Menu

Mode Gelap

Netizen · 12 Apr 2020 23:51 WIB ·

Sensus Penduduk Online, Pemerintahan Inovatif


 Sensus Penduduk Online, Pemerintahan Inovatif Perbesar

Ilustrasi. Foto: Istimewa

 

Sensus Penduduk merupakan hajatan besar bangsa yang dilaksanakan setiap dasawarsa pada tahun berakhiran 0 (nol). Pada tahun 2020 kali ini, Sensus Penduduk tampil secara beda. Sensus penduduk kali ini menggunakan sistem online.

Sensus Penduduk 2020 penting untuk menghasilkan data sebagai dasar pengambilan kebijakan di berbagai bidang pembangunan. Data hasil SP 2020 tidak hanya bermanfaat untuk perencanaan di masa kini, tetapi juga mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan. Sensus ini juga penting karena memiliki tujuan untuk menghitung penduduk Indonesia.

ads

Sensus Penduduk 2020 menjadi sensus penduduk ketujuh yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), memiliki dua tujuan besar.

Pertama, menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia.

ads

Kedua, menyediakan parameter demografi, proyeksi penduduk, serta indikator Sustainable Development Goals (SDG’s).

Pada pelaksanaan SP2020 atau sensus penduduk yang ketujuh, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pembaruan penting pada cara pengumpulan datanya. BPS membagi pengumpulan data menjadi dua tahap.

Sensus Penduduk Online pada 15 Februari-31 Maret 2020, yang kemudian diperpanjang hingga 29 Mei 2020 dan pencacahan lapangan pada 1-31 Juli 2020. Jika tidak sempat mengisi secara online, masyarakat akan dikunjungi petugas sensus di bulan Juli untuk melakukan wawancara.

Baik secara online maupun wawancara, masyarakat diminta memberikan jawaban dengan jujur dan benar. Semangat perubahan ini dilakukan berdasarkan arahan Presiden RI bahwa semua sektor terkait harus berkolaborasi, meninggalkan ego sektoral, dan terus menerus menerapkan inovasi. Partisipasi masyarakat dengan memberikan jawaban yang jujur dan benar, serta dukungan penuh dari K/L, institusi, organisasi, dan seluruh pihak menjadi kunci kesuksesan SP2020 dan menentukan masa depan Indonesia.

Metode ini akan membuat sensus penduduk lebih praktis dan efisien. Masyarakat dapat berpartisipasi secara mandiri melalui situs web sensus.bps.go.id dengan menggunakan perangkat yang terhubung jaringan internet.

Cara ini menawarkan kepraktisan dan kecepatan dalam mengisi data kependudukan. Hanya lima menit Anda perlukan untuk menyetor basis data yang kelak digunakan untuk menentukan masa depan bersama. Pada sensus online, warga dapat secara mandiri mengisi datanya dengan mengakses laman sensus.bps.go.id.

Jika belum berpartisipasi pada sensus online, Juli mendatang, petugas akan menyambangi rumah-rumah penduduk untuk mengumpul­kan data. Tentu, memanfaatkan sensus online akan jauh lebih praktis dan memudahkan pengumpulan data.

Lewat sensus ini, diharapkan akan tersedia data tunggal kependudukan yang akurat, terutama data dasar berupa jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia. Data ini sangat penting untuk perencanaan dan pengambilan kebijakan di berbagai bidang.

Data kependudukan juga digunakan untuk mengantisipasi perubahan atau kebutuhan di masa mendatang. Di level individu, ketersediaan data yang akurat membantu kita sebagai warga negara merasakan dampak nyata kebijakan tertentu, misalnya terkait layanan publik, fasilitas kesehatan, pemberian bantuan ketika terjadi bencana, atau perencanaan ketahanan pangan.

Sensus Penduduk 2020 ini diselenggarakan BPS dengan dukungan dari seluruh kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah. Dari sisi pendataan penduduk, BPS kini menggunakan pula data administrasi penduduk dari Ditjen Dukcapil sebagai prelist atau bekal data untuk pencatatan penduduk.

Ketersediaan satu data yang dibangun melalui SP2020 sangat dibutuhkan agar koordinasi bisa lebih baik dan intervensi tepat sasaran.  Sensus yang dilakukan secara online merupakan salah satu terobosan dan inovasi dalam birokrasi di Indonesia untuk menghasilkan “data tunggal”.

Mencatat Indonesia. Foto: Ayobandung

 

Atas pembaruan metode yang dilakukan dalam SP 2020 ini telah mendapat apresiasi dari Presiden RI yang pertama pemanfaatan data adminduk sebagai data dasar penyelenggaraan sensus. Artinya, data-data ini nantinya akan digunakan sebagai data dasar untuk sensus penduduk. Yang kedua, sensus penduduk online agar masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam sensus dengan mudah. Hal ini merupakan satu bentuk pendidikan atau edukasi kepada masyarakat untuk mulai sadar betapa pentingnya data administrasi, yang sejalan dengan gerakan Indonesia sadar administrasi,

Saat ini, Ditjen Dukcapil telah memegang data penduduk secara de jure, yaitu yang tercatat secara administratif atau sesuai KTP. Namun, data de jure dengan de facto, yaitu tempat tinggal faktual, kerap berbeda karena adanya migrasi dan perubahan status kependudukan. Dengan SP 2020 ini, BPS ingin menyediakan data soal jumlah penduduk, komposisi, distribusi, dan karakteristiknya. Diharapkan data ini juga bisa disediakan menurut de jure dan de facto. Dua-duanya diperlukan sebagai dasar pembuatan keputusan atau analisis yang berbeda, tergantung kebutuhannya.

