Menu

Mode Gelap

Warta · 1 Nov 2021 18:09 WIB

Soal Bau Limbah Plastik yang Resahkan Warga Tanjunguncang, Ini Kata FMPL


Lokasi aliran air limbah yang diduga dibuang pihak perusahan ke parit. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Lokasi aliran air limbah yang diduga dibuang pihak perusahan ke parit. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Kota Batam menyoroti keluhan masyarakat di Tanjunguncang, Kota Batam terkait bau menyengat yang keluar dari parit belakang PT Fuyuan Plastic Industry.

Ketua FMPL Kota Batam, Parlaungan Siregar, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan hal tersebut. Pasalnya bau menyengat yang muncul tersebut diduga berasal dari limbah yang dibuang oleh PT Fuyuan Plastic Industry. Padahal menurutnya, tidak seharusnya limbah maupun yang sejenisnya dibuang begitu saja, karena akan berdampak kepada kesehatan warga sekitar.

“Jadi ini aliran ke laut dan jarak yang akan dialiri air sebelum ke laut tidak jauh,” kata Parlaungan kepada kepripedia, Senin (1/11).

Dalam pengelolaan limbah, kata dia, sudah ada aturan yang dibuat pemerintah yang tertuang dalam undang-udang nomor 32 tahun 2009. Dimana, dalam undang-undang tersebut, pada pasal 15 sudah diatur mengenai kajian lingkungan hidup strategis.

ads

“Pasal 15 itu ayat satu bunyinya pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program,” ungkapnya.

Jadi, dari peraturan perundang-undangan tersebut, dijelaskan bahwa sebelum perusahaan berdiri tegak maka pemerintah terlebih dahulu sudah membuat kajian yang mendalam.

Menurutnya pula, pihak perusahan tidak harus membuang begitu saja pengelolan limbah, tanpa memikirkan dampak sosial terutama lingkungan sekitar.

“Nah, yang nama limbah, jika dibuang pihak perusahaan harus memastikan bahwa yang dibuang sudah tidak mengandung limbah,” terang dia.

ads

Baca: Warga Tanjunguncang Keluhkan Aroma Menyengat, Diduga dari Limbah

Sementara itu, mengenai bekas cucian bahan material dari perusahaan yang dibuang ke saluran drainase, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozi, yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban.

Begitu juga Bidang penindakan DLH Kota Batam, Winner Panjaitan juga belum merespon sejumlah pertanyaan media ini.

Baca: Anggota DPRD Batam Berang Soal Limbah di PT Plastic Industry

Sebelumnya diberitakan, warga Tanjunguncang, tepatnya di RT 03 RW 01 Cunting Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau, mengeluhkan aroma tak sedap yang keluar dari parit di sekitar kawasan pemukiman.

Diduga, bau menyengat ini berasal dari sisa pencucian bahan material plastik dari dalam perusahaan dibuang begitu saja, melalui saluran drainase oleh PT Fuyuan Plastic Industry, yang ada di jalan Brigjend Katamso Tanjunguncang.

Terkait ini, pihak PT Fuyuan Plastic Industry juga enggan memberikan penjelasan. Saat didatangi untuk dikonfirmasi, awak media hanya disambut kepala keamanan perusahaan tersebut.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Mulai Desember Ini, Layanan Kemoterapi di RSUP RAT Sudah Layani Peserta BPJS Kesehatan

4 Desember 2021 - 15:31 WIB

RSUP Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang

Aksi Berbagi Bunga Anak Difabel di Karimun

4 Desember 2021 - 13:43 WIB

Vaksinasi COVID-19 Serentak BINDA Kepri di 3 Lokasi

4 Desember 2021 - 12:21 WIB

Tanggapan Komisi III DPRD Kepri Terkait Pemadaman Listrik di Batam

3 Desember 2021 - 21:56 WIB

Irwansyah DPRD Kepri

Komisi II DPRD Kepri Monitoring Samsat Batu Aji

3 Desember 2021 - 19:02 WIB

Bansos COVID-19 Masih Masuk Dalam APBD 2022

3 Desember 2021 - 18:18 WIB

Trending di Warta