Menu

Mode Gelap
ads

Warta · 28 Agu 2021 22:12 WIB

Sampah Menumpuk, Warga Sagulung Keluhkan Aroma Tak Sedap


Bin container milik DLH di wilayah Sagulung. . Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Bin container milik DLH di wilayah Sagulung. . Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Warga Sagulung, Kota Batam, mengeluhkan lambatnya petugas kebersihan untuk mengangkut sampah dari kompleks yang sudah menimbulkan aroma tak sedap.

Misalnya di Kavling Lama, Batu Aji Permai, Kelurahan Sei Lekop, terlihat sampah rumah tangga yang belum juga diangkut oleh petugas. Tumpukan sampah tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan.

Menurut warga, Ridwan, petugas sudah 5 hari ini tak mengangkut sampah di kompleksnya.

“Tidak tahu, apa masalahnya petugas tak datang untuk ambil sampah. Ini sampah kita sudah menumpuk mengeluarkan aroma tak sedap lagi,” kata Albain, kepada kepripedia, Sabtu (28/8).

ads

Karena itu, ia berharap ada respon pemerintah melalui instansi terkait untuk mengangkut sampah dari pemukiman warga. Seperti diketahui, kata dia, penumpukan sampah berpotensi berdampak terhadap kondisi lingkungan kesehatan di pemukiman warga.

“Jadi kita sebagai warga minta petugas, untuk mengambil sampah. Kita tak pernah telat bayar retribusi, tapi sampah kita telat diambil,” pinta dia.

Menyikapi hal itu, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasitrantib) Kecamatan Sagulung, Jamil, mengakui ada kendala sehingga sampah di sejumlah pemukiman warga belum terangkut.

Dia mengatakan, untuk Kecamatan Sagulung sendiri memiliki 14 armada pengangkut sampah. Namun 7 di antaranya tengah menjalani perawatan di bengkel.

ads

“Terkendalanya ada untuk angkut sampah dari pemukiman warga ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Tapi kita tetap optimalkan agar tetap berjalan,” kata Jamil.

Untuk tidak terjadi tumpukan, pihaknya akan mengoperasikan armada yang ada dengan cara menambah shift para supir jadi tiga shift.

“Ini kita kerja ekstra, seraya mobil kita baik dari bengkel. Kita tambah shift. Ada satu mobil, ada dua atau tiga supir,” terang dia.

Selain itu, yang menjadi persoalan saat ini juga Bin container sampah yang minim. Bahkan, kata Jamil, pihaknya sempat cek-cok dengan petugas jaga DLH. Karena untuk membuang sampah harus dalam bin. Sementara bagaimana jika Bin sudah penuh.

Karenanya, dia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk dapat menambah bin container. Agarsampah pemukiman warga dapat diakomodir dan tidak menyebabkan tumpukan dan berserakan.

Terpisah, Kepala Bidang Persampahan DLH Batam, Faisal Novrieco di Batam Kota, menyebutkan pihaknya mengoptimalkan distribusi sampah dari TPS hinga ke tempat pembuangan di Punggur.

“Kita tetap angkut dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur. Tidak ada yang tersisa,” ujarnya.

Mengenai keterbatasan bin, kata Faisal, untuk wilayah Sagulung ada 11 lokasi bin untuk menampung seluruh sampah warga pemukiman. Keseluruhan dalam kondisi layak

Namun mengenai mengangkut sampah dari pemukiman warga yang ada di wilayah kaveling. Pihaknya mengalami keterbatasan armada sehingga tidak bisa masuk di gang kecil.

“Kita punya lori, jadi tak bisa masuk ke gang kecil. Untuk becak dan mobil pick up itu pihak kecamatan yang mengangkut,” imbuh dia.



ads
Baca Lainnya

KPPAD Harap Lingga Jadi Kota Layak Anak Tingkat Madya

27 November 2021 - 16:34 WIB

KPPAD: Januari-November 2021 Ada 12 Kasus Kekerasan Anak di Lingga

27 November 2021 - 16:08 WIB

Gubernur Kepri Sampaikan Persoalan Biaya Penanganan PMI ke BNPB

26 November 2021 - 21:29 WIB

Menteri KKP Kunker ke Kepri, Sosialisasi Industri Perikanan Mandiri

26 November 2021 - 21:09 WIB

Kodim 0317/TBK Bantu Fasilitasi Bedah Gadis di Karimun yang Tertelan Jarum Pentol

26 November 2021 - 17:57 WIB

Truk Pengangkut Pakan Ternak Terbalik di Pendakian Bukit Daeng Batam

26 November 2021 - 16:47 WIB

Trending di Warta