Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 27 Mei 2022 22:33 WIB ·

RUPST Tahun Buku 2021, Telkom Bagikan Dividen Rp14,86 Triliun


 RUPST Tahun Buku 2021 Telkom Indonesia. Foto: Dok Telkom Perbesar

RUPST Tahun Buku 2021 Telkom Indonesia. Foto: Dok Telkom

ADVERTISEMENT
advertisement

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom yang digelar secara hybrid (daring dan luring) di Jakarta, Jumat (27/5).

Dalam RUPST ini, Telok membagikan dividen sebesar Rp 14,86 triliun yang merupakan 60% dari perolehan laba bersih tahun buku 2021 (dividend payout ratio). Sedangkan sisanya sebesar 40%, sebesar Rp 9,90 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan dibidang digital connectivity, digital platform, dan digital services.

ADVERTISEMENT
advertisement

Dengan besaran dividen tersebut, ini berarti dividen yang akan diterima pemegang saham adalah sebesar Rp 149,97 per lembar saham. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan per tanggal 9 Juni 2022.

Adapun pembayaran dividen tahun buku 2021 tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 1 Juli 2022.

ADVERTISEMENT
advertisement

Selain itu, dalam keterangan yang diperoleh kepripedia, dalam RUPST ini diketahui jika tidak ada perubahan kepengurusan Perseroan.

Sepanjang tahun 2021 lalu, Telkom mengklaim bahwa kinerja keuangan dan operasional solid dan memuaskan. Diantaranya didorong oleh peningkatan aktivitas daring pelanggan dan kebutuhan masyarakat akan koneksi internet yang kian tumbuh dari waktu ke waktu. Pertumbuhan ini tetap terjadi meski pandemi COVID-19 di tahun 2021 ini dengan berbagai varian yang muncul.

ADVERTISEMENT

Telkom juga mengklaim pendapatan konsolidasi sebesar Rp143,2 triliun atau tumbuh sebesar 4,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi profitabilitas, Telkom membukukan EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) sebesar Rp75,7 triliun atau tumbuh sebesar 5,1% dan laba bersih sebesar Rp24,8 triliun atau tumbuh sebesar 19,0% jika dibandingkan dengan periode 2020.

Pada segmen Mobile, Telkomsel mampu mempertahankan posisi sebagai operator seluler terdepan di Indonesia yang melayani 176,0 juta pelanggan, di mana 120,5 juta di antaranya merupakan pengguna mobile data.

Secara keseluruhan, pendapatan Telkomsel pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 87,5 triliun. Kontribusi pendapatan dari Digital Business telah meningkat menjadi 77,9% dari total pendapatan Telkomsel, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 71,6%.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan Digital Business ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan Data sebesar 6,9% yang didorong oleh pertumbuhan trafik data (Data Payload) sebesar 43,3%.

Pada segmen Consumer, IndiHome juga tetap memimpin pasar fixed broadband di tanah air dengan menguasai lebih dari 80% pangsa pasar. Jumlah pelanggan IndiHome pada akhir tahun 2021 mencapai 8,6 juta pelanggan, bertambah sebanyak 585 ribu pelanggan dari tahun sebelumnya.

Sejalan dengan hal tersebut, pendapatan segmen Consumer meningkat cukup tinggi sebesar 18,5% YoY menjadi Rp 26,3 triliun, sehingga berkontribusi cukup signifikan dalam meningkatkan pendapatan konsolidasi.

ADVERTISEMENT

Kinerja segmen Enterprise di 2021 dinilai tetap baik di tengah tekanan akibat pandemi COVID-19. Pendapatan yang berasal dari segmen ini mencapai Rp 19,1 triliun, atau tumbuh sebesar 8,0% jika dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, segmen Wholesale dan International mencatatkan pendapatan sebesar Rp14,3 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,6% dibandingkan tahun lalu.

