Menu

Mode Gelap

Kuliner Wisata · 11 Apr 2022 12:55 WIB ·

Serunya Ngabuburit dan Berbuka Puasa di Pulau Belakangpadang


 Pulau Belakangpadang. Foto: Rebheka Ashari Perbesar

Pulau Belakangpadang. Foto: Rebheka Ashari

ADVERTISEMENT
advertisement

Bulan Ramadhan identiknya dengan ngabuburit bukan? Aktivitas menunggu waktu berbuka puasa. Jika Anda kebetulan sedang berada di Kota Batam, atau sedang merencanakan untuk pergi ke Batam di Bulan Ramadan ini. Anda dapat menambahkan list mengunjungi pulau yang satu ini, Pulau Belakang Padang sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Bukan tanpa alasan. Ini karena di Pulau Belakang Padang akan memberikan pengalaman dan pemandangan yang tidak ada duanya di tempat lain. Di sini Anda tak perlu khawatir akan kesulitan mencari hidangan berbuka puasa. Ada banyak warung dan kedai makan yang menyediakan hidangan berbuka, serta tempat bersantap dengan pemandangan yang indah jelang waktu berbuka puasa.

“pulau ini dijuluki Pulau Penawar Rindu ini dan letak geografis yang berbatasan langsung dengan Singapura. Menjadi keunikan atau daya tarik tersendiri Belakangpadang dapat dikembangan menjadi sebuah destinasi wisata di Kota Batam,” ujar Buralimar, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri saat berbuka puasa di Belakang Padang. Minggu, (10/4).

Buralimar menerangkan, Ada 6 kelurahan yang termasuk dalam wilayah kecamatan Belakang Padang, yakni Kelurahan Pemping, Kelurahan Kasu, Kelurahan Pecong, Kelurahan Pulau Terong, Kelurahan Sekanak Raya dan Kelurahan Tanjung Sari.

ADVERTISEMENT
advertisement

Begitu sampai di Pelabuhan Belakang Padang, ada tempat makan yang sangat terkenal yakni Kedai Kopi Botak, Ameng dan Cafe Haji Sulaiman yang wajib disinggahi. Selain itu, ada banyak pilihan tempat makan lain yang tidak kalah enak.

Karena penduduk asli di sini adalah orang Melayu, pastinya makanan kuliner khas Melayu yang paling banyak dijajakan. Tak perlu risau, ada juga menu makanan lain yang dijual, itu karena penduduknya sendiri terbilang heterogen dan kebanyakan pendatang.

ADVERTISEMENT

Ada satu tempat makan yang menyediakan menu khas Melayu seperti Mie Lendir dan Roti Prata, ditambah menu dari wilayah nusantara lainnya seperti mie goreng, soto dan es cendol yakni Kedai Kopi Botak.

Kedai Kopi ini sangat dekat dengan pelabuhan kapal pancung. Sampai di gerbang pelabuhan, langsung saja sedikit berbelok ke arah kanan menuju pasar. Jangan heran jika sangat ramai. Apalagi saat di jam sarapan pagi dan akhir pekan. Butuh sedikit perjuangan agar mendapat tempat duduk. Itu karena Kedai Kopi Botak paling strategis menghadap langsung ke pelabuhan. Ada juga tempat enak lainnya yakni Kedai Kopi Ameng.

“kalau gak Kedai Kopi Botak, ya Kedai Kopi Ameng. Teh tariknya paling enak ya di sini. Orang-orang ke Belakang Padang rata-rata penasaran dengan rasa teh tariknya. Emang betulan enak. Beda rasanya dengan teh tarik di tempat lain,” kata Aisyah, salah satu pengunjung dari Kota Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

Selesai menyantap sajian berbuka puasa dan ingin melanjutkan ibadah shalat maghrib hingga taraweh, tidak jauh dari pelabuhan terdapat masjid terbesar di Belakang Padang yakni Masjid At-Takwa.

Mayoritas penduduk di sini adalah orang Melayu yang masih memegang teguh tradisi. Yang kebanyakan lebih nyaman tinggal di rumah panggung dari kayu yang berdiri dengan pancang di laut. Dinamika kehidupannya sangat menarik, para kepala keluarga kebanyakan menjadi nelayan atau pengemudi pancung.

Belakang Padang merupakan sebuah pulau yang tidak begitu luas. Jika hendak ke sini harus menyeberang dari Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) menggunakan perahu pancung yakni sejenis sampan kayu dan beratap terpal, berukuran sedang dan bermesin tempel. Menyebrang dengan perahu pancung adalah satu daya tarik utama Belakang Padang.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 67 kali

Penulis: | Editor: Hasrullah


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Camp Vietnam Galang Batam Menuju Memori Kolektif Bangsa

14 Mei 2022 - 18:49 WIB

Pariwisata Kepri Mulai Menggeliat, BPS Catat 1.363 Kunjungan Wisman pada Maret 2022

11 Mei 2022 - 14:02 WIB

The Artrium di Panbil Nature Reserve Hadirkan Paket Buka Puasa Bernuansa Alam

23 April 2022 - 12:59 WIB

Desa Batu Berdaun Bakal Buat Agrowisata Sistem Hidroponik

18 April 2022 - 23:15 WIB

Dinas Pariwisata Karimun Rilis Slogan ‘Enjoy Karimun’, Simak Maknanya!

13 April 2022 - 20:01 WIB

Lauk Khas Kepri, Ini Resep Ikan Tamban Salai Masak Asam

27 Maret 2022 - 11:38 WIB

Trending di Kuliner Wisata
advertisement