Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 31 Agu 2021 12:11 WIB ·

Terdakwa Kasus Besi Scrap di Batam Ngaku Jadi Korban: Jangan Ada Seperti Saya Lagi


 Sidang virtual kasus scrap di Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Sidang virtual kasus scrap di Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Terdakwa Usman alias Abi besi scrap di Kabil, Kota Batam, Kepulauan Riau meminta majelis hakim untuk membebaskan tuntutan hukum yang menjerat dirinya.

Hal itu dipinta Abi ketika membaca pledoi atau pembelaan yang  langsung kepada majelis hakim yang menyidang Kamis (19/8) lalu.

Dari salinan pledoi yang diperoleh dari kuasa hukumnya, Yusuf Norrisaudin, Abi mengaku dirinya adalah korban persaingan bisnis yang hingga membuatnya terancam mendekam dibalik jeruji besi.

“Dengan persaingan bisnis yang tak sehat itu. Tak ingin ada lagi korban sesudah ini. Cukup saya saja. Jangan ada korban lagi terhadap pengusaha,” ujarnya melalui Yusuf kepada kepripedia, Senin (30/8).

ads

Dia melihat, apa bila ada korban yang sama menerpa dirinya tentu akan berdampak terhadap iklim investasi di kota Batam.

“Ini yang tak ingin terjadi kembali,” ujarnya.

ads

Dijelaskan, perkara tersebut berawal dengan hubungan baik dengan Ahok yang dibina selama ini, namun justru mengantarkan dirinya berurusan ke meja hijau untuk duduk di kursi pesakitan.

Terkait besi scrap yang dibeli terdakwa dari PT. Ecogreen tersebut telah dilakukan dengan benar. Bahkan, pengangkutannya pun dilakukan secara terang-terangan, tidak sembunyi-sembunyi.

“Melewati pemeriksaan petugas keamanan (security) dan telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan. Harga pun di atas rata-rata pasaran. Gate pass yang sah dan ditandatangani oleh manager perusahaan,” kata dia.

Anehnya, lanjut Yusuf, dari 47 truk yang keluar dari PT. Ecogreen dengan gate pass yang sama, hanya truk yang dibeli Abi saja yang dipermasalahkan. 43 truk lainnya tidak.

“Jadi terdakwa menekankan bahwa dia memang melakukan jual beli besi scrap dengan benar dan itikad baik. Tetapi sekarang malah dia dan adiknya dipenjara. Tentu hal ini menjadi suatu peristiwa yang dapat merusak iklim investasi,” lanjutnya.

Dalam tuntutan, kata dia, Umar Sunardi melakukan tawar menawar harga yang notabene adalah pemilik perusahan adalah Abi.

“Jadi di tuntutan disebutkan jika Umar dan Sunardi melakukan tawar menawar harga. Padahal, itu tidak benar,” terang dia.

Dia menambahkan, mengulas perkara itu pada 23 Oktober 2020 polisi dan Jaksa di Kejati Kepri telah diekspos.

“Hasil dari gelar perkara itu, tidak memenuhi unsur 480 KUHP (penadahnya),”  tamba Abi.

Bahkan dari hasil transkrip percakapan dari HP milik Sautun, dimana ada perintah dari Muhammad Jasa Abdullah kepada Sautun dan Dedi Supriadi untuk menjual 100 ton besi scrap dengan harga Rp 4500 per kilogram.

Dan laporan kepada Muhammad Jasa Abdullah 4 truk seberat 58,490 kilogram.

“Tapi bukti transkrip HP Satupun tidak ada dalam berkas perkara ini. Aneh sekali,” imbuhnya.

Atas perkara yang dihadapi ini menjadi beban pikiran tajam kepadanya dibalik jeruji besi. Apalagi ia mempunyai 70 orang karyawan dan ratusan pengumpul besi scrap.

Di mana, mereka masih membutuhkan perusahaan untuk mencari rezeki dan menghidupkan keluarga. Sedangkan dua direkturnya saat ini sedang dipenjara.

“Perusahaan jadi berlayar tanpa nakhoda sejak kasus ini bergulir. Belum lagi terdakwa dan adiknya memiliki orangtua yang terus menanyakan keberadaan keduanya. Ibu terdakwa itu sudah berumur 86 tahun,” tutupnya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batam menegaskan pihaknya telah mantap dengan pendiriannya dan tetap menuntut ketiga terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun.

“Kami tetap pada tuntutan. Kami berkerja secara profesional dengan alat bukti yang ada,” ucap Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Wahyu Octaviandi beberapa waktu lalu kepada kepripedia.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Penulis:

Editor: Hasrullah


Baca Lainnya

Bea Cukai Batam Kembali Razia Miras dan Rokok Ilegal

18 Oktober 2021 - 20:10 WIB

17 Kali Beraksi, 2 Pelaku Curanmor di Batam Ditangkap

18 Oktober 2021 - 19:16 WIB

Diduga Korupsi, Mantan Kades dan Kaur Keuangan di Lingga Ditetapkan Tersangka

13 Oktober 2021 - 23:27 WIB

Suami yang Bunuh Istri di Batam Dituntut 15 Tahun Penjara

13 Oktober 2021 - 19:56 WIB

Polisi Sita 2 Kg Sabu dari Bandar Narkoba di Batam

13 Oktober 2021 - 18:30 WIB

Gara-gara Bersenggolan dan Cekcok, 2 Pengunjung Kafe di Batam Ditikam

12 Oktober 2021 - 13:23 WIB

Trending di Hukum Kriminal