Sensus secara online baru pertama kali ini dilakukan Indonesia sejak digelarnya sensus penduduk pertama pada 1961. Mengikuti perkembangan zaman yang kian canggih dan dinamis, kini, pemanfaatan teknologi digital memungkinkan seluruh warga negara berperan aktif dalam memperbarui informasi mengenai diri sendiri dan keluarganya.

Seperti diungkapkan peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance, terobosan ini memungkinkan pemutakhiran data yang lebih valid, kualitas pendataan yang meningkat, dan batas kesalahan semakin kecil. Pengolahan data pun lebih mudah karena informasi sudah terhimpun secara online.

Selain itu, metode ini juga bisa fleksibel menyesuaikan mobilitas penduduk yang makin tinggi, terutama di daerah perkotaan. Dengan gawai di tangan, orang bisa mengisi data di mana dan kapan saja. Jika sebagian besar orang di kota mengisi secara online, hal ini sekaligus mengurangi kerepotan petugas sensus, yang kerap mendapati hunian kosong ketika berkunjung ke rumah atau apartemen di perkotaan.

Data yang dikumpulkan pada Sensus Penduduk 2020 akan digunakan untuk memahami demografi masyarakat secara umum. Namun, dalam memberikan informasi secara online, niat masyarakat kerap disertai kekhawatiran soal kerahasiaan data. Terkait hal itu, keraguan sebenarnya bisa ditepis. Demi menjamin kerahasiaan dan keamanan data sensus, BPS bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). BPS menjamin kerahasiaan data masyarakat yang diserahkan kepada BPS. Sebab, Undang-Undang Nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik mewajibkan BPS menjaga kerahasiaan responden.

Data yang akurat adalah kepentingan kita sebagai bangsa. Oleh karena itu, Presiden mengajak seluruh penduduk berpartisipasi aktif dalam hajatan sepuluh tahun sekali ini. Kunci utama kesuksesan sensus penduduk ini adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa. Hajatan besar ini harus didukung semua pihak.

Kemudahan sensus penduduk online yang sekarang sedang berlangsung semestinya tidak disia-siakan. Sisihkan lima menit dan berikan kontribusi untuk masa depan kita. Sensus diadakan untuk membuat database perubahan demografi masyarakat agar terintegrasi dengan Dukcapil.

Namun tidak hanya sekedar online, dikarenakan ini masih tahun pertama secara online dan belum mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Inonesia, maka sensus luring (offline) tetap diadakan bagi masyarakat di pelosok karena akses sinyal yang sulit dan minimnya penggunaan internet. Sensus online 2020 ini ditujukan bagi masyarakat bermobilitas tinggi yang memiliki kemungkinan kecil untuk ditemui petugas BPS di rumah.

Metode kombinasi offline dan online ini memiliki kelebihan lebih murah dan cepat. Sensus online 2020 ini memiliki keuntungan biaya sensus jadi murah dan selama tidak ada perubahan status warga, wawancara sensus dapat berlangsung cepat.

Kombinasi data BPS dan Dukcapil dapat digunakan untuk mengatasi masalah di suatu wilayah, apakah itu pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran, program pembangunan seperti jumlah data disabilitas dan kekurangan terletak di titik mana. Sehingga dapat membuat pembangunan lebih tepat guna.

Apabila telah tersedia Satu Data Indonesia, perlindungan data dapat dilakukan oleh sistem informasi kependudukan. Jika tidak ada kesengajaan kejahatan, seharusnya data masyarakat sudah aman karena pengamanan saat ini belum pernah terjadi kebocoran data.

Sensus Penduduk 2020 (SP2020) nanti akan menjadi kunci langkah awal untuk menuju terwujudnya satu data kependudukan. Oleh karenanya, jangan memandang lagi bahwa SP 2020 ini hanya pekerjaan BPS. SP2020 telah menjadi agenda kerja kita semuanya.

****

Tulisan dari Rahayu Mei Widyastuti | Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Penulis:

Editor: Hasrullah


Baca Lainnya

Bagaimana Pendidikan Olahraga Selama Pandemi COVID-19

18 Juni 2021 - 15:40 WIB

Disebut dalam al-Quran dan Hadist, Ini 5 Keutamaan Bersedekah

12 Mei 2021 - 01:04 WIB

7 Keajaiban dari Infaq dan Sedekah

8 Mei 2021 - 22:12 WIB

Makna Tunaikan Zakat Bagi Umat Muslim

2 Mei 2021 - 22:52 WIB

Toxic Positivity: Kalimat Positif Menjadi Toxic Bagi Seseorang

29 April 2021 - 23:41 WIB

Musrenbang Kurang Diminati Anak Muda, Aktivis Minta Pemkab Lingga Gelar Festival Gagasan

8 April 2021 - 21:14 WIB

Trending di Netizen