Menu

Mode Gelap

Warta · 29 Sep 2022 18:41 WIB ·

Tambang Pasir Darat di Meral Barat Disebut Resahkan Warga Karena Cemari Air


 Seorang warga menunjukan lokasi tambang pasir darat di kawasan Meral Barat. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Seorang warga menunjukan lokasi tambang pasir darat di kawasan Meral Barat. Foto: Khairul S/kepripedia.com

Warga Teluk Setimbul Laut, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Karimun, bernama Sri Kasih, memprotes dampak yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan pasir darat di wilayah itu.

Sri menyebut jika penambangan pasir itu menimbulkan dampak keruh dan berlumpur terhadap air di aliran parit yang biasa digunakan warga setempat untuk mencuci dan mandi.

Apalagi, kata Sri, secara geografis wilayah itu berdekatan dengan laut sehingga warga setempat sangat sulit untuk mendapatkan sumber air bersih.

“Kondisi airnya sangat keruh, ini sudah satu bulan terjadi. Kita tidak masalah kalau mau cari makan di lahan sendiri. Tapi pikirkan juga dampak yang kami rasakan ini,” kata Sri, Kamis (29/9).

ADVERTISEMENT
advertisement

“Kita kan di sini air kelaut, kita kan turun menjala, itu udah pencarian kita. Tapi saat ini kondisi air ini sudah tercemar,” tambah dia.

Menurut Sri, keluhan serupa banyak dirasakan warga sekitar. Hanya saja, warga enggan untuk mengemukakan keluhan tersebut kepada perangkat desa dan bahkan kepada pengelola tambang pasir itu.

ADVERTISEMENT

“Sebenarnya banyak warga komplain, tapi gak berani. Sebelumnya kita udah sampaikan ke RT juga, tapi tidak ada tanggapan. Ini udah berdampak ke pencarian kita juga, menebar jaring di belakang sana sudah susah karena dampak ini,” terangnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi tambang, tampak aliran air pada bagian sebelah kiri dipenuhi lumpur. Sementara aliran lainnya masih cenderung bersih hingga ke hulunya.

Aktivitas penambangan memang jelas terlihat di lokasi. Bahkan, setidaknya terdapat enam titik lokasi tambang yang letaknya tidak berjauhan. Truk-truk pengangkut juga hilir mudik untuk mengangkut pasir hasil penambangan.

ADVERTISEMENT

Salah satu pengelola tambang pasir di wilayah itu, Rio, menyebut jika pihaknya telah bermusyawarah untuk melakukan penimbunan agar tidak menimbulkan pencemaran terhadap air yang biasa digunakan oleh masyarakat.

“Makanya kita masih cek dulu, apakah ini nanti selesai di masyarakat malah bermasalah di pemerintah. Di area ini juga ada warga yang bekerja manual, kalau kita bendung seolah kita arogan,” jelasnya di lokasi.

Namun, kata dia, hasil musyawarah bahwa aliran tersebut akan dibendung, hanya saja terhambat oleh kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir.

ADVERTISEMENT

“Kemarin kan hujan gak bisa. Kita sudah sewa alat berat untuk nimbun. Karena kondisi jalan makin sulit maka kita tahan dulu,” ucapnya.

Sementara ketua RT setempat, Junaidi, mengatakan aktivitas penambangan yang dilakukan di lokasi itu hanya untuk sebagai mata pencarian warga sekitar.

“Kami bekerja di sini bukan untuk cari kaya, semata-mata untuk cari makan aja. Kalau masih diceritakan, semua yang bekerja di sini semua punya beban ini,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, kata Junaidi, masyarakat yang secara tradisional juga melakukan penambangan di lokasi itu hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Bantuan-bantuan untuk warga juga ada, Rp 5 ribu per lori (truk). Bantuan ini untuk pemuda, apabila nanti diperlukan untuk acara-acara sosial. Apabila dana itu tidak cukup, kita juga siap bantu untuk pemuda dan juga pasir untuk pembangunan rumah ibadah tetap kita bantu,” tutupnya.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 376 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

advertisement
Baca Lainnya

Hujan Sebentar, Sejumlah Ruas Jalan di Batam Banjir

5 Desember 2022 - 22:00 WIB

Jaga Kondusifitas di Pemilu 2024, Bawaslu Karimun Optimalkan Peran Media

5 Desember 2022 - 21:09 WIB

Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama Kepri Diresmikan

5 Desember 2022 - 15:33 WIB

3 Rumah Warga di Sungai Lakam Barat Karimun Hangus Terbakar

5 Desember 2022 - 13:10 WIB

Pemprov Kepri Salurkan Bantuan untuk Mubaligh se Kepri, Masing-masing Rp 1 Juta

4 Desember 2022 - 15:58 WIB

Hasil Visum Pemilik Kartu Pers yang Tewas Tergantung di Batam: Tidak Ada Tanda Kekerasan

4 Desember 2022 - 14:13 WIB

Trending di Warta
advertisement