Menu

Mode Gelap
ads

Hukum Kriminal · 29 Okt 2021 11:09 WIB

Pria di Batam Mengaku Dibegal dan Buat Keterangan Palsu, Berujung Bui


Ilustrasi Penjara. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi Penjara. Foto: Net

Seorang pria bernama Muh Irwan (49) mengaku telah dibegal oleh sekelompok orang di jalan Diponegoro, tepatnya di depan Hutan Wisata Mata Kucing, Kecamatan Batu Aji. Ia lalu membuat laporan ke Polsek Batu Aji.

Alih -alih dibegal, ternyata Irwan baru saja pulang dari sebuah kafe dan diduga minum minuman beralkohol. Akibat keterangan palsu itu sehingga ia kemudian diringkus oleh buser.

“Dalam laporan Irwan menyebut hendak pulang ke rumah dibegal. Setelah dilakukan proses penyelidikan ternyata tidak benar,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batu Aji Ipda Budi Santosa, Kamis (28/10).

Dia menjelaskan dalam laporannya, Irwan mengatakan ia hendak pulang ke rumahnya di sekitar Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (26/10) pukul 02.00 WIB. Dalam perjalanan, ia mengaku melihat tali besar warna putih yang melintang.

ads

Namun saat menerobos, sepeda motor yang dikendarainya tersangkut di tali. Irwan terus bercerita jika tiba tiba, 6 orang yang tidak dikenal keluar dari semak-semak samping kiri jalan. Lalu mereka mengancamnya menggunakan senjata tajam.

Irwan juga bercerita jika keenam begal itu berkata kepadanya jika mau selamat serahkan motor, kalau tidak serahkan motor ia akan dibunuh.

Ia yang masih di atas motor mengaku pasrah. Kedua tangannya diangkat ke atas. Lalu pelaku merogoh kantongnya. Di dalam sakunya ada 1 unit Handphone merk Oppo A5 Ram 4 dan uang tunai sebesar Rp.1.500.000 dan 2 helm.

Setelah meraih barang, pelaku menyuruh Irwan pergi dengan jalan kaki, sementara sepeda motor honda metik yang ia tunggangi ditinggal, di dalam joknya ada 1 lembar STNK. Kepada polisi, ia juga mengaku mengalami kerugian Rp 14.750.000.

ads

Berangkat dari laporan tersebut, lalu tim opsnal Polsek Batu Aji langsung melakukan penyelidikan dan melakukan pengecekan di seputar jalan raya Hutan Wisata Mata Kucing. Alhasil, polisi menemukan kejanggalan, laporan yang dibuat Irwan tidak sesuai fakta.

“Karena ada kejanggalan, kami pun kembali mengintrogasi yang bersangkutan,” kata dia.

Tidak butuh waktu lama, laporan palsu yang dibuat Irwan terbongkar. Bahkan Irwan pun akhir mengaku jika laporan yang ia buat tidak benar.

Pelaku saat diamankan Polisi. Foto: Istimewa

Budi mengatakan, sebelum buat laporan, ternyata Irwan sempat menikmati suasana malam di Cafe Dewi Sri, Komp Ruko Batavia,Sagulung. Di cafe tersebut, Irwan memesan minuman merk chivas.

“Senin (25/10) sekira pukul 21.30 WIB, Irwan sedang menikmati minuman beralkohol di cafe. Setelah selesai minum dan ingin meninggalkan cafe, Irwan tidak sanggup membayar bill yang di berikan oleh kasir cafe sebesar Rp 2.705.000,” kata dia.

Sebagai jaminan agar Irwan bisa keluar dari cafe, ia harus meninggalkan barang-barang miliknya berupa tas yang berisi dokumen penting, 2 buah helm sebagai jaminan dengan perjanjian akan membayar bill setelah pelaku gajian.

“Laporan palsu yang dibuat pelaku bertujuan supaya pelaku tidak ditagih nota bill, dan pembayaran bisa ditunda,” beber dia.

Kini pelaku dikenakan pasal 242 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara tujuh tahun.



ads
Baca Lainnya

Kasus KDRT Pasutri di Batam Berujung Damai Berkat Restorative Justice

26 November 2021 - 21:48 WIB

Sudah 7 Kali Beraksi, Pelaku Hipnotis di Bintan Akhirnya Tertangkap

26 November 2021 - 16:31 WIB

Ilustrasi hipnotis

Pelajar di Batam Ditangkap, Akibat Penyelundupan PMI Ilegal

26 November 2021 - 13:45 WIB

2 Puskesmas di Bintan Terindikasi Korupsi Dana Insentif COVID-19

25 November 2021 - 15:13 WIB

Ilustrasi korupsi

Ketahuan Simpan Sabu dalam Dubur, Pria Ini Ditangkap di Bandara Hang Nadim

24 November 2021 - 17:05 WIB

Pelaku inisial A dan barang bukti yang diamankan.

3 Pelaku Pencurian Motor di Sagulung Batam Diringkus Polisi

24 November 2021 - 11:57 WIB

Trending di Hukum Kriminal