Ekonomi Bisnis · 23 Nov 2021 19:37 WIB

Rencana Pemprov Kepri Membangun Industri Perikanan Tanpa Pinggirkan Nelayan


Gubernur Kepri Ansar Ahmad meninjau rencana membangun industri perikanan di Kepri. Foto: Ist/kepripedia.com Perbesar

Gubernur Kepri Ansar Ahmad meninjau rencana membangun industri perikanan di Kepri. Foto: Ist/kepripedia.com

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mendorong industri perikanan di wilayahnya agar terus berkembang. Hal tersebut dikarenakan potensi perikanan  di wilayah Kepri sangat banyak dan belum dimaksimalkan sepenuhnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan kondisi geografis Kepri yang terdiri dari 2.408 pulau dengan 96 persen luas wilayahnya berupa laut menghadirkan tantangan sekaligus potensi.

“Potensi perikanan kami  1,1 juta ton per tahun, tapi saat ini baru termanfaatkan 33 persen,” kata Ansar, Selasa, (23/11).

Namun demikian, lanjut Ansar, meski ingin memaksimalkan potensi perikanan dirinya tidak ingin investasi dan pengembangan industri lantas meminggirkan  masyarakat.

ads

Untuk itu, ia meminta pemerintah pusat memberikan insentif bagi investor perikanan, agar nelayan lokal dikirim mengikuti  pelatihan dan sekolah teknik pelayaran.

Dimana,  nelayan-nelayan muda akan dikirim ke sekolah teknik pelayaran agar mampu menahkodai kapal-kapal besar.

“Tinggal sistemnya, bagi hasilnya, nanti bentuk badan usahanya bersama seperti koperasi.  Saya yakin itu bisa terwujud,” ucap Gubernur.

Ia menuturkan, saking kayanya Laut Natuna bahkan menarik minat banyak nelayan. Mulai dari  nelayan Pantura Jawa hingga nelayan asing yang masuk secara ilegal.

ads

Karena, selain perikanan potensi Kelautan di Kepri juga menghasilkan berbagai komoditas ekspor unggulan, seperti lobster, kepiting, ikan kerapu, ikan betutu, udang belalang, gonggong, kerang, rumput laut, udang vaname, dan ikan tenggiri.

Namun sayangnya, potensi kelautan yang kaya tersebut tidak bisa dimaksimalkan nelayan setempat. Sebab, nelayan asli Natuna masih menangkap dengan cara tradisional.

“Nelayan disana sebenarnya tangguh karena mereka turun-tenurun dari keluarga nelayan . Di Natuna dan Anambas ada sekitar 12 ribu lebih nelayan,” ucapnya.

Selain itu, Ansar menambahkan, Kepri  juga perlu menyiapkan infrastruktur untuk memajukan industri perikanan. Meski, di banyak pulau sudah tersedia dermaga, tapi akses jalannya perlu diperbaiki agar kendaraan besar untuk kebutuhan industri bisa beroperasi.

“APBD kami hanya Rp 3,7 triliun; relatif kecil untuk mengurus provinsi kepulauan seperti Kepulauan Riau.”

Agar bisa menggenjot industri perikanan, Ansar mengimbuhkan, perlu dukungan dari pemerintah pusat dalam bentuk insentif fiskal dan nonfiskal, serta kemudahan perizinan.

“Dukungan APBN mesti banyak dikucurkan. Kalau itu terwujud saya yakin percepatan pembangunan di semua sektor di wilayah kepulauan akan terwujud,” kata dia.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung

Penulis: | Editor: Redaksi


ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Program Pinjaman Tanpa Bunga Dimulai, UMKM Bisa Ajukan Langsung ke Bank Riau Kepri

2 Desember 2021 - 14:21 WIB

Ilustrasi Bank Riau Kepri

UMK Batam 2022 Naik Rp 35.429 Menjadi Rp 4.186.359

2 Desember 2021 - 13:00 WIB

Ilustrasi uang

Ini Daftar UMK 2022 Kabupaten/Kota se-Kepri

2 Desember 2021 - 12:32 WIB

Ilustrasi uang

PAD Karimun Masih Bertopang Pada Sektor Tambang

29 November 2021 - 14:14 WIB

Tambang granit di Karimun

Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,3 Persen Tahun Ini

25 November 2021 - 18:10 WIB

Kala Harga Sembako Lebih Dulu Naik Saat UMK Belum Ada Kepastian

18 November 2021 - 09:29 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis