 

Diketahui, PP 56 ini ditandatangani Presiden Jokowi di Jakarta pada 30 Maret 2021 lalu. Kemudian sehari setelahnya, 31 Maret 2021, diundangkan yang ditandangani Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly.

 

Salinan PP 56


 

Baca lainnya di kumparan



Penulis: kumparan

Editor: Hasrullah

BERI KOMENTAR