Dalam keterangan resminya ini, selain keempat segmen ini, kinerja Telkom juga disebut telah menunjukkan pertumbuhan yang baik dalam segmen lainnya melalui berbagai inisiatif dalam mengembangkan dan menyediakan beragam layanan digital, baik untuk Business to Business (B2B) maupun Business to Customer (B2C).

ADVERTISEMENT

Seperti pada bulan November 2021, salah satu anak usaha Telkom yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) berhasil melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp18,8 triliun. Hal ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan nilai (value creation) yang optimal bagi perusahaan dan stakeholder, di mana aset tower yang memiliki valuasi tinggi dapat di-unlock, sehingga berdampak pada valuasi yang lebih baik bagi perusahaan.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menciptakan pertumbuhan bisnis melalui tiga pilar yaitu Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services. Ia juga mengaku akan terus memperkuat kapasitas dan kapabilitas di bisnis digital, sejalan dengan langkah transformasi perusahaan untuk menjadi digital telco.

“Langkah ini pun mulai membuahkan hasil yang cukup baik dengan kinerja yang Telkom peroleh di sepanjang tahun 2021, baik keuangan maupun operasional. Tentunya ini menjadi motivasi bagi kami dalam mengakselerasi transformasi demi memastikan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan di masa mendatang dan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia,” ujar Ririek.

Di tahun 2022, lanjut Ririek, Telkom secara konsisten akan memperkuat jaringan untuk menghadirkan layanan broadband yang berkualitas baik di mobile maupun fixed dengan jangkauan terluas di Indonesia. Hal itu menurutnya menjadi upaya penting untuk memperkuat posisi Perseroan sebagai market leader pada domain digital connectivity.

Ia pun mengungkapkan bahwa Telkom kini tengah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pada lini bisnis data center dan cloud serta berbagai platform digital lain seperti data analytic dan security yang sekaligus juga merupakan enabler bagi terciptanya berbagai solusi digital services sesuai kebutuhan pelanggan.

ADVERTISEMENT
advertisement

Di lain sisi Telkom juga sedang dalam proses meningkatkan kapasitas sekaligus mengkonsolidasikan aset data center, yang selanjutnya diharapkan dapat meng-unlock bisnis data center tersebut, sebagaimana yang telah perusahaan lakukan sebelumnya pada bisnis tower.

Menurutnya Telkom selalu terbuka untuk menjalin partnership dengan pihak-pihak lain termasuk yang berskala global, untuk mempercepat peningkatan kapabilitas seperti di bidang cloud atau dalam rangka mendapatkan investor yang memiliki visi untuk bersama-sama menangkap peluang pertumbuhan dan menciptakan nilai yang lebih tinggi.

“Atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para pemegang saham, Dewan Komisaris, pelanggan setia, mitra bisnis, media, masyarakat luas, dan pemangku kepentingan lainnya atas dukungan yang diberikan kepada Telkom sepanjang tahun 2021.”

“Kami percaya, di masa depan Telkom akan tetap memiliki prospek usaha dan pertumbuhan yang baik, seiring tiga pilar bisnis tersebut yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat demi memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perusahaan untuk terwujudnya kedaulatan digital Indonesia,” demikian Ririek.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 26 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Rupiah Hari ini Capai 15 ribu Per Dolar Amerika

6 Juli 2022 - 12:44 WIB

BP Batam Serahkan SK Pegawai Ke PT BIB

1 Juli 2022 - 21:33 WIB

PT PLN Batam dan PT BIB Tandatangani MoU Kerja Sama Kelistrikan

30 Juni 2022 - 20:45 WIB

Dorong Transformasi Digital Indonesia, ITDRI dan BRIN Lakukan Kolaborasi Riset di Mandalika

29 Juni 2022 - 21:23 WIB

Kenaikan Harga Cabai Diperkirakan Bertahan hingga 3 Pekan ke Depan

27 Juni 2022 - 20:48 WIB

Disperindag Ungkap Penyebab Harga Cabai di Batam Tinggi

27 Juni 2022 - 19:16 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement