kepripedia
Home / Pojok / Sosok Ryan, Pemuda yang Maju Cakades Busungpanjang

Sosok Ryan, Pemuda yang Maju Cakades Busungpanjang

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau akan dilaksanakan pada 7 Agustus mendatang.

Menariknya, pada kontestasi serentak Pilkades kali ini muncul sejumlah nama anak muda. Salah satunya, Nobaryansyah yang akan berkontestasi di Pilkades Busungpanjang, Kecamatan Posek.

Anak Muda kelahiran Pulau Panjang 18 Oktober 1995 ini tampil menjadi calon termuda yang ikut Pilkades.

Bagi sosok yang lebih akrab disapa Ryan ini, generasi dengan usia produktif akan lebih banyak melangkah dan mendominasi dibanding usia non produktif. Tentunya dengan mengedepankan kolaburasi positif antara generasi anom dan sepuh.

ads

“Saya rasa sekarang ini kaum atau generasi muda sudah mulai sadar tentang bagaimana membangun sebuah desa. Pemuda mulai ingin terlibat dalam proses pembangunan,” kata dia, saat dihubungi, Selasa (13/7).

Ryan memang dikenal cukup dekat dengan masyarakat di desanya. Bahkan namanya pun memang sudah tak asing bagi sebagian masyarakat Lingga sendiri.

Kenapa tidak, sejak menganyam pendidikan di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, ia sudah aktif menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah daerah. Terakhir, Ryan sangat tegas membela hak masyarakat ditempatnya mengenai tambang timah.

Mantan Ketua Mahasiswa Lingga Kota Tanjungpinang (IMKL) tersebut juga sudah dikenal sebagai aktivis muda yang sering kali turun kejalan memperjuangkan hak-hak aasyarakat.

ads

Mengenai motivasinya untuk ikut bersaing di Pilkades, Ryan mengaku tak lepas dari dorongan dan semangat orang-orang di sekillingnya.

“Saya maju sebagai Cakades,dapat nomor urut dua,” ujar pemuda yang dikenal murah senyum ini.

Dari sudut pandangnya, potensi generasi muda desa tidak boleh dipandang sebelah mata, karena tidak sedikit pemimpin bangsa lahir dan mulai dari desa. Di desalah anak muda diperkenalkan moral Indonesia yang sesunguhnya.

Dimana masih sangat hidup arti kesederhanaan, kebersamaan, gotong royong, tenggang rasa, saling menghargai satu sama lain.

Generasi muda, lanjut Ryan, adalah bagian masyarakat yang potensial dalam membangun suatu perubahan. Sejarah membuktikan bahwa kehadiran dari gerakan yang diprakarsai oleh golongan muda, sangat efektif dan kebanyakan dapat terselesaikan.

“Komitmen kami adalah tenaga untuk mewujudkan cita-cita masa depan.
Kami hanya butuh kesempatan, untuk berbuat banyak demi memajukan tanah kelahiran,” papar dia.

Menurutnya, dunia perpolitikan kelas pedesaan merupakan kontestasi politik yang sesungguhnya. Banyak permasalahan dapat timbul dari para sepuh di desa, mungkin adalah penerimaan dari cita-cita pemuda desa.

Maka itu, bagi Alumni STISIPOL Tanjungpinang ini, butuh keberanian dan percaya diri untuk berkomunikasi langsung dengan para sepuh yang syarat pengalaman.

“Kami anak muda, menawarkan masa depan, agar akselerasi pembangunan cepat tercapai,” lanjutnya.

Dalam perkembangan zaman yang semakin canggih dan teraktual, aktivitas generasi muda sangat akrab dengan kecepatan informasi dan perkembangan teknologi.

Hal ini dipercaya menjadi modal besar bagi generasi milenial untuk tidak lagi acuh terhadap pembangunan di desa.

Ryan pun mengajak masyarakat khususnya Desa Busungpanjang untuk hadir ke TPS pada 7 Agustus mendatang menggunakan hak pilih demi kemajuan desa dan menjaga kompetisi Pilkades yang sejuk dan bahagia.



Penulis: Tim

Editor: Hasrullah

BERI KOMENTAR