Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 8 Nov 2021 20:08 WIB

Realisasi Belanja APBD Kepri Masih Rendah, Sekda Minta OPD ‘Ngebut’


Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri tahun anggaran 2021 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (8/11). Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri tahun anggaran 2021 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (8/11). Foto: Ismail/kepripedia.com

Realisasi belanjang APBD Provinsi Kepulauan Riau hingga November 2021 mencapai 60,92 persen. Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu yang mencapai 64,84 persen.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Aries Fhariandi, mengungkapkan saat ini untuk realisasi pendapatan sebesar 75,48 persen. Dibanding 2 minggu lalu progres realisasi belanja menunjukkan adanya fluktuasi, karena ada penyesuaian pada struktur APBD Perubahan. Penyesuaian tersebut juga mengakibatkan ada sejumlah OPD yang progresnya menjadi minus.

“Adanya keterlambatan penyerapan secara umum dipengaruhi beberapa perubahan nomenklatur yang harus menunggu proses APBD Perubahan,” ungkapnya dalam Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri tahun anggaran 2021 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (8/11).

Menurutnya, secara nasional peringkat Provinsi Kepri terkait realisasi belanja per 15 Oktober berada di peringkat 16, sedangkan untuk realisasi pendapatan berada di posisi 20.

ads

“Namun biasanya semua provinsi akan melakukan akselerasi di akhir tahun untuk pencapaian target masing-masing” ujarnya.

Sementara itu, Pj Sekdaprov Kepri, Lamidi, saat memimpin rapat tersebut mengingatkan seluruh OPD terutama yang realisasi belanja masih rendah agar segera melaksanakan kegiatannya. Hal tersebut mengingat mengingat waktu yang tersisa tidak banyak.

“Oleh karena itu paket-paket yang sedang dilelang kalau sudah selesai tahapan lelangnya untuk segera dibuatkan kontraknya” tegasnya.

Ia mengatakan, terkait perbandingan realisasi APBD yang masih menurun dari periode yang sama di tahun lalu, dikarenakan adanya penyesuaian pada APBD Perubahan terhadap Visi dan Misi Kepala Daerah yang baru.

ads

“Sebenarnya kita masih di jalur yang benar dikarenakan perbandingan tersebut tidak terlalu signifikan, hanya sekitar 3 persen. Inipun untuk mendukung tercapainya visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” demikian Lamidi.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Program Pinjaman Tanpa Bunga Dimulai, UMKM Bisa Ajukan Langsung ke Bank Riau Kepri

2 Desember 2021 - 14:21 WIB

Ilustrasi Bank Riau Kepri

UMK Batam 2022 Naik Rp 35.429 Menjadi Rp 4.186.359

2 Desember 2021 - 13:00 WIB

Ilustrasi uang

Ini Daftar UMK 2022 Kabupaten/Kota se-Kepri

2 Desember 2021 - 12:32 WIB

Ilustrasi uang

PAD Karimun Masih Bertopang Pada Sektor Tambang

29 November 2021 - 14:14 WIB

Tambang granit di Karimun

Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,3 Persen Tahun Ini

25 November 2021 - 18:10 WIB

Rencana Pemprov Kepri Membangun Industri Perikanan Tanpa Pinggirkan Nelayan

23 November 2021 - 19:37 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis