Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 24 Mar 2022 16:22 WIB ·

Saksi Beberkan Perjuangan Robiyanto Mencari Keadilan Atas Pembunuhan Sang Ayah


 Sidang gugatan anak korban pembunuhan di Karimun 20 tahun silam di Pengadilan Negeri Karimun Kamis (24/30. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Sidang gugatan anak korban pembunuhan di Karimun 20 tahun silam di Pengadilan Negeri Karimun Kamis (24/30. Foto: Khairul S/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Sidang perkara dugaan perbuatan melawan hukum (PMH) yang digugat anak dari korban pembunuhan 20 tahun silam di Karimun kembali digelar di Pengadilan Negeri Karimun, Kamis (24/3).

Sidang kali ini beragendakan keterangan para saksi dari pihak penggugat. Lima orang saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Medi Rafi Batara Randa.

Dua dari 5 orang saksi yang dihadirkan, 2 di antaranya merupakan rekan Robiyanto mengetahui perjuangan mencari keadilan yang dilakukan atas pembunuhan yang menimpa sang ayah.

“Sementara untuk 3 saksi lainnya yang turut kita hadirkan dalam sidang kali ini itu bersifat mengetahui terjadinya pembunuhan itu,” jelas kuasa hukum penggugat, Jhon Asron Purba.

ADVERTISEMENT
advertisement

Menurutnya, pasca pembunuhan yang terjadi pada tahun 2002 silam itu, kliennya mengalami depresi yang luar biasa, sehingga menyebabkan berbagai usaha yang berjalan sebelumnya tidak lagi beroperasi dengan baik.

“Keluarga dari Cikok setelah pembunuhan itu berangsur tutup semua karena seperti yang dikatakan saksi tadi, Robiyanto mengalami depresi,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Sementara saksi, Hendra Purba, menceritakan perjuangan Robiyanto untuk memperoleh kepastian hukum yang sebelumnya diduga tidak dijalankan atas dua orang tersangka, yakni AE dan KF.

“Beliau memang saat itu lagi ngurus di Mabes (Polri). Saya ikut menghantarkan. Katanya sudah beberapa kali untuk mengurus hal ini tapi belum ada penyelesaian,” kata dia di persidangan.

Bahkan, kata dia, Robi bersama kuasa hukum sebelumnya sempat berupaya untuk mengadukan kasus tersebut kepada Menkopolhukam, Mahfud MD.

ADVERTISEMENT

“Sebelum ke Mabes itu sempat ada upaya mau ketemu pak Mahfud. Tapi lebih detail saya tidak mengetahui,” bebernya.

Ia menambahkan, upaya mencari keadilan itu harus kandas karena kasus tersebut telah berstatus SP3 di Mabes Polri.

“Dari proses aduan di Mabes Polri, Robiyanto bilang bahwa kasusnya telah di SP3 kan,” tutupnya.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 742 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Polisi Bekuk Pelaku Asusila Terhadap Anak di Bawah Umur di Sekupang

21 Mei 2022 - 22:46 WIB

Pelaku Skimming Bank Riau Kepri Ditangkap Saat Hendak Pergi ke Lombok

21 Mei 2022 - 22:38 WIB

Pelaku Skimming Bank Riau Kepri di Batam Dikabarkan Diringkus di Bali

21 Mei 2022 - 16:48 WIB

Pura-pura Minta Maaf, Berujung Penikaman Karyawan Nagoya Foodcourt

20 Mei 2022 - 11:11 WIB

Ruko Dibobol Saat Pemilik Pulang Kampung, 4 Pelaku Diamankan

19 Mei 2022 - 22:16 WIB

10 Kg Sabu Tangkapan BNNP Kepri dari 2 Kurir Jaringan Internasional Dimusnahkan

18 Mei 2022 - 17:06 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement