Menu

Mode Gelap

Warta · 14 Apr 2022 17:35 WIB

Program Bangga Kencana Diharapkan Bisa Turunkan Angka Stunting di Kepri


					Gubernur Kepri hadir Rakerda BKKBN Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (13/4). Foto: Dok Diskominfo Kepri Perbesar

Gubernur Kepri hadir Rakerda BKKBN Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (13/4). Foto: Dok Diskominfo Kepri

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bangga Kencana yang digelar Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (13/4).

Program Bangga Kencana atau Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana merupakan upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat, melalui berbagai kelompok kegiatan di masyarakat.

ADVERTISEMENT

Rakerda Bangga Kencana Provinsi Kepri kali ini mengusung tema “Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Melalui Optimalisasi Sumberdaya Konvergensi Lintas Sektor.”

Dalam kesempatan itu, Ansar menyebut program Bangga Kencana sebagai program yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kualitas keluarga di Kepri. Keluarga sebagai unit masyarakat yang terkecil memegang peranan penting untuk menjadi pijakan awal menuju masyarakat Kepri yang kuat dan sehat.

“Melalui Bangga Kencana ini kita bersama semua saling berupaya untuk mewujudkan kualitas keluarga yang pada akhirnya bisa menjamin kualitas SDM di Kepri memiliki keunggulan dan daya saing yang mumpuni,” ujar Ansar.

Ia berharap, BKKBN melalui Bangga Kencana juga bisa terus memaksimalkan upaya penurunan stunting di Kepri. Saat ini angka stunting di Kepri ada di 17,6 persen yang membuat Kepri berada di empat provinsi terbawah secara nasional. Sementara angka stunting secara nasional masih ada di angka 24,4 persen.

“Target dari bapak Presiden di tahun 2024 stunting harus turun ke 14 persen, maka dari itu kita harus kerja keras agar target itu bisa tercapai,” tegas Gubernur Ansar.

Ansar juga menyinggung perihal bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia di tahun 2045. Menurutnya, kesempatan itu harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan pengembangan SDM yang didasarkan pada studi komprehensif sehingga bisa sesuai dengan roadmap Indonesia Emas di tahun 2045.

“Jangan sampai bonus demografi malah menjadi bencana demografi jika kita lengah tidak mempersiapkannya dari sekarang,” pungkas Gubernur Ansar.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

APBD Kepri Terancam Defisit hingga Rp 600 Miliar

22 Juli 2024 - 17:36 WIB

IMG 20240722 WA0017 11zon

Puncak Peringatan HBA, Kajari Karimun Tekankan Amanat Kejagung

22 Juli 2024 - 11:28 WIB

IMG 20240722 WA0004 11zon

Catat! KSOP Kelas I TBK Bakal Kembali Gelar Diklat Gratis BST Khusus Kapal Niaga

22 Juli 2024 - 10:44 WIB

IMG 20240722 WA0003 11zon

Cegah Perpecahan Jelang Pilkada 2024, Bupati Rafiq Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

19 Juli 2024 - 12:14 WIB

IMG 20240719 WA0001 11zon

Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun Gelar Sosialisasi TOC, Ini Tujuannya

18 Juli 2024 - 13:20 WIB

IMG 20240718 WA0014 11zon

Kasi Pidsus Kejari Karimun dan Kacabjari Tanjungbatu Resmi Berganti

15 Juli 2024 - 12:31 WIB

IMG 20240715 WA0032 11zon
Trending di Warta