Menu

Mode Gelap

Warta · 10 Agu 2021 00:17 WIB ·

PPKM level 4 di 45 Daerah Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Batam-Tanjungpinang Tak Ada di Daftar


 Aktifitas petugas saat menyekat di beberapa titik wilayah Batam Center hingga Sagulung dan Batu Aji. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Aktifitas petugas saat menyekat di beberapa titik wilayah Batam Center hingga Sagulung dan Batu Aji. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Pemerintah resmi mengumumkan perpanjangan PPKM Level 4 untuk daerah luar Jawa dan Bali selama 2 minggu mulai tanggal 10 hingga 23 Agustus 2021.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator PPKM di Luar Jawa-Bali, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual dan evaluasi penerapan PPKM, Senin (9/8).

“Sesuai arahan bapak presiden, PPKM Level 4 untuk luar Jawa-Bali diperpanjang 2 minggu,” ujarnya.

 

ads

 

ads

Dalam tabel yang disampaikan Menko Perekonomian itu, ada 132 kabupaten/kota  luar Jawa-Bali berstatus level asesmen level 4. Sementara Level 3 sebanyak 215 kabupaten/kota dan Level 2 sebanyak 39 kabupaten/kota.

Dari 132 yang berstatus asesmen 4, terdapat 45 kabupaten/kota dari 18 provinsi yang beresiko tinggi akan menerapkan PPKM Level 4 hingga 23 Agustus tersebut. Namun di antara 45 kab/kota itu, tidak ada wilayah Kepri yakni Kota Batam dan Tanjungpinang yang sebelumnya menerapkan PPKM Level 4.

Airlangga menjelaskan perpanjangan PPKM berbasis level di luar Jawa-Bali diperpanjang hingga dua minggu karena memerlukan waktu penanganan yang berbeda dengan wilayah di Jawa-Bali.

“Di luar Jawa ini karena nature kepulauan maka diperpanjang dua minggu,” jelasnya

Berdasarkan data yang disampaikan Airlangga terdapat perubahan aturan untuk PPKM Level 4 di luar Jawa-Bali. Yakni, industri dengan orientasi ekspor beroperasi 100 persen dengan prokes ketat. Jika ditemukan klaster ditutup 5 hari.

Untuk tempat ibadah diperbolehkan berkegiatan maksimal 25 persen kapasitas atau 30 orang dengan prokes ketat.

Selain itu, jika Batam dan Tanjungpinang menerapkan PPKM level 3 maka ada sejumlah aturan perubahan. Yakni kegiatan belajar tatap muka diizinkan maksimal 50 persen kapasitas.

Industri orientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi 100 persen. Untuk restoran diperbolehkan makan ditempat dengan maksimal 50 persen kapasitas.

Sementara untuk mall dan pusat perbelanjaan diperbolehkan buka hingga pukul 20.00 WIB, maksimal 50 persen kapasitas dan menerapkan prokes ketat.

Sedangkan tempat ibadah maksimal 50 persen dan juga menerapkan prokes ketat.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Penulis:

Editor: Hasrullah


Baca Lainnya

Penjelasan Bandara Hang Nadim Batam Soal Syarat Penerbangan Terbaru

21 Oktober 2021 - 20:02 WIB

Unjuk Rasa ke Kantor DPRD Batam, Pengungsi Afghanistan Kembali Minta Mediasi ke UNHCR

21 Oktober 2021 - 19:44 WIB

Kios-kios di Sepanjang Jalan Batu Besar Nongsa Ditertibkan

21 Oktober 2021 - 17:55 WIB

Beredar Video Kecelakaan Kepala Putus di Batam, Polisi: Itu Hoaks

21 Oktober 2021 - 14:20 WIB

Persatuan Sihinodola Nias Batam Laporkan Akun Facebook Condrat Sinaga

20 Oktober 2021 - 20:35 WIB

Pemprov Kepri Siapkan Anggaran Rp 3 Miliar untuk Juru Dakwah di Pulau Terpencil

20 Oktober 2021 - 19:56 WIB

Trending di Warta