Menu

Mode Gelap

Warta · 12 Sep 2022 13:08 WIB ·

Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM di Kantor DPRD Kepri


 Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM di Kantor DPRD Kepri Perbesar

ADVERTISEMENT
advertisement

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah kampus melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (12/9). 

Aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah atas kenaikan harga BBM. 

Para mahasiswa menyampaikan aspirasi dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian. 

Salah satu mahasiswa menyampaikan, kebijakan kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah belum lama ini sangat tidak memihak kepada masyarakat. 

ADVERTISEMENT
advertisement

Dimana, saat keadaan ekonomi masyarakat masih cukup sulit akibat pandemi COVID-19. Namun, masih harus disulitkan dengan kebijakan tersebut. 

“Kami disini membawa aspirasi masyarakat yamy merasa berat karena kebijakan kenaikan harga BBM,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

Aksi unjuk rasa cukup berlangsung panas. Aksi dorong mendorong pun terjadi antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang bejaga. Karena, para mahasiswa memaksa masuk ke kawasan Gedung DPRD Kepri.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 17 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Neko Wesha Pawelloy: Saya Tidak Bisa Tidur Kalau Belum Ada Solusi

27 September 2022 - 09:04 WIB

Muhammad Rudi Jadi Pembicara Utama di Hari Jadi Kota Tanjungpinang

27 September 2022 - 05:25 WIB

Mobil Dinas di Bintan Banyak Tak Bayar Pajak

27 September 2022 - 05:22 WIB

Penyalur Perdagangan Orang ke Malaysia merupakan Mantan PMI

27 September 2022 - 05:14 WIB

Pencuri Kabel Listrik di Batam Terekam CCTV

27 September 2022 - 05:06 WIB

Menelisik Pengalokasian Dana Proyek Normalisasi Drainase di Pasar Malam Karimun

26 September 2022 - 17:07 WIB

Trending di Warta
advertisement