Menu

Mode Gelap

Netizen · 17 Mar 2020 17:45 WIB ·

Stop Body Shaming! Yuk Hargai Orang Lain


 Stop Body Shaming! Yuk Hargai Orang Lain Perbesar

Ilustrasi body shaming. shutterstock.com

 

Hidup diera digital seperti sekarang terkadang bikin ‘makan hati’. Soalnya  seseorang akan lebih mudah mengomentari kehidupan orang lain  termasuk diri kita sendiri.

Parahnya mereka tidak berfikir dua kali  terhadap apa yang mereka ucapkan itu apakah menyakiti hati orang lain atau tidak karena setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam menanggapi segala kritikan dan hinaan.

ads

Orang lain terkadang berkomentar secara langsung ataupun melalui media seluler yang serba bebas tanpa suatu sikap filtersisasi dalam hal mengomentari. Komentar yang sering dikeluarkan adalah persoalan penampilan dan persoalan bentuk tubuh.

Nah tindakan tersebut itulah yang biasa disebut dengan istilah body shaming.  Body shaming  adalah perbuatan yang ditujukan kepada orang lain dengan cara mencela penampilan fisiknya. Seperti mengatakan gendut, kurus, warna kulit hitam , berjerawat, dan postur tubuhnya kurang ideal.

ads

Body shaming ini hampir sama dengan bullying tanpa kita sadari.  Parahnya, ketika perbuatan mengolok-olok  ini terjadi dimedia sosial, ternyata tak jarang  berubah menjadi cyber bullying yang dapat menyebabkan  masalah psikologis pada korbannya.

Menurut kamus Psikologi  yang ditulis Chaplin tahun 2005, citra  tubuh atau biasa disebut  body image  adalah  ide seseorang  mengenai penampilannya dihadapan orang lain, bagi orang lain.  Body shaming ini tentunya  sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri seseorang. Bahkan mirisnya sekarang ini, body shaming malah dianggap suatu lelucon belaka atau sebagai hal hal yang konyol.

Padahal body shaming ini merupakan suatu perbuatan yang tidak baik dan bahkan suatu sikap yang tidak dewasa.  Semakin sering kita mengkritik orang lain, tandanya kita belum dewasa.  Seharusnya kita harus berfikir dewasa yang mengatakan bahwa  setiap orang diciptakan  dengan fisik yang berbeda-beda dan manusia tidak ada yang sempurna. Mungkin pelaku body shaming lupa akan kodratnya sebagai manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda.

Selain itu, pelaku body shaming  adalah orang yang tidak bisa menjaga lidahnya  dari kata-kata yang bisa menyakiti perasaan orang lain. Tuhan sebagai pencipta manusia saja menilai kita bukan dari penampilan, lantas  mengapa sesama manusia yang tidak sempurna tega menilai dari bentuk fisik. Apa tujuannya dan siapakah manusia itu sampai-sampai dia berani menghina ciptaan- Nya. Mungkin  saja para pelaku body shaming menganggap dirinya yang paling sempurna dan paling baik.

Wanita termasuk kalangan kaum yang sering menjadi korban body shaming. Meskipun terkadang laki-laki juga kerap menjadi korban body shaming namun tidak sesering wanita.  Body shaming bisa berakibat pada sesuatu yang tidak sehat, berbahaya dan dapat mengakibatkan gangguan psikologis akibat tekanan dari komentar yang menjatuhkan kepercayaan diri seseorang.

Ilustrasi body shaming. Foto: Istimewa

 

Tentu saja, orang yang sering mengalami body shaming akan berkeinginan kuat untuk mengubah bentuk tubuhnya karena sering mengalami bullying. Tentunya dihina merupakan suatu yang tidak enak. Banyak orang yang rela menghabiskan uang hanya untuk mengubah bentuk tubuh dan mempercantik penampilan.

Tetapi bagaimana jika orang tersebut  tidak mampu dalam hal keuangan tentunya mereka memilih obat atau kosmetik murahan hasil oplosan padahal sangat membahayakan bagi dirinya. Riset dari Chemical Youth tahun 2016 menunjukkan bahwa anak muda perempuan di Indonesia cenderung memaksakan diri membeli kosmetik ataupun skincare murahan demi memperbaiki penampilan.

Kita dituntut untuk  berhati-hatilah dalam berkomentar mengenai bentuk tubuh seseorang yang akan melukai perasaan orang lain. Lebih baik jangan berkomentar jika berujung menjatuhkan, tetapi berkomentarlah dengan sifat membangun ataupun memberi dukungan.

Pihak kepolisian dalam berbagai kasus telah menegaskan bahwa mencela fisik seseorang dapat dipidanakan. Ancaman pidana kurungan pun mulai dari hitungan bulan hingga tahun.  Kepolisian juga membagi kategori perbuatan body shaming menjadi dua yaitu menghina dengan cara tidak langsung melalui transmisi narasi di media sosial dan melalui perkataan atau hinaan langsung kepada korban body shaming.

Hinaan berupa ejekan terhadap bentuk tubuh itu bisa dikategorikan masuk UU ITE pasal 455 ayat 1 dan pasal  2 ayat 3, dapat diancam hukuman pidana selama 6 tahun penjara. Apabila melakukan body shaming secara verbal, dikenakan pasal 310 KUHP dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara. Kemudian melakukan body shaming kepada korban melalui transmisi media sosial  dikenakan pasal 311 KUHP dengan hukuman 4 tahun penjara.

Bukan namanya manusia jika hidupnya sempurna. Masing-masing manusia memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus disyukuri. Kelebihan jangan  dibuat sebagai indikator untuk tinggi hati dan kekurangan juga jangan dijadikan sebagai bentuk kekecewaaan terhadap diri sendiri. Ingatlah bahwa setiap manusia mempunyai kapastias diri yang berbeda.

Kunci agar penampilan kita sempurna dimata orang lain adalah  kita harus berani percaya diri.  Sesuatu  yang ada  pada diri kita tidak akan pernah benar dimata orang lain. Lumrahnya, kita akan selalu salah dan selalu kurang menurut pandangan orang lain.  Syukuri dan nikmati saja  apa yang ada pada diri kita karena kebahagiaan setiap individu itu berbeda.

Maka dari itu, berhentilah  melakukan perbuatan body shaming  dengan niat bercanda ataupun menghina orang lain. Yuk kita lebih bisa menghargai perbedaan orang lain. Toh nyatanya kita juga belum tentu benar dan sempurna dihadapan orang lain. Ingatlah wanita itu butuh dukungan bukan cacian.

Tulisan dari Putri Arini | Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Penulis:

Editor: Hasrullah


Baca Lainnya

Bagaimana Pendidikan Olahraga Selama Pandemi COVID-19

18 Juni 2021 - 15:40 WIB

Disebut dalam al-Quran dan Hadist, Ini 5 Keutamaan Bersedekah

12 Mei 2021 - 01:04 WIB

7 Keajaiban dari Infaq dan Sedekah

8 Mei 2021 - 22:12 WIB

Makna Tunaikan Zakat Bagi Umat Muslim

2 Mei 2021 - 22:52 WIB

Toxic Positivity: Kalimat Positif Menjadi Toxic Bagi Seseorang

29 April 2021 - 23:41 WIB

Musrenbang Kurang Diminati Anak Muda, Aktivis Minta Pemkab Lingga Gelar Festival Gagasan

8 April 2021 - 21:14 WIB

Trending di Netizen